JAKARTA - Rumor transfer PSIS Semarang kembali menjadi perbincangan hangat di Pegadaian Championship 2025–2026. Kali ini, Mahesa Jenar dikaitkan dengan sejumlah pemain Persela Lamongan yang disebut masuk radar perekrutan pada bursa transfer paruh musim. Kabar ini langsung memantik perhatian publik karena menyangkut dua tim papan atas Liga 2 yang tengah bersaing ketat di klasemen.
PSIS Semarang ramai dibicarakan setelah muncul isu ketertarikan terhadap enam pemain Persela Lamongan. Meski belum ada konfirmasi resmi dari kedua klub, rumor ini berkembang seiring dinamika manajemen yang menghubungkan kedua tim. CEO PSIS Semarang saat ini diketahui memiliki keterkaitan keluarga dengan mantan petinggi Persela Lamongan, sehingga spekulasi transfer makin menguat.
Di tengah ketatnya persaingan Liga 2, rumor transfer PSIS Semarang ini dinilai bisa berdampak besar, baik bagi Mahesa Jenar maupun Persela Lamongan. Apalagi, kompetisi sudah memasuki pekan ke-13, di mana stabilitas tim dan chemistry pemain menjadi faktor krusial.
Enam Pemain Persela Lamongan Masuk Radar
Berdasarkan kabar yang beredar, enam pemain Persela Lamongan disebut diminati PSIS Semarang. Meski identitas lengkap belum diungkap, spekulasi mengarah pada kombinasi pemain asing dan naturalisasi yang selama ini menjadi tulang punggung Persela.
Untuk kategori pemain asing, nama Jonathan Bustos disebut paling kuat dikaitkan dengan PSIS. Selain Bustos, ada pula Gonzalves dan John Eddie Mena yang masuk dalam perbincangan. Sementara itu, dari pemain naturalisasi, nama-nama seperti Beto, Viscara, dan Otavio Dutra turut disebut berpotensi menjadi bagian dari skema transfer.
Jika rumor ini menjadi kenyataan, Persela Lamongan diprediksi akan mengalami kerugian besar. Pasalnya, para pemain tersebut merupakan pilar utama yang telah membangun chemistry sepanjang 12 pertandingan musim ini.
Dampak Besar bagi Persela Lamongan
Secara performa, Persela Lamongan sebenarnya tengah berada dalam tren yang cukup stabil. Hingga pekan ke-12, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu bertengger di peringkat keempat klasemen dengan raihan 21 poin. Meski performa sempat naik turun, Persela mencatat enam laga tanpa kekalahan dari pekan kelima hingga pekan ke-10.
Produktivitas gol Persela juga terbilang cukup baik dengan torehan 16 gol sejauh musim berjalan. Hal ini menunjukkan bahwa komposisi tim saat ini sudah mulai padu. Kehilangan pemain inti tentu akan memaksa Persela membangun ulang skema permainan, termasuk adaptasi pemain baru yang memerlukan waktu.
Jika eksodus pemain benar terjadi, Persela bukan hanya kehilangan kualitas individu, tetapi juga kestabilan tim yang sudah terbentuk sejak awal musim. Kondisi ini berpotensi mengganggu peluang mereka bersaing di papan atas hingga akhir kompetisi.
Angin Segar untuk PSIS Semarang
Di sisi lain, rumor transfer ini justru menjadi angin segar bagi PSIS Semarang. Mahesa Jenar saat ini tengah berada dalam momentum kebangkitan setelah meraih kemenangan perdana musim ini dengan mengalahkan Persiba Balikpapan 1-0 di Stadion Batakan.
Kemenangan tersebut menjadi titik balik setelah PSIS menjalani 11 pertandingan tanpa kemenangan. Dengan adanya jeda kompetisi selama satu bulan, tim pelatih memiliki waktu cukup untuk membangun ulang strategi serta memperkuat chemistry skuad.
Jika benar sejumlah pemain Persela bergabung, proses adaptasi diprediksi tidak akan memakan waktu lama karena mereka sudah terbiasa bermain bersama. Hal ini bisa menjadi keuntungan besar bagi PSIS dalam mengejar posisi lima besar klasemen.
PSIS Juga Incar Striker PSIM Jogja
Selain rumor dari Persela, PSIS Semarang juga dikaitkan dengan striker PSIM Jogja, Rafinha. Pemain asal Brasil itu disebut masuk radar karena minim kesempatan bermain di kasta tertinggi musim ini.
Rafinha baru tampil tiga kali sebagai pemain pengganti dan belum mampu membawa timnya meraih kemenangan. Padahal, saat masih bermain di Liga 2, ia dikenal sebagai striker produktif dan menjadi sosok penting dalam keberhasilan timnya promosi.
Jika PSIS berhasil mendatangkan Rafinha, lini depan Mahesa Jenar diprediksi akan semakin tajam. Pengalamannya di Liga 2 menjadi modal penting untuk membantu PSIS bersaing di papan tengah hingga atas klasemen.
Dengan berbagai rumor transfer yang berkembang, PSIS Semarang kini menjadi salah satu tim yang paling disorot di Pegadaian Championship. Publik menanti langkah konkret manajemen dalam memanfaatkan momentum kebangkitan demi mengangkat posisi tim di sisa musim.
Baca Juga: Hasil Proliga 2026: Samator Tumbangkan Garuda Jaya Lewat Duel Sengit, Dauda dan Ageng Jadi Pembeda
Editor : Dyah Wulandari