Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Persib Bandung dari Masa ke Masa: Lahir dari Nasionalisme, Raja Perserikatan, hingga Back to Back Juara Liga 1

Novica Satya Nadianti • Selasa, 27 Januari 2026 | 17:30 WIB

 

Sejarah Persib Bandung dari era kolonial, raja Perserikatan, juara Liga Indonesia pertama, hingga back to back juara Liga 1 modern.
Sejarah Persib Bandung dari era kolonial, raja Perserikatan, juara Liga Indonesia pertama, hingga back to back juara Liga 1 modern.

BANDUNG - Sejarah Persib Bandung memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Klub berjuluk Maung Bandung ini bukan hanya lahir sebagai entitas olahraga, tetapi juga sebagai simbol perjuangan dan persatuan rakyat pribumi di tengah penjajahan. Dari era kolonial hingga sepak bola modern, Persib terus menorehkan jejak penting dalam perjalanan sepak bola nasional.

Era Awal dan Cikal Bakal (1919–1933)

Sejarah Persib Bandung bermula jauh sebelum nama Persib dikenal luas. Sekitar tahun 1919—meski sebagian sumber menyebut 1923—berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). Organisasi ini menjadi salah satu perkumpulan sepak bola pribumi yang berperan penting dalam mengembangkan sepak bola nasional dan ikut membidani lahirnya PSSI pada 1930.

Namun seiring waktu, kiprah BIVB sempat meredup. Di Bandung kemudian muncul organisasi baru, salah satunya Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB), yang membawa semangat kebangsaan lebih kuat dan menolak dominasi sepak bola kolonial.

Kelahiran Persib Bandung (1933)

Tonggak sejarah penting terjadi pada 14 Maret 1933. Pada tanggal tersebut, PSIB dan organisasi sepak bola lain di Bandung sepakat melebur melalui proses fusi dan membentuk Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib Bandung). Anwar St. Pamoenjak ditunjuk sebagai ketua umum pertama.

Tanggal 14 Maret 1933 inilah yang hingga kini diperingati sebagai hari jadi Persib Bandung. Sejak awal, Persib diposisikan sebagai alat perjuangan rakyat Bandung dan Jawa Barat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme melalui sepak bola.

Era Perserikatan: Dominasi Klub Amatir (1933–1994)

Pada era Perserikatan, Persib Bandung menjelma menjadi salah satu kekuatan dominan sepak bola nasional. Klub ini bersaing ketat dengan tim-tim besar lain seperti Persija Jakarta dan PSMS Medan.

Gelar juara Perserikatan pertama diraih Persib pada tahun 1937, menandai kebangkitan klub di level nasional. Kejayaan kembali berulang pada tahun 1961, ketika Persib tampil sebagai juara dan dipercaya mewakili Indonesia di ajang internasional.

Masa keemasan Persib terjadi pada dekade 1980-an hingga awal 1990-an. Di bawah sentuhan pelatih-pelatih seperti Nandar Iskandar dan Indra Thahir, Persib memiliki skuad yang dikenal sebagai “Dream Team”. Pada periode ini, Persib menjuarai Perserikatan pada 1986, 1989, dan 1990, serta menutup era Perserikatan sebagai juara terakhir pada musim 1993–1994.

Era Liga Indonesia dan Profesionalisme (1994–Sekarang)

Sejarah Persib Bandung memasuki babak baru ketika kompetisi amatir Perserikatan dan liga semi-profesional Galatama dilebur menjadi Liga Indonesia pada 1994. Persib langsung mencetak sejarah dengan menjadi juara edisi pertama Liga Indonesia musim 1994–1995.

Keberhasilan tersebut terasa istimewa karena Persib meraih gelar dengan mengandalkan pemain lokal tanpa satu pun pemain asing, usai mengalahkan Petrokimia Putra di partai final.

Namun setelah kejayaan 1995, Persib memasuki masa paceklik panjang. Selama hampir 19 tahun, Maung Bandung gagal meraih gelar liga meski tetap menjadi klub besar dengan dukungan Bobotoh yang sangat loyal.

Kutukan itu akhirnya terputus pada 2014, ketika Persib di bawah asuhan Djadjang Nurdjaman menjuarai Indonesia Super League usai mengalahkan Persipura Jayapura melalui adu penalti.

Era Modern dan Back to Back Juara

Dalam era modern Liga 1, Persib kembali menunjukkan dominasinya. Puncaknya terjadi pada musim 2023–2024, saat Persib sukses meraih gelar BRI Liga 1. Prestasi itu berlanjut pada musim 2024–2025, ketika Persib mencatatkan sejarah dengan back to back juara Liga 1.

Rangkaian prestasi tersebut menegaskan bahwa Persib Bandung bukan sekadar klub sepak bola, melainkan warisan sejarah, identitas budaya, dan simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat dari generasi ke generasi.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#maung bandung #bobotoh #sejarah persib bandung #liga 1 indonesia #persib bandung