BLITAR – Isu lambannya proses pengukuran tanah dan pendaftaran sertifikat kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan kanal YouTube. Keluhan warga muncul terkait antrean panjang pengukuran lahan, keterbatasan petugas, hingga proses pendaftaran tanah yang dinilai memakan waktu lama. Isu ini menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan kepastian hukum hak atas tanah masyarakat.
Beberapa konten viral menyebut keterlambatan pengukuran sebagai penghambat utama program sertifikasi tanah. Warganet menilai proses teknis di lapangan belum sebanding dengan tingginya kebutuhan layanan pertanahan, terutama di daerah dengan tingkat transaksi tanah yang tinggi.
Menanggapi isu tersebut, BPN Jawa Timur memastikan telah mengambil langkah konkret untuk mempercepat pelayanan, khususnya pada aspek teknis pengukuran dan pemetaan tanah.
BPN Jatim Perkuat Garda Teknis
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur secara resmi melantik dan mengambil sumpah 22 Surveyor Berlisensi untuk wilayah kerja Jawa Timur. Pelantikan digelar di Aula Reforma Kanwil BPN Jatim, Surabaya, Selasa (20/1), sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia di bidang survei dan pemetaan.
Mewakili Kepala Kanwil BPN Jatim, Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Dony Novantoro menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan percepatan layanan pertanahan.
“Kehadiran para Surveyor Berlisensi ini adalah energi baru. Tidak ada waktu menunggu, setelah dilantik langsung tancap gas menyesuaikan ritme kerja BPN yang cepat dan dinamis,” tegasnya.
Peran Krusial dalam Program PTSL
Ke-22 Surveyor Berlisensi tersebut akan terlibat langsung dalam berbagai program strategis nasional, termasuk Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dalam program ini, akurasi data fisik tanah menjadi syarat mutlak sebelum sertifikat diterbitkan.
Surveyor berlisensi berperan memastikan hasil pengukuran lahan valid, presisi, dan sesuai standar teknis. Dengan tambahan tenaga ini, BPN Jatim menargetkan hambatan teknis di lapangan dapat ditekan secara signifikan.
Pelantikan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pejabat Kanwil BPN Jatim serta perwakilan Masyarakat Survei Kadastral Indonesia (MASKI) Komisariat Jawa Timur.
Baca Juga: Pengprov Lantik Pengurus Pengkab PELTI Blitar Masa Bakti 2025-2029, Ini Dia Sosok Nakhoda Barunya
Target “Jatim Lengkap” Dipercepat
BPN Jatim menegaskan bahwa penguatan SDM teknis menjadi kunci percepatan target “Jatim Lengkap”, yakni seluruh bidang tanah terpetakan dan terdaftar secara resmi. Dengan bertambahnya Surveyor Berlisensi, proses pengukuran diharapkan lebih cepat, akurat, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas isu viral yang berkembang, bahwa percepatan layanan pertanahan terus dilakukan secara sistematis dan terukur, bukan sekadar wacana.(*)
Editor : Rendra Febrian Permana