BANTUL - Persebaya Surabaya tampil luar biasa saat bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul. Tanpa harus mendominasi penguasaan bola, Bajul Ijo justru tampil sangat efektif dan menghukum PSIM Yogyakarta dengan skor telak 3-0. Efisiensi permainan, disiplin lini belakang, serta ketajaman lini depan menjadi kunci kemenangan penting ini.
Hasil tersebut semakin menegaskan tren positif Persebaya Surabaya yang kian solid dari pekan ke pekan. Meski bermain sebagai tim tamu, skuad asuhan Bernardo Tavares mampu menjaga organisasi permainan dengan rapi dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Kemenangan ini tak hanya soal skor, tetapi juga soal cara bermain. Beberapa aktor penting muncul sebagai penentu, mulai dari debut manis Bruno Paraiba, konsistensi Gali Freitas, solidnya lini belakang yang mencatat clean sheet, hingga hadirnya manajer baru yang memicu optimisme Bonek.
Debut Manis Bruno Paraiba Langsung Nyetel
Salah satu sorotan utama dalam laga ini adalah debut Bruno Paraiba. Striker anyar Persebaya Surabaya tersebut memang tidak turun sebagai starter. Namun ketika masuk sebagai pemain pengganti, Bruno langsung menunjukkan kualitasnya.
Ia hanya membutuhkan beberapa menit untuk beradaptasi sebelum akhirnya mencetak gol di laga debutnya. Gol tersebut bukan sekadar menambah keunggulan Persebaya, tetapi juga menjadi bukti bahwa tim memiliki kedalaman skuad yang kuat.
Pergerakan Bruno Paraiba terlihat aktif, berani duel, dan memiliki insting gol tajam. Kehadirannya memberi warna baru di lini serang dan menjadi sinyal positif bahwa Persebaya Surabaya memiliki opsi mematikan dari bangku cadangan.
Debut manis ini pun langsung membuat Bonek optimistis. Striker baru datang dan langsung membayar kepercayaan dengan gol, sesuatu yang selama ini sangat dinantikan.
Gali Freitas Terus Konsisten Jadi Mesin Gol
Nama Gali Freitas kembali mencuri perhatian. Setelah mencetak brace pada laga sebelumnya melawan Malut United, Gali kembali mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi PSIM Yogyakarta.
Performa ini membuktikan bahwa Gali bukan striker musiman. Pergerakannya tajam, penempatan posisi cerdas, dan finishing yang semakin matang membuatnya terus menjadi ancaman bagi lawan.
Meski masih berusia muda, Gali Freitas sudah menunjukkan mentalitas striker berbahaya. Jika terus dijaga dan dikembangkan, ia berpotensi menjadi striker utama jangka panjang Persebaya Surabaya. Manajemen pun dinilai perlu memprioritaskan perpanjangan kontraknya karena Gali adalah aset berharga klub.
Lini Belakang Solid, Jefferson Silva Catat Clean Sheet
Tak hanya lini depan, lini belakang Persebaya Surabaya juga patut mendapat apresiasi. Jefferson Silva tampil solid dan sukses mengawal pertahanan hingga mencatatkan clean sheet.
Koordinasi antar pemain belakang terlihat jauh lebih rapi dan disiplin. Selain itu, back kiri baru yang menjadi pengganti Dejan Tumbas tampil meyakinkan. Bermain penuh 90 menit, ia disiplin bertahan, rajin naik turun, dan minim melakukan kesalahan.
Kontribusinya membuat sisi kiri pertahanan Persebaya Surabaya terlihat lebih aman. Kombinasi Jefferson Silva dan back kiri anyar ini menjadikan lini belakang Bajul Ijo semakin sulit ditembus.
Manajer Baru Tambah Optimisme
Kabar penting lainnya datang dari manajemen. Persebaya Surabaya resmi menunjuk Sidik Maulana Tualeka atau Alex Tualeka sebagai manajer baru, menggantikan Yahya Alkatiri.
Pergantian ini diharapkan membawa angin segar dalam pengelolaan tim. Dengan komposisi skuad yang semakin lengkap, peran manajer dinilai krusial dalam menjaga stabilitas internal dan komunikasi tim.
Bonek berharap di bawah Alex Tualeka, Persebaya Surabaya bisa lebih tertata, profesional, dan solid, sehingga performa di lapangan ikut terdongkrak.
Kemenangan 3-0 atas PSIM Yogyakarta menjadi paket lengkap. Debut manis Bruno Paraiba, konsistensi Gali Freitas, clean sheet lini belakang, serta manajer baru membuat Persebaya Surabaya terlihat semakin siap bersaing di papan atas.
Editor : Dyah Wulandari