BANTUL - Persebaya Surabaya kembali menunjukkan tajinya. Bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) sore, Bajul Ijo sukses menumbangkan PSIM Yogyakarta dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini semakin spesial karena ditandai debut gemilang striker anyar, Bruno Paraiba, yang langsung mencetak gol kilat dan menjadi pembeda.
Sejak awal laga, Persebaya Surabaya datang dengan satu misi jelas: mencuri kemenangan dan menjaga momentum. Meski bermain di kandang lawan, tim asuhan Bernardo Tavares tampil percaya diri. Intensitas tinggi langsung diperlihatkan sejak menit awal, dengan skema serangan balik cepat menjadi senjata utama.
PSIM Yogyakarta yang mencoba menguasai permainan justru kerap kerepotan menghadapi transisi cepat Persebaya Surabaya. Meski tidak dominan dalam penguasaan bola, efektivitas permainan tim tamu terlihat jelas.
Gol Pembuka Gali Freitas
Tekanan Persebaya Surabaya akhirnya berbuah gol pada menit ke-35. Gali Freitas mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan PSIM. Gol tersebut membuat Persebaya unggul 1-0 hingga turun minum.
Tertinggal di babak pertama membuat PSIM Yogyakarta tampil lebih agresif saat memasuki paruh kedua. Mereka mencoba menaikkan tempo dan menekan sejak awal babak kedua demi mengejar ketertinggalan.
Peluang sempat didapat PSIM pada menit ke-51 melalui Fahreza Sudin. Namun, sepakan yang dilepaskan masih terlalu lemah dan dengan mudah diamankan kiper Persebaya Surabaya, Ernando Ari, yang tampil solid sepanjang pertandingan.
Serangan Balik Jadi Kunci
Persebaya Surabaya tidak tinggal diam. Dua menit berselang, Rivera hampir menggandakan keunggulan melalui skema serangan balik cepat, meski peluang tersebut belum berbuah gol.
Menit ke-61, Malik Risaldi melakukan solo run berbahaya yang memaksa kiper tuan rumah bekerja keras. Ancaman terus datang. Pada menit ke-66, Persebaya kembali nyaris menambah gol. Sayang, Gali Freitas gagal memaksimalkan umpan matang Rivera. Bola hanya melenceng tipis saat gawang PSIM sudah dalam kondisi terbuka.
Meski gagal menambah gol, dominasi efektif Persebaya Surabaya semakin terasa. PSIM mulai kehilangan fokus, terutama dalam mengantisipasi serangan balik.
Baca Juga: Gugatan Tidak Diterima, PT Jawa Pos Memenangkan Perkara PT Dharma Nyata Press di PN Surabaya
Bruno Paraiba Langsung Jadi Pembeda
Momen krusial terjadi pada menit ke-71. Bernardo Tavares melakukan perubahan penting dengan memasukkan dua pemain asing anyar, termasuk Bruno Paraiba. Keputusan ini terbukti sangat tepat.
Hanya butuh tiga menit bagi Bruno Paraiba untuk mencetak gol debutnya. Menerima umpan jauh dari Jefferson, striker asal Brasil tersebut melakukan solo run impresif sebelum melepaskan tembakan keras pada menit ke-74. Gol ini mengubah skor menjadi 2-0 dan langsung membuat PSIM Yogyakarta terpukul.
Bruno Paraiba tampil penuh percaya diri dan menunjukkan insting striker yang selama ini dicari Persebaya Surabaya. Kecepatannya, kekuatan fisik, dan ketenangan dalam penyelesaian akhir menjadi nilai lebih.
Gol Rahmat Irianto Tutup Kemenangan
PSIM sempat mencoba merespons lewat peluang Rahmat Shoh pada menit ke-82. Namun lagi-lagi Ernando Ari tampil sigap di bawah mistar.
Baca Juga: Wabah PMK Makin Meluas, 15 Kecamatan di Kabupaten Blitar Mulai Terdeteksi
Satu menit berselang, Persebaya Surabaya justru menambah luka tuan rumah. Rahmat Irianto mencetak gol ketiga pada menit ke-83, memanfaatkan situasi yang gagal diantisipasi pertahanan PSIM. Skor 3-0 memastikan kemenangan telak Bajul Ijo.
PSIM Yogyakarta terus menekan hingga akhir laga, tetapi tak satu pun peluang mampu dikonversi menjadi gol. Tren positif empat laga tak terkalahkan PSIM pun terhenti.
Bagi Persebaya Surabaya, kemenangan ini memperpanjang catatan manis menjadi tiga kemenangan beruntun. Lebih dari itu, debut Bruno Paraiba menjadi sinyal kuat. Inilah striker yang selama ini dicari Bajul Ijo.
Editor : Dyah Wulandari