BANDUNG – Kehadiran Levin Kurzawa Persib Bandung terus menjadi topik utama dalam dinamika skuad Maung Bandung. Bek kiri berpengalaman Eropa itu diproyeksikan bukan sekadar sebagai tambahan pemain, tetapi bagian dari persiapan serius Persib untuk tampil maksimal di Super League dan AFC Champions League Two (ACL2) musim ini.
Menurut pengamat sepak bola nasional Ais Budianto, Kurzawa sejatinya dibutuhkan Persib untuk menambah kedalaman skuad di sektor pertahanan. Awalnya, Persib memang sempat dihadapkan pada situasi Federico Barba yang ingin kembali ke Italia karena alasan keluarga. Namun karena tidak adanya kesepakatan dengan klub peminat, Barba akhirnya bertahan hingga akhir musim.
“Kurzawa sudah terlanjur masuk tahap negosiasi dan dia bersedia. Ini pemain penting. Dia pernah membawa PSG ke final Liga Champions dan bermain bersama Neymar,” ujar Ais. Meski demikian, kondisi fisik Kurzawa menjadi catatan tersendiri mengingat riwayat cederanya yang cukup panjang.
Fleksibilitas Kurzawa di Lini Belakang
Masuknya Levin Kurzawa Persib Bandung memberi banyak opsi bagi pelatih Bojan Hodak. Selain berposisi asli sebagai bek kiri, Kurzawa juga mampu dimainkan sebagai bek tengah. Hal ini membuat lini belakang Persib semakin fleksibel dengan banyaknya pemain yang bisa mengisi lebih dari satu posisi.
“Dengan Kurzawa, kedalaman skuad Persib terjaga. Kalau ada yang cedera, tidak masalah karena banyak pemain yang punya kapasitas bagus,” tambah Ais.
Dion Marx, Pelapis U-23 dan Investasi Masa Depan
Selain Kurzawa, Persib juga membuat kejutan dengan merekrut Dion Marx tanpa bocoran apa pun. Bek muda timnas Indonesia U-22 ini diproyeksikan sebagai pelapis Kakang Rudianto sekaligus memenuhi regulasi satu pemain U-23 di Super League.
Menurut Ais, Dion Marx adalah bagian dari rencana jangka panjang Persib. “Selama ini Kakang tidak tergantikan. Kalau dia cedera, Persib agak bingung. Dion Marx jadi solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.
Keputusan Dion Marx meninggalkan Eropa untuk bergabung dengan Persib dinilai tepat. Pasalnya, selama berkarier di Eropa ia belum mendapat menit bermain reguler di tim utama. “Kalau di Persib dia dapat kesempatan bermain lebih banyak, tentu itu jauh lebih baik untuk perkembangannya,” kata Ais.
Rumor Joey Pelupessy dan Kebutuhan Gelandang Serang
Nama Joey Pelupessy sempat santer dikaitkan dengan Persib, namun rumor tersebut akhirnya dibantah manajemen. Ais menilai Persib sebenarnya tidak terlalu membutuhkan gelandang bertahan tambahan karena stok di posisi tersebut sudah melimpah.
“Yang Persib butuhkan justru attacking midfielder. Pemain nomor 10 yang benar-benar kreatif,” jelasnya.
Striker Baru Masih Jadi Tanda Tanya
Meski memiliki beberapa striker, Bojan Hodak disebut belum sepenuhnya puas dengan daya gedor tim. Nama Marco Dugandzic kembali mencuat sebagai kandidat penyerang baru. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah Persib akan menambah striker atau justru memperkuat posisi kiper.
Di sektor penjaga gawang, performa Teja Paku Alam terus mendapat pujian. Catatan clean sheet terbanyak dengan jumlah kebobolan paling sedikit menjadikannya salah satu kiper lokal terbaik di Super League.
Adam Zek dan Masa Depan di Persib
Tidak masuknya nama Adam Zek dalam daftar susunan pemain memunculkan spekulasi. Ais menilai kiper asing tersebut berpeluang dilepas karena kontribusinya minim dan sering dilanda cedera. Jika Persib mendatangkan kiper baru, kemungkinan besar berstatus pemain lokal seperti Cyrus Margono.
Bojan Hodak Layak Dipertahankan
Kontrak Bojan Hodak yang akan berakhir di akhir musim turut menjadi sorotan. Ais meyakini Persib akan mempertahankan pelatih asal Kroasia itu. “Dia satu-satunya pelatih yang membawa Persib back to back. Melepas Bojan akan jadi PR besar,” ujarnya.
Dengan komposisi pemain yang semakin solid dan kehadiran Levin Kurzawa Persib Bandung, Maung Bandung dinilai siap bersaing di level domestik dan Asia. Tinggal menunggu apakah kejutan transfer berikutnya akan kembali hadir sebelum bursa ditutup.