BANTUL – Laga Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta akan menjadi ujian berat bagi Bajul Ijo di awal putaran kedua Liga 1 Indonesia 2025/2026. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (25/1/2026) pukul 15.30 WIB. Duel ini bukan sekadar laga tandang biasa, melainkan momentum penting kebangkitan Persebaya setelah melakukan perombakan skuad di bursa transfer Januari.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, secara tegas menargetkan kemenangan sebagai hasil wajib. Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta menjadi tolok ukur awal efektivitas racikan anyar sang pelatih asal Portugal di paruh kedua musim. Sorotan utama tertuju pada rencana berani Tavares yang dikabarkan siap langsung menurunkan empat pemain asing anyar sebagai starter.
Keputusan tersebut jelas mengundang perhatian publik. Adaptasi pemain baru kerap menjadi faktor krusial dalam menentukan hasil pertandingan, terlebih menghadapi PSIM yang tampil solid di kandang sendiri. Namun, Tavares tampaknya tak ingin menunggu terlalu lama dan memilih mengambil risiko demi hasil maksimal.
Ernando Ari Tetap Jadi Pilar di Bawah Mistar
Untuk posisi penjaga gawang, Persebaya diprediksi kembali mengandalkan Ernando Ari. Kiper berusia 23 tahun itu masih menjadi pilihan utama berkat konsistensi dan kualitasnya sepanjang musim. Dari 16 penampilan di semua kompetisi, Ernando mencatatkan lima clean sheet dan berperan besar menjaga stabilitas lini belakang Bajul Ijo.
Dengan refleks cepat dan keberanian dalam duel satu lawan satu, Ernando diharapkan mampu meredam tekanan PSIM yang dikenal agresif saat bermain di Bantul.
Lini Belakang Kombinasi Pengalaman dan Wajah Baru
Di sektor pertahanan, Bernardo Tavares diperkirakan menurunkan Catur Pamungkas di posisi bek kanan. Pemain berusia 26 tahun itu dikenal agresif dan rajin membantu serangan lewat overlap. Kontribusinya musim ini cukup signifikan dengan satu gol dan tiga assist.
Untuk bek tengah, Gustavo Fernandez berpeluang menjalani debutnya bersama Persebaya. Bek asal Brasil tersebut direkrut dari Penafiel dan membawa pengalaman kompetisi Eropa. Ia diprediksi akan berduet dengan Risto Mitrevski, bek senior asal Makedonia Utara yang memiliki kepemimpinan kuat dan ketenangan dalam bertahan.
Sementara di sisi kiri, Jefferson hampir pasti dipercaya sebagai starter. Bek kiri asal Brasil itu diharapkan memberi energi baru dan keseimbangan antara bertahan dan menyerang di sektor kiri pertahanan.
Baca Juga: Isu Rapel Pensiunan 2026 Kembali Viral, Pemerintah Tegaskan Mekanisme Resmi, Skema Bertahap, dan Pentingnya Pemutakhiran Data
Lini Tengah: Keseimbangan Jadi Kunci
Di lini tengah, Rahmat Rian Irianto diprediksi mengisi peran gelandang bertahan. Disiplin, kuat dalam duel, dan cerdas membaca permainan, Rian menjadi jangkar penting Persebaya. Ia akan didampingi Tony Firmansyah, gelandang muda dengan mobilitas tinggi yang mampu menjaga intensitas permainan.
Peran kreatif kembali dipercayakan kepada Francisco Rivera. Gelandang asal Meksiko itu menjadi motor serangan Persebaya dengan catatan empat gol dan lima assist musim ini. Rivera diharapkan mampu mengontrol tempo dan membongkar pertahanan PSIM lewat umpan-umpan terukur.
Lini Depan: Daya Gedor Baru Bajul Ijo
Di sektor serang, Gali Freitas diprediksi mengisi sayap kanan. Kecepatan dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu menjadi senjata utama Persebaya. Di sisi kiri, Bruno Paraiba berpeluang menjalani debut sebagai starter. Pemain asal Brasil itu diharapkan memberi dimensi baru lewat kekuatan fisik dan akselerasinya.
Untuk penyerang tengah, nama Bruno Moreira hampir pasti menjadi pilihan utama. Dengan tujuh gol dan tiga assist musim ini, Bruno menjadi tumpuan utama lini serang Bajul Ijo dan diharapkan kembali menjadi pembeda dalam laga Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta.
Baca Juga: Ambisi Perempuan Muda Jebolan Diajeng Kota Blitar 2024 Digitalisasi Program Tradisi-Budaya
Momentum Kebangkitan Persebaya
Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Persebaya untuk membuka putaran kedua Liga 1 dengan hasil positif. Racikan Bernardo Tavares yang memadukan pemain lama dan wajah baru diharapkan membuat Bajul Ijo tampil lebih agresif dan efektif sejak menit awal.
Namun, PSIM Yogyakarta sebagai tuan rumah tentu tak akan memberi jalan mudah. Dukungan publik Bantul dan rekor kandang yang solid membuat laga ini diprediksi berlangsung sengit. Kunci kemenangan Persebaya terletak pada adaptasi cepat pemain anyar, disiplin taktik, dan ketajaman penyelesaian akhir.
Baca Juga: Kemenag Kabupaten Blitar Tegaskan Mulai Tahun Ini Ijop Ponpes Wajib Kantongi Syarat PBG
Editor : Dyah Wulandari