JAKARTA - PSIS Semarang kembali membuat gebrakan di bursa transfer paruh musim Pegadaian Championship 2025–2026 dengan resmi mendatangkan Muhammad Hidayat. Kehadiran gelandang bertahan berpengalaman itu langsung disambut hangat oleh kiper andalan Mahesa Jenar, Ernando Ari Sutaryadi, yang mengajaknya makan bersama di rumah sebagai bentuk keakraban dan dukungan awal.
PSIS Semarang mendatangkan Muhammad Hidayat dari PSMS Medan dengan status pinjaman hingga akhir musim. Transfer ini menjadi bagian dari strategi manajemen untuk memperkuat kedalaman skuad sekaligus menjauh dari ancaman zona degradasi. Hidayat dinilai sebagai sosok yang tepat untuk membawa stabilitas di lini tengah berkat pengalaman panjangnya di kompetisi nasional.
Selama membela PSMS Medan musim ini, Hidayat mencatatkan 10 penampilan dengan satu assist. Namun, namanya lebih dikenal sebagai legenda Persebaya Surabaya setelah mengoleksi 100 caps bersama klub berjuluk Bajul Ijo tersebut. Rekam jejak itu menjadi alasan utama PSIS Semarang yakin dengan kualitas dan mentalitas sang pemain.
Sambutan Hangat Ernando Ari di Kota Atlas
Kedatangan Hidayat ke Semarang menghadirkan momen emosional, terutama bagi Ernando Ari Sutaryadi. Kiper utama PSIS itu pernah menjadi rekan setim Hidayat saat keduanya memperkuat Persebaya Surabaya. Sebagai putra daerah Semarang, Ernando menunjukkan keramahan khas tuan rumah dengan mengundang Hidayat makan bersama di kediamannya.
“Selamat datang di rumahku Dayat, nanti makan-makan ke rumah,” tulis Ernando di kolom komentar unggahan resmi PSIS Semarang.
Momen sederhana tersebut menggambarkan kuatnya hubungan personal antar pemain yang diharapkan dapat berlanjut di atas lapangan. Manajemen PSIS menilai suasana kekeluargaan di dalam tim menjadi modal penting untuk meningkatkan performa di sisa musim.
Kehadiran Hidayat diharapkan membawa pengaruh positif, tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga dalam membangun chemistry antarpemain. Pengalaman panjangnya diyakini mampu membantu pemain muda menjaga ketenangan saat menghadapi tekanan pertandingan.
Viskara Tegaskan Target Tiga Poin Lawan Persela
Di tengah atmosfer positif kedatangan pemain baru, PSIS Semarang kini fokus menatap laga penting menghadapi Persela Lamongan pada pekan ke-17 Pegadaian Championship. Pertandingan akan digelar di Stadion Jati Diri Semarang pada Sabtu malam, 24 Januari 2026.
Gelandang PSIS, Esteban Viskara, menegaskan bahwa seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur. Bermain di kandang sendiri menjadi momentum yang wajib dimaksimalkan untuk mengamankan tiga poin.
“Kita persiapannya sudah maksimal. Semua pemain saya rasa sudah siap. Tentunya kita tidak mau kalah lagi di kandang sendiri,” ujar Viskara.
Menurut pemain naturalisasi tersebut, adaptasi sejumlah wajah baru sempat memengaruhi performa tim dalam beberapa laga terakhir. Namun, proses tersebut kini dinilai semakin membaik setelah intensitas latihan meningkat sepanjang pekan ini.
Evaluasi Konsentrasi Sejak Menit Awal
Viskara mengungkapkan bahwa evaluasi utama tim saat ini terletak pada fokus sejak menit awal pertandingan. Ia menyoroti beberapa laga sebelumnya di mana PSIS kerap kebobolan cepat yang berujung pada tekanan sepanjang pertandingan.
“Kita harus hati-hati sejak menit awal karena saat lawan PSS kita kebobolan cepat dan itu terulang lagi ketika melawan Deltras FC,” ungkapnya.
Menghadapi Persela Lamongan, Viskara menilai lawan sebagai tim solid dengan kekompakan tinggi. Banyak pemain Persela yang sudah lama bermain bersama, membuat skema permainan mereka matang dan sulit ditembus.
Ia juga mewaspadai sejumlah pemain kunci Persela seperti John Mena dan Luan Nascimento yang dinilai memiliki kemampuan individu berbahaya bagi lini pertahanan PSIS.
Target Enam Poin di Sisa Putaran
Menatap dua laga sisa putaran kedua, PSIS Semarang memasang target maksimal enam poin. Kekalahan telak di laga kandang sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi tim untuk bangkit dan memperbaiki posisi di klasemen.
“Dua sisa laga putaran kedua ini kita harus raih enam poin,” tegas Viskara.
Kombinasi kedatangan pemain berpengalaman seperti Muhammad Hidayat, dukungan penuh suporter di Stadion Jati Diri, serta motivasi tinggi skuad menjadi modal utama PSIS Semarang untuk mengamankan hasil positif.
Dengan situasi klasemen yang masih ketat, setiap pertandingan menjadi krusial bagi Mahesa Jenar. Konsistensi performa dan kekompakan tim akan menjadi penentu apakah PSIS mampu menjauh dari zona degradasi sekaligus menjaga asa bersaing di papan tengah Pegadaian Championship musim ini.
Editor : Dyah Wulandari