JAKARTA - Persebaya Surabaya kembali menunjukkan konsistensinya di ajang BRI Super League. Bajul Ijo sukses memetik tiga poin penting pada pekan ke-18 usai menundukkan PSIM Yogyakarta. Kemenangan ini sekaligus menandai kemenangan keempat beruntun Persebaya Surabaya dan memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 11 pertandingan terakhir.
Sorotan utama tentu tertuju pada debut manis striker anyar Bruno Paraiba. Masuk sebagai pemain pengganti, penyerang asal Brasil itu langsung mencatatkan namanya di papan skor. Gol pada menit ke-74 menjadi penegas kemenangan Persebaya Surabaya sekaligus sinyal kuat bahwa sang striker siap memberi dampak instan di BRI Super League.
Persebaya Surabaya Terus Menanjak
Kemenangan atas PSIM Yogyakarta semakin menegaskan kebangkitan Persebaya Surabaya musim ini. Padahal di awal kompetisi, tim kebanggaan Bonek sempat terseok-seok dan berada di papan bawah klasemen. Situasi berubah drastis setelah pergantian pelatih ke tangan Eduardo Perez.
Sejak saat itu, performa Persebaya Surabaya menunjukkan tren positif. Stabil di lini belakang dan efektif dalam memanfaatkan peluang, Bajul Ijo perlahan tapi pasti menjelma menjadi salah satu tim paling sulit dikalahkan di Liga 1 musim ini.
Terakhir kali Persebaya Surabaya merasakan kekalahan adalah saat menjamu Persija Jakarta. Setelah laga tersebut, grafik performa mereka terus menanjak dengan catatan 11 laga tanpa kekalahan yang kini menjadi modal penting untuk bersaing di papan atas.
Gol Fretes dan Debut Manis Bruno Paraiba
Pada laga pekan ke-18 ini, Persebaya Surabaya sebenarnya tidak tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun efektivitas menjadi kunci. Dua gol yang dicetak Gali Fretes pada menit ke-35 membuka jalan kemenangan. Gol tersebut lahir dari kerja keras dan disiplin skema permainan yang diterapkan tim pelatih.
Momen yang paling dinanti publik Stadion Sultan Agung akhirnya datang pada menit ke-74. Bruno Paraiba yang masuk dari bangku cadangan sukses memanfaatkan peluang dan mencetak gol debutnya. Gol itu bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa Persebaya Surabaya kini punya opsi tajam di lini depan.
Strategi Negatif tapi Efektif
Menariknya, Persebaya Surabaya dalam laga ini justru tidak mengendalikan permainan. Di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares—yang dikenal dengan pendekatan pragmatis—Persebaya bermain dengan gaya yang kerap disebut “negatif”, namun terbukti efektif.
Setiap kali menguasai bola, pemain Persebaya Surabaya memilih untuk memindahkan arah permainan dengan cepat. Strategi ini membuat PSIM Yogyakarta harus terus mengejar bola dan kehilangan ritme permainan. Alhasil, lawan kesulitan membangun serangan yang berbahaya.
Pertahanan Solid Jadi Kunci
Selain efektivitas serangan, kekuatan utama Persebaya Surabaya terletak pada pertahanan yang solid. Lini belakang tampil disiplin dan minim kesalahan, membuat PSIM Yogyakarta kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang laga.
Catatan 11 laga tanpa kekalahan menjadi bukti bahwa keseimbangan antara bertahan dan menyerang kini telah ditemukan oleh tim pelatih. Persebaya Surabaya tidak selalu harus tampil cantik, namun mampu menang dengan pendekatan yang realistis.
Kredit untuk Pemain Debutan
Selain Bruno Paraiba, kredit juga layak diberikan kepada Bruno Peba dan Jefferson yang menjalani laga debut mereka. Kehadiran pemain-pemain baru ini menambah kedalaman skuad dan memberi variasi strategi bagi Persebaya Surabaya di sisa musim BRI Super League.
Dengan performa yang terus menanjak dan kepercayaan diri yang meningkat, Persebaya Surabaya kini pantas diperhitungkan sebagai kandidat kuat penantang papan atas. Konsistensi akan menjadi kunci apakah Bajul Ijo mampu menjaga momentum hingga akhir musim.
Editor : Dyah Wulandari