Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Persib Bandung Lengkap dari 1923 hingga Era Liga Indonesia: Jejak Maung Bandung yang Tak Pernah Padam

Novica Satya Nadianti • Kamis, 29 Januari 2026 | 18:35 WIB

 

Sejarah Persib Bandung dari 1923 hingga era Liga Indonesia, penuh perjuangan, kejayaan, dan loyalitas Bobotoh yang tak pernah padam.
Sejarah Persib Bandung dari 1923 hingga era Liga Indonesia, penuh perjuangan, kejayaan, dan loyalitas Bobotoh yang tak pernah padam.

JAKARTA - Sejarah Persib Bandung bukan sekadar kisah klub sepak bola, melainkan potret panjang perjuangan, nasionalisme, dan loyalitas tanpa batas. Klub kebanggaan Jawa Barat ini memiliki akar sejarah kuat yang bahkan telah tumbuh jauh sebelum nama Persib resmi dikenal publik sepak bola Indonesia.

Cikal bakal Persib Bandung bermula pada tahun 1923 dengan berdirinya organisasi bernama Bandung Indonesia Football Bond (BIVB). Organisasi ini lahir di tengah semangat pergerakan nasional dan dipimpin oleh tokoh-tokoh pergerakan seperti Syamsuddin, kemudian dilanjutkan Raden Suryawinata, putra pahlawan nasional Raden Dewi Sartika. BIVB menjadi salah satu fondasi penting perkembangan sepak bola di Bandung.

Dalam perjalanan sejarah Persib Bandung, BIVB tercatat sebagai salah satu klub pendiri PSSI pada 1930 bersama sejumlah perkumpulan sepak bola lain dari berbagai daerah. PSSI saat itu dipimpin oleh Soeratin Sosrosoegondo, tokoh sentral sepak bola nasional. Namun, keberadaan BIVB tidak berlangsung lama dan akhirnya menghilang dari kancah sepak bola nasional.

Lahirnya Persib Bandung pada 14 Maret 1933

Kebangkitan sepak bola Bandung kembali terjadi ketika dua organisasi, Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Football Bond (NVB), sepakat melebur. Pada 14 Maret 1933, lahirlah klub baru bernama Persib Bandung, tanggal yang hingga kini diperingati sebagai hari lahir Maung Bandung.

Persib mulai menunjukkan taringnya di kompetisi Perserikatan. Setelah tiga kali menjadi runner-up pada 1933, 1934, dan 1936, Persib akhirnya meraih gelar juara pertamanya pada 1937 di Solo. Prestasi ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Persib Bandung di level nasional.

Mati Suri di Era Jepang, Bangkit Pasca Kemerdekaan

Memasuki era pendudukan Jepang pada 1942, aktivitas sepak bola nasional dilarang. Nama Persib pun sempat menghilang seiring dibubarkannya PSSI. Jepang mendirikan organisasi olahraga bernama Rengokai sebagai pengganti. Setelah Indonesia merdeka, Persib kembali muncul pada 1948 dan kompetisi Perserikatan kembali digelar.

Performa Persib kala itu naik turun. Baru pada 1961, Persib kembali mencicipi gelar juara setelah mengalahkan Persija Jakarta 3-1 di partai final. Prestasi tersebut membuat Persib dipercaya PSSI mewakili Indonesia dalam turnamen internasional di Pakistan.

Era Kejayaan dan Rivalitas Sengit

Perjalanan Persib tidak selalu mulus. Pada 1979, Persib sempat terdegradasi ke Divisi Satu setelah kalah dari Persiraja Banda Aceh. Namun hanya semusim, Persib kembali ke kasta tertinggi dan membangun era rivalitas panas dengan PSMS Medan.

Dua final Perserikatan 1982 dan 1984 mempertemukan Persib dengan PSMS. Final 1984 menjadi laga bersejarah karena disaksikan sekitar 150 ribu penonton di Stadion Senayan, rekor yang hingga kini belum terpecahkan.

Juara Terakhir Perserikatan dan Era Profesional

Kegagalan demi kegagalan justru memompa semangat Maung Bandung. Pada 1986, Persib menjuarai Perserikatan setelah mengalahkan Perseman Manokwari lewat gol tunggal Jajang Nurjaman. Gelar kembali diraih pada 1989 di bawah asuhan pelatih Ade Dana.

Persib menjadi juara terakhir kompetisi Perserikatan sebelum dilebur dengan Galatama. Sejarah kembali tercipta saat Persib menjuarai Liga Indonesia 1994, kompetisi profesional perdana, dengan skuad murni pemain lokal tanpa satu pun pemain asing.

Masa Paceklik hingga Kebangkitan 2014

Setelah itu, lemari trofi Persib sempat kosong cukup lama. Bahkan pada musim 2013, Persib nyaris terdegradasi meski telah mendatangkan pemain dan pelatih asing asal Polandia.

Kebangkitan besar terjadi pada 2014, ketika Persib menjuarai Liga Indonesia setelah menaklukkan Persipura Jayapura lewat adu penalti di Gelora Jakabaring Palembang. Setahun kemudian, Persib menambah koleksi gelar dengan menjuarai Piala Presiden 2015.

Bobotoh, Kekuatan Tak Terpisahkan

Tak bisa dipisahkan dari sejarah Persib Bandung adalah Bobotoh, suporter setia yang selalu menjadi pemain ke-12. Dengan jutaan pengikut di media sosial, Persib menjadi klub Indonesia dengan basis pendukung terbesar. Kelompok suporter seperti Viking Persib Club, yang berdiri sejak 17 Juli 1993, menjadi pelopor kultur suporter modern di Indonesia.

Meski belum memiliki stadion sendiri, Persib terus bertahan dan berkembang. Sejarah panjang ini membuktikan satu hal: Persib Bandung bukan sekadar klub, melainkan identitas dan kebanggaan yang hidup di hati jutaan orang.

Editor : Novica Satya Nadianti
#maung bandung #bobotoh #sejarah persib bandung #liga indonesia #persib bandung