BANTUL – Persebaya Surabaya kembali menegaskan diri sebagai salah satu tim paling konsisten di BRI Super League musim ini. Bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Bajul Ijo sukses mengamankan tiga poin usai menundukkan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18. Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena memperpanjang tren positif Persebaya yang kini belum tersentuh kekalahan dalam 11 pertandingan terakhir.
Dalam laga tersebut, Persebaya Surabaya tak tampil dominan dalam penguasaan bola. Justru sebaliknya, PSIM Yogyakarta lebih banyak mengendalikan tempo permainan. Namun, efektivitas dan disiplin tinggi menjadi kunci kemenangan tim tamu. Persebaya membuktikan bahwa kemenangan tidak selalu harus diraih dengan permainan indah.
Sejak menit awal, PSIM Yogyakarta tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri. Aliran bola lebih banyak dikuasai Laskar Mataram yang mencoba membongkar pertahanan Persebaya melalui kombinasi umpan pendek. Namun, rapatnya lini belakang Bajul Ijo membuat setiap upaya PSIM kerap kandas sebelum memasuki area berbahaya.
Strategi Pragmatis Bernardo Tavares Berbuah Hasil
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menerapkan pendekatan yang sangat pragmatis. Persebaya tidak memaksakan diri menguasai bola. Setiap kali mendapat tekanan, bola segera dialirkan ke area lain untuk memecah konsentrasi lawan. Pola ini membuat pemain PSIM Yogyakarta harus bekerja ekstra keras saat melakukan pressing.
Strategi tersebut terbukti ampuh. Dengan organisasi pertahanan yang solid dan transisi cepat, Persebaya mampu memanfaatkan celah sekecil apa pun. Gol pembuka lahir pada menit ke-35 melalui aksi Gali Fretes. Berawal dari skema serangan balik cepat, Gali Fretes sukses memaksimalkan peluang dan membawa Persebaya unggul lebih dulu.
Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri Bajul Ijo. Meski terus ditekan, para pemain Persebaya tetap tenang dan disiplin menjaga bentuk permainan. PSIM mencoba membalas melalui beberapa percobaan dari luar kotak penalti, namun solidnya pertahanan Persebaya membuat skor tetap bertahan hingga turun minum.
Gol Selamat Datang Bruno Paraiba
Memasuki babak kedua, PSIM Yogyakarta kembali mencoba mengambil alih permainan. Namun Persebaya Surabaya tampil semakin matang. Pertahanan yang kokoh dipadukan dengan serangan balik cepat menjadi senjata utama.
Momen yang ditunggu publik Surabaya hadir pada menit ke-74. Striker anyar Persebaya, Bruno Paraiba, mencatatkan gol debutnya di BRI Super League. Mendapatkan ruang di lini depan, Bruno Paraiba berhasil memanfaatkan peluang dengan penyelesaian tenang yang tak mampu dibendung kiper PSIM. Gol ini sekaligus menjadi “gol selamat datang” bagi sang striker di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Gol Bruno Paraiba semakin mengukuhkan dominasi Persebaya dalam hal efektivitas. Meski tidak mengendalikan permainan, Bajul Ijo mampu memaksimalkan setiap peluang yang dimiliki. Hingga peluit panjang dibunyikan, PSIM Yogyakarta gagal mencetak gol balasan.
Persebaya Bangkit dari Awal Musim Sulit
Kemenangan ini menjadi kemenangan keempat beruntun Persebaya Surabaya di BRI Super League. Lebih dari itu, hasil positif ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Persebaya menjadi 11 laga beruntun. Terakhir kali Bajul Ijo menelan kekalahan adalah saat menjamu Persija Jakarta.
Catatan ini menjadi bukti kebangkitan Persebaya yang sempat terseok-seok di papan bawah klasemen pada awal musim. Sejak pergantian pelatih, performa tim menunjukkan peningkatan signifikan. Kerja keras seluruh pemain, termasuk kontribusi pemain baru seperti Bruno Paraiba, Bruno Peba, dan Jefferson, patut mendapat apresiasi.
Dengan hasil ini, Persebaya Surabaya terus merangsek ke papan atas klasemen dan menjaga peluang bersaing di jalur juara. Konsistensi dan mental baja menjadi modal penting Bajul Ijo untuk menghadapi laga-laga berat berikutnya di BRI Super League.
Editor : Dyah Wulandari