MALANG – Laga Arema FC vs Persijap Jepara di Stadion Kanjuruhan berlangsung panas sejak menit awal. Persijap Jepara yang datang sebagai tim tamu tampil berani tanpa rasa takut dan nyaris membungkam publik tuan rumah melalui gol cepat yang sempat membuat stadion terdiam.
Kejutan terjadi pada menit kelima ketika Borja Herrera berhasil lolos dari kawalan bek Arema FC dan menaklukkan kiper Adi Satrio. Euforia kubu Persijap Jepara sempat meledak, namun hanya bertahan singkat. Hakim garis mengangkat bendera tanda offside, dan wasit utama kemudian mendapat panggilan untuk melakukan peninjauan melalui VAR.
Setelah pengecekan, keputusan tetap: gol Borja Herrera dianulir. Arema FC pun selamat dari kebobolan dini yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Meski demikian, keputusan tersebut tidak membuat Persijap Jepara mengendurkan tekanan.
Persijap Jepara Berani Menekan
Alih-alih tertekan, Persijap justru tampil semakin agresif. Tekanan tinggi yang mereka terapkan beberapa kali membuat lini belakang Singo Edan goyah. Adi Satrio dipaksa bekerja keras menjaga gawang Arema FC dari ancaman tim tamu.
Borja Herrera kembali menjadi momok pada menit ke-21. Gelandang asal Spanyol itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke sudut gawang. Bola melenceng tipis dan hanya membuat publik Kanjuruhan menarik napas lega.
Permainan terbuka tersaji sepanjang babak pertama. Arema FC mencoba merespons dengan mengandalkan tembakan jarak jauh. Pada menit ke-31, Mates Bled melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti. Namun upaya tersebut masih mampu diamankan dengan sempurna oleh kiper Persijap Jepara.
Gol Berbelok Jadi Pembeda
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36. Arema FC mendapatkan momentum melalui tendangan keras Rio Fahmi dari luar kotak penalti. Bola sempat mengenai tubuh Hansamu Yama sebelum berbelok arah dan masuk ke gawang Persijap Jepara.
Gol tersebut disambut sorak sorai suporter tuan rumah. Arema FC unggul dan mulai meningkatkan kepercayaan diri, meski Persijap Jepara tetap berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
Menjelang turun minum, Persijap hampir membalas. Borja Herrera kembali menjadi aktor utama lewat tendangan bebas pada menit ke-43. Eksekusi langsungnya mengarah ke gawang Arema FC, namun bola melambung tipis di atas mistar. Skor 1-0 untuk keunggulan Singo Edan bertahan hingga jeda.
Babak Kedua Tetap Panas
Memasuki babak kedua, Arema FC vs Persijap Jepara tetap berlangsung dengan intensitas tinggi. Kedua tim memilih bermain terbuka dan saling menekan demi menambah gol. Arema FC berusaha menjaga keunggulan sekaligus mencari gol tambahan, sementara Persijap Jepara terus memaksakan tempo untuk menyamakan kedudukan.
Persijap beberapa kali mengancam lewat pergerakan Borja Herrera yang aktif membuka ruang. Namun koordinasi lini belakang Arema FC mulai membaik dan mampu meredam tekanan di menit-menit krusial.
Di sisi lain, Arema FC juga tidak sepenuhnya bertahan. Serangan balik cepat kerap dilepaskan untuk memanfaatkan celah di pertahanan Persijap Jepara. Meski tercipta sejumlah peluang, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
VAR dan Detail Kecil Jadi Penentu
Pertandingan ini menegaskan betapa detail kecil dan keputusan VAR menjadi faktor penentu hasil akhir. Gol cepat Persijap Jepara yang dianulir di awal laga mengubah momentum, sementara gol Arema FC yang tercipta lewat bola berbelok menjadi pembeda dalam duel ketat di Kanjuruhan.
Kemenangan ini memberi Arema FC tambahan kepercayaan diri, sementara Persijap Jepara tetap menuai pujian atas keberanian dan permainan agresif mereka di kandang lawan.