BLITAR - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad temui Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (…). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis yang menyentuh langsung kepentingan publik, mulai dari kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol), reforma agraria, hingga aspirasi kepala desa dari seluruh Indonesia.
Momen pertemuan antara Sufmi Dasco Ahmad dan Presiden Prabowo Subianto itu diunggah melalui akun resmi Sekretariat Kabinet. Dalam tayangan tersebut, terlihat keduanya duduk berhadapan di sebuah meja besar dalam salah satu ruangan di Istana Kepresidenan, menandai pertemuan yang bersifat serius namun komunikatif.
Pertemuan ini menegaskan bahwa Sufmi Dasco Ahmad temui Prabowo tidak sekadar silaturahmi politik, melainkan forum penyampaian berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini menjadi perhatian DPR. Sejumlah isu publik yang dibahas dinilai krusial dan berdampak luas bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Bahas Kesejahteraan Pengemudi Ojek Online
Salah satu topik utama yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah kesejahteraan pengemudi ojek online. Dasco menyampaikan pentingnya perhatian negara terhadap para pekerja sektor transportasi digital yang jumlahnya terus meningkat dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Isu kesejahteraan ojol mencakup perlindungan sosial, kepastian pendapatan, hingga jaminan kerja yang lebih layak. Pemerintah dinilai perlu hadir untuk memastikan ekosistem transportasi online tetap berkeadilan, baik bagi pengemudi maupun penyedia layanan.
Pembahasan ini menjadi relevan di tengah dinamika ekonomi digital yang berkembang pesat dan tantangan hidup yang semakin kompleks bagi para pekerja informal.
Reforma Agraria dan Redistribusi Lahan
Selain soal ojol, Sufmi Dasco Ahmad temui Prabowo juga membahas isu reforma agraria dan redistribusi lahan. Topik ini menekankan pentingnya kebijakan pertanahan yang berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya petani dan warga di pedesaan.
Reforma agraria dinilai menjadi kunci dalam mengurangi ketimpangan penguasaan lahan serta mendorong pemerataan ekonomi. Redistribusi lahan yang adil diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat desa.
Pembahasan ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan sektor agraria sebagai fondasi ketahanan pangan dan ekonomi berkelanjutan.
Aspirasi Kepala Desa Se-Indonesia
Dalam pertemuan tersebut, Dasco juga menyampaikan aspirasi dari para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI). Aspirasi itu mencerminkan kebutuhan dan harapan pemerintah desa terhadap keberlanjutan program-program nasional.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah perlunya optimalisasi realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan di wilayah pedesaan.
Para kepala desa berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan maksimal, tepat sasaran, dan melibatkan peran aktif pemerintah desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Tak hanya isu domestik, Sufmi Dasco Ahmad temui Prabowo juga membahas penyelenggaraan pelayanan ibadah haji tahun 2026. Evaluasi dan persiapan dini dinilai penting untuk memastikan pelayanan haji berjalan lebih baik, aman, dan nyaman bagi jemaah Indonesia.
Penyelenggaraan haji menjadi agenda rutin yang membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga pelayanan kesehatan. Pemerintah diharapkan terus melakukan perbaikan berbasis evaluasi tahun-tahun sebelumnya.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen pemerintah dan DPR dalam merespons berbagai persoalan publik secara menyeluruh, baik yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, pembangunan desa, hingga pelayanan ibadah.(*)
Editor : Rendra Febrian Permana