JAKARTA - Bursa transfer paruh musim Liga 1 Indonesia kian memasuki fase paling panas. Waktu yang tersisa menuju penutupan jendela transfer pada awal Februari dimanfaatkan klub-klub peserta untuk melakukan manuver agresif. Ambisi berbicara di papan atas tak lagi sebatas wacana, melainkan diwujudkan lewat perekrutan pemain berlabel mahal. Nama-nama besar pun bermunculan dalam daftar pemain termahal Liga 1 yang resmi merapat pada bursa transfer Januari 2026.
Persaingan antarklub terlihat semakin serius. Tak hanya menambal kekurangan, beberapa tim justru berani melakukan investasi besar demi mendongkrak kualitas skuad. Berdasarkan data nilai pasar, tercatat ada lima pemain dengan banderol tertinggi yang langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Kehadiran mereka diyakini mampu mengubah peta kekuatan Liga 1.
5. Noah Sadaowi (Dewa United)
Posisi kelima dalam daftar pemain termahal Liga 1 ditempati Noah Sadaowi. Penyerang sayap kiri berusia 32 tahun ini didatangkan Dewa United dari klub Liga India, Krala Blasters, dengan status pinjaman hingga akhir musim. Sosoknya dikenal sebagai winger berpengalaman yang mengandalkan kecepatan, kreativitas, dan kemampuan duel satu lawan satu.
Selain piawai mencetak gol, Sadaowi juga memiliki visi bermain yang baik dalam membuka ruang dan menciptakan peluang. Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Noah Sadaowi mencapai Rp10,43 miliar, angka yang tergolong tinggi untuk kompetisi domestik. Dewa United berharap kehadirannya mampu memberikan dampak instan dalam persaingan papan atas.
4. Adrian Luna (Persik Kediri)
Persik Kediri menunjukkan keseriusannya dengan mendatangkan Adrian Luna. Gelandang serang asal Uruguay berusia 33 tahun ini direkrut dari Krala Blasters dengan status pinjaman. Luna dikenal sebagai playmaker berpengalaman dengan kemampuan mengatur tempo permainan dan mengirim umpan-umpan terobosan akurat.
Nilai pasar Adrian Luna juga berada di angka Rp10,43 miliar. Dengan jam terbang internasional yang tinggi, Luna diharapkan mampu menjadi motor serangan Persik Kediri dan memberikan dimensi baru di lini tengah, terutama saat menghadapi tim-tim yang bermain bertahan.
3. Diego Campos (Bali United)
Bali United sukses mencuri perhatian lewat perekrutan Diego Campos. Penyerang sayap kiri asal Kosta Rika ini didatangkan dengan status bebas transfer dari LD Alajuelense. Di usia 30 tahun, Campos dikenal sebagai winger modern dengan kecepatan, kelincahan, dan naluri gol yang tajam.
Nilai pasar Diego Campos tercatat Rp10,43 miliar. Karakter permainannya dinilai sangat cocok dengan filosofi Bali United yang mengandalkan serangan cepat dari sektor sayap. Kehadirannya diharapkan memperkuat ambisi Serdadu Tridatu dalam persaingan papan atas Liga 1.
2. Tepe Iya Chida (Bali United)
Masih dari Bali United, Tepe Iya Chida menempati posisi kedua dalam daftar pemain termahal Liga 1. Gelandang serang asal Jepang berusia 24 tahun ini direkrut dari RB Omiya dengan status bebas transfer. Meski masih muda, nilai pasarnya mencapai Rp10,43 miliar.
Chida dikenal memiliki disiplin tinggi, etos kerja kuat, serta kecerdasan membaca permainan. Ia mampu menjadi penghubung efektif antara lini tengah dan lini depan. Usianya yang masih produktif membuat Chida dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi Bali United.
1. Layvin Kurzawa (Persib Bandung)
Puncak daftar pemain termahal Liga 1 ditempati Layvin Kurzawa. Bek kiri asal Prancis berusia 33 tahun ini resmi direkrut Persib Bandung dengan status bebas transfer setelah terakhir memperkuat Boavista di Liga Portugal. Nama Kurzawa bukan sosok asing di sepak bola Eropa.
Dengan nilai pasar mencapai Rp13,04 miliar, Kurzawa menjadi pemain dengan banderol tertinggi yang masuk Liga 1 pada bursa transfer Januari 2026. Pengalamannya bermain di level tertinggi Eropa diharapkan membawa mentalitas juara, sekaligus memperkuat lini pertahanan dan variasi serangan Persib.
Masuknya para pemain mahal ini menegaskan bahwa Liga 1 semakin berkembang dan kompetitif. Namun, adaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia akan menjadi tantangan tersendiri. Konsistensi, kebugaran, serta chemistry dengan rekan setim akan menentukan apakah investasi besar ini berbuah manis atau justru menjadi perjudian berisiko.
Editor : Novica Satya Nadianti