Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah The Jakmania Lengkap Terungkap: Dideklarasikan 19 Desember 1997, Dihadiri 40 Pendiri, dan Direstui Langsung Manajemen Persija

Vicky Hernanda • Rabu, 28 Januari 2026 | 19:00 WIB
Sejarah The Jakmania Lengkap Terungkap: Dideklarasikan 19 Desember 1997, Dihadiri 40 Pendiri, dan Direstui Langsung Manajemen Persija
Sejarah The Jakmania Lengkap Terungkap: Dideklarasikan 19 Desember 1997, Dihadiri 40 Pendiri, dan Direstui Langsung Manajemen Persija

BLITAR – Sejarah The Jakmania sebagai organisasi suporter Persija Jakarta kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video YouTube mengulas secara rinci proses pendiriannya. Video tersebut menegaskan bahwa The Jakmania didirikan secara resmi pada 19 Desember 1997 melalui sebuah deklarasi yang berlangsung di Graha Wisata Kuningan, Jakarta, dan dihadiri oleh 40 orang pendiri.

Dalam penjelasan yang disampaikan, sejarah The Jakmania tidak bisa dilepaskan dari dukungan penuh manajemen Persija Jakarta. Restu tersebut ditunjukkan dengan kehadiran langsung Diza Rasyid Ali yang saat itu menjabat sebagai manajer tim Persija Jakarta. Kehadiran unsur manajemen klub ini menjadi penanda bahwa The Jakmania sejak awal dibentuk sebagai organisasi suporter resmi.

Video itu juga menegaskan bahwa sejarah The Jakmania mencatat nama Muhammad Gunawan Hendro Martono atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gugun Gondrong sebagai Ketua Umum pertama. Penunjukan Gugun dilakukan melalui kesepakatan hampir seluruh peserta deklarasi, menandai awal kepemimpinan formal dalam tubuh organisasi suporter Macan Kemayoran tersebut.

Deklarasi 40 Pendiri dan Struktur Awal Organisasi

Ke-40 orang yang hadir dalam deklarasi pendirian The Jakmania kemudian dikenal sebagai JM 1 hingga JM 40. Gugun Gondrong tercatat sebagai JM 1 selaku Ketua Umum pertama, sementara Ferry Indra Syarif menempati posisi JM 2 sebagai Wakil Ketua Umum. Dari total 40 pendiri tersebut, terdapat tiga orang yang berasal dari manajemen Persija Jakarta, yakni Diza Rasyid Ali, Mini Alqamar, dan Edi Sukatmo.

Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Gugun Gondrong langsung mengambil langkah cepat dengan menunjuk sejumlah peserta deklarasi untuk membantu menjalankan roda organisasi. Dalam deklarasi tersebut juga disepakati bahwa masa kepengurusan The Jakmania berlangsung selama dua tahun. Setelah masa kepengurusan berakhir, organisasi wajib menggelar pemilihan kepengurusan baru secara terbuka.

Pergantian Ketua Umum The Jakmania

Seiring berakhirnya masa kepengurusan Gugun Gondrong, tongkat estafet kepemimpinan The Jakmania kemudian beralih kepada Ferry Indra Syarif atau yang akrab disapa Ferry. Ferry dipercaya memimpin The Jakmania dalam periode 1999 hingga 2001. Tidak berhenti di situ, Ferry kembali mendapatkan mandat untuk memimpin pada periode 2001–2003 dan berlanjut pada periode 2003–2005.

Rangkaian periode kepemimpinan ini menunjukkan bahwa The Jakmania sejak awal berupaya menjaga kesinambungan organisasi melalui mekanisme yang terstruktur. Sistem kepengurusan yang jelas menjadi fondasi penting bagi perkembangan The Jakmania sebagai organisasi suporter yang solid dan terorganisasi.

Asal-usul Nama The Jakmania

Video tersebut juga mengungkap alasan di balik pemilihan nama The Jakmania. Salah satu pertimbangannya adalah keinginan menciptakan suasana baru dalam dunia suporter Persija Jakarta. Nama tersebut dipilih agar mudah dikenali sebagai kelompok pendukung klub asal ibu kota.

Selain itu, penggunaan istilah berbau Barat dalam nama The Jakmania juga tidak lepas dari tren anak muda pada akhir 1990-an. Pada masa itu, gaya penamaan dengan istilah asing dianggap lebih modern. Padahal sebelumnya, Persija Jakarta sangat identik dengan julukan lokal seperti Abang Jampang atau Macan Kemayoran yang kental dengan nuansa budaya Betawi.

Perkembangan dan Ekspansi Dukungan

Dalam perjalanannya, The Jakmania terus berkembang pesat. Basis pendukungnya tidak lagi terbatas pada warga Jakarta, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Untuk mengakomodasi pertumbuhan tersebut, The Jakmania kemudian membentuk koordinator wilayah atau korwil sebagai perpanjangan struktur organisasi di daerah.

Meski demikian, video tersebut juga mengingatkan bahwa The Jakmania bukanlah organisasi suporter pertama yang mendukung Persija Jakarta. Sebelumnya, pada Desember 1994, pernah berdiri kelompok Persija Fans Club yang diresmikan oleh Midrus. Namun kelompok tersebut tidak bertahan lama karena gagal meraih simpati luas dari pendukung Persija Jakarta.

Fondasi Kuat The Jakmania

Dari paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa The Jakmania berdiri di atas fondasi yang kuat, baik dari sisi legalitas, dukungan manajemen klub, maupun struktur organisasi. Sejarah panjang itulah yang membuat The Jakmania mampu bertahan dan berkembang hingga kini sebagai salah satu organisasi suporter terbesar di Indonesia, sekaligus identitas penting bagi Persija Jakarta. (*)

Editor : Vicky Hernanda
#persija jakarta #suporter persija #Pendiri The Jakmania #the jakmania #Sejarah The Jakmania