BANTUL – Laga bertajuk Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18 Super League 2025/2026 menjadi panggung pembuktian keberanian Bernardo Tavares. Bertanding di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (25/1/2026) sore WIB, Bajul Ijo tampil dominan dan sukses mempermalukan tuan rumah dengan skor telak 3-0.
Sejak awal, duel Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta memang sudah menyita perhatian publik sepak bola nasional. Starting line up yang dirilis manajemen Persebaya langsung menjadi bahan perbincangan, terutama keputusan Tavares menurunkan Jefferson Silva sebagai starter di laga panas ini. Keputusan tersebut terbilang berani mengingat sang pemain baru bergabung dan belum sepenuhnya beradaptasi dengan ritme kompetisi.
Keberanian Bernardo Tavares itu ternyata tidak sia-sia. Persebaya tampil solid sejak menit awal dan menunjukkan identitas permainan yang mulai matang di putaran kedua Super League. PSIM yang berstatus tuan rumah pun dibuat kesulitan mengembangkan permainan.
Keputusan Berani Bernardo Tavares
Bernardo Tavares mengakui timnya masih berada dalam fase transisi. Pelatih asal Portugal itu tengah memperkenalkan sejumlah ide baru, baik dalam organisasi bertahan maupun skema menyerang. Ia menekankan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu, namun optimistis timnya bisa terus berkembang.
Di lini tengah, Tavares memadukan energi muda Tony Firmansyah dengan pengalaman Milos Rayovic dan kreativitas Francisco Rivera. Kombinasi ini terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan permainan sekaligus mengontrol tempo laga.
Sementara itu, di sektor depan, pendekatan taktis non-konvensional kembali digunakan. Skema false nine kembali diandalkan dengan Gali Freitas dipercaya sebagai penyerang tengah palsu. Pergerakan cair pemain Timor Leste itu menjadi kunci untuk membuka ruang bagi Bruno Moreira dan Malik Risaldi di sisi sayap.
Babak Pertama: Persebaya Unggul Lebih Dulu
Sejak kickoff, Persebaya langsung menekan pertahanan PSIM. Umpan silang Francisco Rivera di menit awal sempat menciptakan peluang, meski belum berbuah gol. PSIM mencoba merespons lewat tendangan keras Jev Valente pada menit ke-7, namun masih bisa digagalkan kiper Ernando Ari.
Persebaya akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-35. Berawal dari kerja sama apik antara Rivera dan Bruno Moreira, bola disodorkan kepada Gali Freitas. Tanpa ragu, Gali melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihalau Cahya Supriadi. Skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya Surabaya bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Bajul Ijo Menggila
Memasuki babak kedua, PSIM berusaha tampil lebih agresif. Beberapa peluang sempat tercipta lewat Jev Valente dan Fahreza Sudin, namun penampilan impresif Ernando Ari membuat gawang Persebaya tetap aman.
Persebaya justru semakin nyaman mengontrol permainan. Tekanan yang terus diberikan akhirnya berbuah gol kedua pada menit ke-74. Baru empat menit berada di lapangan, Bruno Paraiba langsung mencatatkan namanya di papan skor lewat sepakan kaki kiri yang akurat.
Keunggulan Bajul Ijo semakin lengkap pada menit ke-84. Rahmat Rian Irianto melakukan solo run dari tengah lapangan, melewati beberapa pemain PSIM sebelum mengecoh kiper Cahya Supriadi. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0 bagi Persebaya.
Sinyal Kebangkitan Persebaya
Hasil Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta ini menjadi sinyal positif bagi Bajul Ijo di putaran kedua Super League. Keberanian Bernardo Tavares melakukan eksperimen taktik terbukti membuahkan hasil. Persebaya tak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga efektif saat menyerang.
Kemenangan ini juga membuat Persebaya kian percaya diri dalam persaingan papan atas. Dengan performa yang terus meningkat, Bajul Ijo siap menjadi ancaman serius bagi tim-tim lain di Super League 2025/2026.
Baca Juga: Soroti Tantangan Budi Daya Ikan di Blitar, Disnakkan Sebut Produksi Dipengaruhi Banyak Faktor
Editor : Dyah Wulandari