Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Persib Bandung: Berdiri 14 Maret 1933, Vakum di Era Jepang, Bangkit dan Berjaya di Perserikatan 80–90an

Novica Satya Nadianti • Selasa, 27 Januari 2026 | 17:25 WIB

 

Sejarah Persib Bandung sejak berdiri 14 Maret 1933, vakum era Jepang, hingga berjaya di Perserikatan 80–90an bersama generasi emas.
Sejarah Persib Bandung sejak berdiri 14 Maret 1933, vakum era Jepang, hingga berjaya di Perserikatan 80–90an bersama generasi emas.

BANDUNG - Sejarah Persib Bandung memasuki babak penting pada 14 Maret 1933. Pada tanggal inilah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Bandung atau Persib Bandung resmi berdiri dan menjadi simbol perjuangan rakyat Kota Bandung serta Jawa Barat. Sejak awal kelahirannya, Persib bukan hanya klub sepak bola, tetapi juga alat pemersatu dan perlawanan kultural terhadap penjajahan.

Kehadiran Persib Bandung ternyata memicu reaksi dari pihak kolonial. Pada awal 1937, sejumlah orang Belanda mendirikan Voetbal Bond Bandung en Omstreken (VBO) sebagai klub tandingan. Klub ini mendapat fasilitas latihan dan pertandingan di pusat Kota Bandung, sesuatu yang sulit didapatkan Persib kala itu. Namun realitas di lapangan berkata lain, masyarakat Bandung justru lebih mencintai Persib Bandung yang dianggap mewakili identitas pribumi.

Dukungan Rakyat dan Meredupnya Klub Kolonial

Popularitas Persib Bandung terus meningkat. Sejumlah klub yang sebelumnya tergabung dalam organisasi bentukan Belanda, seperti UNI dan SIDOLIG, akhirnya memilih bergabung dengan Persib. Fenomena ini menegaskan bahwa Persib telah menjadi magnet utama sepak bola di Bandung dan sekitarnya.

Namun perjalanan Persib sempat terhenti ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Pada masa pendudukan Jepang, seluruh aktivitas sepak bola dihentikan, termasuk kegiatan Persib Bandung. Klub kebanggaan Bobotoh ini terpaksa vakum sementara waktu.

Bangkit Pasca Perang dan Juara Kembali

Memasuki era 1940-an, sepak bola Indonesia mulai bangkit kembali. Pada tahun 1948, Persib Bandung dibentuk ulang untuk mengikuti kompetisi Liga Perserikatan. Sejak saat itu, Persib kembali menegaskan eksistensinya sebagai kekuatan utama sepak bola nasional.

Setelah sebelumnya menjuarai Perserikatan pada 1937, Persib Bandung kembali meraih gelar juara pada tahun 1961 dengan mengalahkan PSM Ujungpandang di partai final. Berkat prestasi tersebut, Persib dipercaya mewakili Indonesia pada Piala Aga Khan di Pakistan tahun 1962, sebuah kehormatan besar bagi klub daerah pada masa itu.

Era Kelabu dan Kebangkitan Kembali

Sejarah Persib Bandung tidak selalu berjalan mulus. Era 1970-an menjadi periode kelabu akibat perubahan format kompetisi. Persib sempat tidak berada di kasta tertinggi sepak bola nasional. Kondisi ini memaksa klub melakukan pembenahan besar-besaran.

Kebangkitan mulai terasa pada awal 1980-an ketika Persib mendatangkan pelatih asing asal Polandia, Marek Janota. Sosok berkarakter tegas ini melakukan revolusi pembinaan, terutama di level usia muda. Hasilnya, Persib kembali ke Divisi Utama dan mulai melahirkan generasi emas.

Era Emas 1980-an dan Final Bersejarah

Periode 1980-an menjadi salah satu fase paling menarik dalam sejarah Persib Bandung. Sejumlah pemain legendaris lahir pada masa ini, seperti Robi Darwis, Adeng Hudaya, Ajat Sudrajat, hingga Djadjang Nurdjaman. Persib dua kali mencapai final Perserikatan pada 1984 dan 1985, meski harus puas sebagai runner-up setelah kalah adu penalti dari PSMS Medan.

Final Perserikatan 1985 tercatat sebagai yang paling spektakuler sepanjang sejarah, dengan jumlah penonton mencapai lebih dari 150 ribu orang di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Rekor ini masih dikenang hingga kini.

Penantian panjang akhirnya terbayar pada final Perserikatan 1986. Persib Bandung keluar sebagai juara setelah mengalahkan Perseman Manokwari lewat gol tunggal Djadjang Nurdjaman.

Menutup Era dengan Gelar Juara

Prestasi Persib Bandung di era 1980-an sangat gemilang. Selain menjuarai Perserikatan, Persib juga meraih trofi Siliwangi Cup, Marahalim Cup, serta berjaya di Pesta Sukan Brunei. Dekade tersebut ditutup dengan manis saat Persib kembali menjuarai Perserikatan pada tahun 1990, usai menundukkan Persebaya Surabaya 2-0 di partai final.

Sejarah Persib Bandung pada periode ini menegaskan satu hal: klub ini selalu mampu bangkit dari keterpurukan dan kembali berjaya berkat kekuatan tradisi, pembinaan, dan dukungan Bobotoh.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#perserikatan #bobotoh #sejarah persib bandung #persib bandung #sepak bola indonesia