JAKARTA - PSIS Semarang memasuki putaran kedua Liga 2 Championship 2025–2026 dengan manuver yang langsung menyedot perhatian publik. Aktivitas transfer yang agresif membuat PSIS Semarang tampak seperti klub Liga 1, terlebih setelah perubahan besar di jajaran manajemen. Situasi ini memunculkan optimisme baru di kalangan suporter Mahesa Jenar yang berharap tim segera keluar dari tekanan zona degradasi.
PSIS Semarang disebut bakal menjadi salah satu klub paling aktif di bursa transfer paruh musim. Kehadiran investor baru, Datu Nova Fatmawati, menjadi titik balik penting yang memicu ekspektasi tinggi. Langkah cepat langsung diambil dengan menunjuk kembali Jafri Sastra sebagai pelatih kepala, menggantikan Kudi Wahyu yang sebelumnya meninggalkan kursi kepelatihan.
Perubahan di tubuh PSIS Semarang tidak berhenti di level manajemen dan pelatih. Rumor kedatangan pemain baru mulai mencuat dan memperkuat sinyal bahwa klub asal Kota Semarang itu tengah menyiapkan skuad yang lebih kompetitif demi menghadapi putaran kedua Championship musim ini.
Manuver Transfer PSIS Semarang Jadi Sorotan
Kabar paling hangat menyebut PSIS berpeluang mendatangkan pemain dari Borneo FC. Meski identitasnya belum diungkap, performa konsisten Borneo FC di Liga 1 membuat rumor ini terasa menjanjikan bagi Mahesa Jenar. Tambahan amunisi dari klub papan atas dinilai bisa menjadi dorongan besar bagi PSIS untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Informasi ini pertama kali ramai dibahas akun sepak bola nasional pada pertengahan November 2025. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa setelah akuisisi mayoritas saham oleh Datu Nova Fatmawati, pergerakan transfer PSIS semakin memanas. Spekulasi pun berkembang mengenai kemungkinan adanya pemain Borneo FC yang merapat ke Semarang.
Tak hanya itu, PSIS juga mendapat sinyal positif dari dinamika transfer di klub lain. Persip disebut siap melepas sejumlah pemain yang minim kontribusi pada bursa musim dingin 2025–2026. Situasi ini membuka peluang bagi PSIS untuk memperkuat kedalaman skuad.
Nama Alfeandra Dewangga Masuk Radar
Salah satu nama yang santer dikaitkan dengan PSIS adalah Alfeandra Dewangga. Pemain serba bisa milik Persip tersebut disebut masuk radar Mahesa Jenar seiring rencana perombakan besar di tubuh klubnya saat ini. Dewangga dinilai cocok dengan kebutuhan PSIS yang membutuhkan fleksibilitas di lini pertahanan maupun tengah.
Peluang transfer semakin terbuka setelah Dewangga sempat memberi kode melalui unggahan media sosial yang menampilkan momen saat membela PSIS pada musim sebelumnya. Meski masih terikat kontrak jangka panjang, skema peminjaman dinilai sebagai opsi realistis yang bisa menguntungkan semua pihak.
Masuknya investor baru disebut membuat PSIS lebih leluasa dalam negosiasi. Dukungan finansial yang kuat memungkinkan manajemen bergerak lebih agresif demi menyelamatkan tim dari ancaman degradasi.
Panser Biru Cabut Boikot, Stadion Jati Diri Siap Bergemuruh
Kebangkitan PSIS tak hanya terlihat dari sisi manajemen dan skuad. Hubungan dengan suporter juga menunjukkan perkembangan positif. Panser Biru, kelompok suporter loyal PSIS, resmi mencabut boikot pertandingan kandang yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir.
Keputusan ini diambil setelah serangkaian pertemuan antara manajemen baru dan perwakilan suporter. CEO Datu Nova bersama jajaran manajemen disebut berhasil membangun komunikasi yang lebih harmonis, menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Dengan dicabutnya boikot, laga kandang terdekat PSIS pada awal Januari 2026 dipastikan sudah dapat dihadiri penonton. Atmosfer Stadion Jati Diri yang kembali bergemuruh diyakini akan menjadi suntikan moral penting bagi para pemain.
Ketua Umum Panser Biru menyebut keputusan ini sebagai langkah awal memperbaiki hubungan yang sempat merenggang. Dukungan langsung di stadion diharapkan mampu mendorong PSIS meraih kemenangan kandang perdana musim ini sekaligus membuka lembaran baru di tahun 2026.
Optimisme kini kembali menyelimuti Kota Semarang. Kombinasi investor baru, potensi tambahan pemain berkualitas, dan kembalinya dukungan penuh suporter menjadi modal penting bagi PSIS untuk bangkit di putaran kedua Liga 2 Championship. Jika strategi ini berjalan mulus, bukan tak mungkin Mahesa Jenar akan kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan.
Editor : Dyah Wulandari