BANTUL – Persebaya Surabaya membuka putaran kedua Super League 2025–2026 dengan sinyal kuat. Kemenangan 3-0 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, menjadi panggung pembuktian debut Bruno Paraiba sekaligus penanda fase baru perombakan skuad Green Force.
Nama Persebaya Surabaya langsung mencuri perhatian lewat performa agresif dan efektif. Bruno Paraiba, penyerang asal Brasil yang masuk dari bangku cadangan, tampil impresif dengan mencetak gol hanya beberapa menit setelah menginjakkan kaki di lapangan. Debut manis ini langsung menjawab ekspektasi publik Bonek.
Gol pembuka Persebaya Surabaya sendiri dicetak Paulo Domingos Galda Costa Freitas alias Gali Freitas. Ia sukses memaksimalkan assist cerdas dari Bruno Moreira Suarez dan membawa Persebaya unggul 1-0. Gol tersebut membuat tempo permainan sepenuhnya berada dalam kendali tim asal Kota Pahlawan.
Debut Bruno Paraiba Jadi Pembeda
Masuk sebagai pemain pengganti, Bruno Paraiba langsung memberi dampak signifikan. Mobilitas tinggi, penempatan posisi yang tepat, serta ketenangan dalam penyelesaian akhir menjadi nilai lebih striker anyar Persebaya Surabaya tersebut.
Gol yang dicetak Bruno Paraiba mempertegas kepercayaan tim pelatih terhadap proses regenerasi lini depan. Kehadirannya memberi dimensi baru dalam skema serangan dan membuat Persebaya tampil lebih variatif.
Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem Angin Kencang, Sejumlah Pohon di Kota Blitar Tumbang Rusak Fasilitas Umum
Solid di Semua Lini
Tak hanya lini depan, performa lini tengah dan belakang Persebaya Surabaya juga patut diapresiasi. Ernando Ari Sutaryadi kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang utama. Ia tampil disiplin dan sigap dalam mengantisipasi tekanan PSIM sepanjang laga.
Koordinasi antarlini berjalan rapi, membuat Persebaya mampu menjaga keunggulan hingga laga usai. Kemenangan ini menjadi modal penting untuk menjaga momentum di tengah ketatnya persaingan Super League musim ini.
Baca Juga: Pengprov Lantik Pengurus Pengkab PELTI Blitar Masa Bakti 2025-2029, Ini Dia Sosok Nakhoda Barunya
Dinamika Mantan Pemain Jadi Sorotan
Di luar pertandingan, Persebaya Surabaya juga menjadi pusat perhatian lewat kabar mantan pemainnya. Dua nama asing, Diego Mauricio dan Dejan Tumbas, ramai dibicarakan jelang bergulirnya putaran kedua Super League.
Diego Mauricio dipastikan telah meninggalkan Persebaya Surabaya pada Januari 2026. Striker asal Brasil tersebut resmi bergabung dengan Inter Kashi, klub promosi di Indian Super League. Selama berseragam Green Force, Diego mencatatkan tujuh penampilan tanpa gol maupun assist.
Sementara itu, Dejan Tumbas dikabarkan masuk radar Persis Solo. Rumor ini menguat seiring kedekatan relasi antarklub dan tren Persis yang aktif merekrut pemain asal Balkan. Jika resmi bergabung, Dejan diprediksi langsung memperkuat lini tengah klub asal Jawa Tengah tersebut.
Perombakan Besar Era Bernardo Tavares
Persebaya Surabaya kini memasuki fase baru di bawah arahan Bernardo Tavares. Perombakan skuad dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelepasan pemain, perubahan struktur tim, hingga rekrutmen pemain asing.
Total belanja pemain Persebaya Surabaya pada putaran kedua Super League 2025–2026 mencapai angka Rp13,91 miliar. Angka ini menjadi bukti keseriusan manajemen dalam meningkatkan daya saing tim.
Pedro Matos menjadi pemain asing keempat yang didatangkan pada paruh kedua musim ini. Gelandang pengatur tempo tersebut dikenal memiliki distribusi bola rapi dan kecerdasan membaca permainan. Nilai pasarnya mencapai Rp2,17 miliar, menjadikannya rekrutan strategis dari sisi kualitas dan investasi.
Selain Pedro Matos, Persebaya Surabaya juga merekrut Bruno Paraiba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandez. Bruno Paraiba ditebus dengan nilai sekitar Rp4 miliar dan diharapkan menjadi solusi di lini depan.
Sinyal Kuat untuk Pesaing
Dengan total belanja besar dan komposisi pemain anyar, Persebaya Surabaya mengirim sinyal jelas kepada para pesaing. Green Force siap tampil lebih solid dan kompetitif di putaran kedua Super League.
Keputusan melepas Dejan Tumbas pun ditegaskan sebagai bagian dari strategi. Bernardo Tavares menilai keseimbangan skuad lebih penting demi konsistensi performa jangka panjang.
Debut manis Bruno Paraiba, kedalaman skuad yang semakin merata, serta strategi matang tim pelatih menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya untuk menatap sisa musim dengan optimisme tinggi.
Editor : Dyah Wulandari