Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Judul Berita (Headline): Djokovic ke Final Australia Terbuka Usai Tumbangkan Sinner, Akui Ini Salah Satu Performa Terbaiknya dalam Satu Dekade

Dyah Wulandari • Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:25 WIB

Djokovic ke final Australia Terbuka usai kalahkan Sinner, sebut ini salah satu performa terbaiknya dalam satu dekade.
Djokovic ke final Australia Terbuka usai kalahkan Sinner, sebut ini salah satu performa terbaiknya dalam satu dekade.

JAKARTA - Djokovic ke final Australia Terbuka setelah menyingkirkan Jannik Sinner di semifinal dengan performa yang ia sebut sebagai salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Petenis Serbia pemilik 24 gelar grand slam itu tampil luar biasa di Melbourne, mengatasi tekanan fisik dan mental untuk memastikan satu tempat di partai puncak.

Djokovic ke final Australia Terbuka kali ini terasa spesial. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Djokovic mengaku tak berani menyebutnya sebagai penampilan terbaik sepanjang masa, tetapi menegaskan bahwa performa tersebut merupakan yang paling memuaskan dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi, lawan yang dihadapi adalah Sinner, juara bertahan dua kali yang tengah berada di puncak performanya.

Djokovic ke final Australia Terbuka juga menjadi bukti bahwa motivasi dan ambisi sang legenda tenis dunia belum pudar. Ia menegaskan bahwa Grand Slam tetap menjadi prioritas utama dalam kariernya, meski mengakui semakin sulit menjaga motivasi setelah meraih begitu banyak gelar.

Baca Juga: Djokovic ke Final Australia Terbuka Usai Kemenangan Dramatis di Melbourne, Bukti Sang Raja Belum Habis

Djokovic: Salah Satu Performa Terbaik dalam Satu Dekade

Djokovic mengungkapkan, menghadapi Sinner di semifinal menjadi tantangan fisik yang sangat berat. Namun, ia datang dengan rencana permainan yang matang dan pikiran yang jernih. Hasilnya, servis dan forehand-nya tampil tajam, sementara pergerakannya di lapangan terlihat seperti mengulang masa kejayaannya.

“Sejujurnya, saya tidak berani bilang ini yang terbaik sepanjang masa, tapi pasti yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Mungkin salah satu yang terbaik dalam satu dekade terakhir,” ujar Djokovic.

Baca Juga: Djokovic ke Final Australia Terbuka Usai Singkirkan Sinner dalam Duel Epik di Melbourne, Raja Kembali Berkuasa?

Ia menambahkan, kemenangan ini terasa penting karena datang di momen krusial musim ini. Sejak awal, Djokovic memang menargetkan tampil maksimal di turnamen grand slam. Ia membayangkan pertarungan sengit melawan generasi muda seperti Sinner dan Carlos Alcaraz di tahap akhir turnamen besar, dan kini skenario itu menjadi kenyataan.

Motivasi dari Keraguan Publik

Djokovic juga menyinggung soal kritik dan keraguan yang datang kepadanya dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pihak yang meragukan kemampuannya untuk terus bersaing di level tertinggi. Namun, justru keraguan tersebut menjadi bahan bakar motivasi baginya.

Baca Juga: Rumor Transfer PSIS Semarang Panaskan Liga 2: Enam Pemain Persela Lamongan Dikabarkan Masuk Radar, Ada Bustos hingga Naturalisasi

Ia mengaku tak pernah berhenti percaya pada kemampuannya sendiri. Menurut Djokovic, komentar yang menyebut dirinya sudah habis justru memberinya kekuatan tambahan untuk membuktikan sebaliknya.

“Saya melihat banyak orang yang ingin ‘mempensiunkan’ saya lebih cepat. Tapi itu justru memberi saya motivasi untuk membuktikan mereka salah,” kata Djokovic.

Ia juga mengakui bahwa di turnamen sebelumnya sempat mengalami hari buruk di lapangan. Namun, pengalaman panjang di Grand Slam membuatnya mampu menemukan cara untuk bangkit dan tampil maksimal saat dibutuhkan.

Baca Juga: PSIS Semarang Resmi Datangkan Denilson Rodriguez, Puzzle Pemain Asing Lengkap, Duo Brasil Siap Angkat Performa Mahesa Jenar di Championship

Fokus Pemulihan Jelang Final

Meski euforia kemenangan masih terasa, Djokovic menyadari tantangan berikutnya tidak akan mudah. Partai final dijadwalkan hanya berselang dua hari dari semifinal, sementara kondisi fisiknya benar-benar terkuras setelah laga panjang melawan Sinner.

Djokovic mengungkapkan, prioritas utamanya kini adalah pemulihan. Ia bahkan memastikan tidak akan berlatih keesokan harinya dan memilih memanfaatkan waktu untuk istirahat total.

“Sekarang hampir jam tiga pagi, jadi kita lihat saja nanti. Saya akan menggunakan setiap jam yang ada untuk pemulihan agar siap tampil di final,” ujarnya.

Baca Juga: Elena Rybakina Lolos ke Final Australian Open 2026 Usai Tie Break Menegangkan, Siap Hadapi Aryna Sabalenka di Duel Ulangan Epik

Sejarah Menanti di Partai Puncak

Final Australia Terbuka kali ini juga menyimpan potensi sejarah besar. Djokovic berpeluang mencetak rekor sebagai juara grand slam tertua, sementara calon lawannya, Carlos Alcaraz, berambisi mencetak rekor sebagai juara termuda.

Meski demikian, Djokovic menegaskan bahwa pendekatannya terhadap final tidak akan berbeda. Baginya, setiap pertandingan besar memiliki tekanan tersendiri, namun fokus utamanya tetap pada persiapan dan eksekusi strategi di lapangan.

Ia menilai, sejarah selalu menjadi bagian dari setiap final grand slam, tetapi yang terpenting adalah bagaimana menjaga konsentrasi dan menampilkan permainan terbaik di hari pertandingan.

Baca Juga: Hasil Proliga 2026: Pupuk Indonesia Kalahkan Livin Mandiri dalam Duel Sengit, Salsabila dan Veronica Jadi Sorotan

Dengan performa impresif di semifinal, Djokovic kembali membuktikan bahwa dirinya masih menjadi ancaman utama di panggung tenis dunia. Melbourne sekali lagi menjadi saksi bagaimana sang legenda menantang waktu dan generasi baru, membuka peluang menambah satu lagi trofi grand slam ke dalam koleksinya.

Editor : Dyah Wulandari
#Jannik Sinner #Carlos Alcaraz #novak djokovic #australia terbuka