JAKARTA - Arema FC tengah menghadapi situasi genting di sektor pertahanan. Arema FC krisis bek tengah jelang lanjutan putaran kedua Super League 2025/2026 setelah satu-satunya palang pintu andalan, Luis Gustavo, dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera serius. Kondisi ini memaksa manajemen Singo Edan bergerak cepat di bursa transfer.
Dalam beberapa pekan terakhir, Arema FC memang terbilang aktif mendatangkan pemain baru. Namun, hingga kini belum satu pun bek tengah murni yang resmi bergabung. Padahal, kebutuhan di posisi tersebut bersifat mendesak mengingat rapuhnya lini belakang jika tidak segera ditambal.
Situasi Arema FC krisis bek tengah ini membuat sejumlah nama potensial mulai dikaitkan dengan klub kebanggaan Aremania. Menariknya, dua nama yang muncul berasal dari latar belakang berbeda: satu bek asing berstatus bebas transfer, dan satu bek keturunan Indonesia yang merumput di Eropa.
Krisis Bek Tengah Jadi Alarm Bahaya Arema FC
Cedera panjang Luis Gustavo menjadi pukulan telak bagi Arema FC. Bek asal Brasil tersebut diproyeksikan sebagai pilar utama pertahanan, namun kini harus menepi hingga musim berakhir. Tanpa pelapis sepadan, Arema FC berisiko kehilangan stabilitas di lini belakang.
Kondisi ini membuat Arema FC krisis bek tengah bukan sekadar isu teknis, melainkan ancaman nyata terhadap konsistensi performa tim. Apalagi, persaingan di papan tengah Super League kian ketat dan kesalahan kecil di lini pertahanan bisa berujung kehilangan poin krusial.
Sidy Beye, Bek Senegal Bebas Transfer dari Liga Portugal
Nama pertama yang masuk radar adalah Sidy Beye, bek tengah berkebangsaan Senegal. Pemain bertubuh tinggi ini terakhir membela AVS Futebol SAD, klub kasta tertinggi Liga Portugal.
Beye bergabung dengan AVS pada Agustus 2025 setelah direkrut dari klub Prancis RC Lens. Namun, per 27 Januari 2026, kontraknya resmi berakhir setelah kedua pihak sepakat melakukan pemutusan kontrak secara mutual agreement. Sejak saat itu, Sidy Beye berstatus tanpa klub alias bebas transfer.
Rekam jejaknya cukup menjanjikan. Selain AVS dan RC Lens, Beye juga pernah memperkuat FC Annecy di Prancis serta BATE Borisov di Belarus pada periode 2022 hingga 2024. Pengalaman bermain di kompetisi Eropa menjadi nilai tambah bagi Arema FC yang membutuhkan sosok pemimpin di lini belakang.
Dengan status bebas transfer, peluang Arema FC untuk merekrut Sidy Beye terbilang terbuka lebar tanpa harus mengeluarkan biaya transfer.
Justin Hubner, Opsi Lokal Berpengalaman Eropa
Nama kedua yang mencuat adalah Justin Hubner, bek tengah berkebangsaan Indonesia yang saat ini memperkuat Fortuna Sittard di Eredivisie, Liga Belanda.
Hubner resmi bergabung dengan Fortuna Sittard pada 29 Juli 2025 dengan kontrak berdurasi tiga tahun hingga 2028, plus opsi perpanjangan satu tahun. Meski begitu, menit bermainnya terbilang minim, sehingga membuka peluang bagi sang pemain untuk mencari klub baru.
Pada 11 Januari 2026, Hubner mencatat momen penting dengan mencetak gol profesional pertamanya bagi Fortuna Sittard saat menyamakan kedudukan di menit ke-93 melawan Go Ahead Eagles. Namun, secara keseluruhan, ia belum menjadi pilihan utama di lini belakang klubnya.
Sebelum berkarier di Belanda, Hubner sempat berstatus bebas transfer usai kontraknya bersama Wolverhampton Wanderers berakhir pada Juni 2025. Ia juga pernah menjalani masa peminjaman di klub Jepang, Cerezo Osaka, pada 2024.
Bagi Arema FC yang tengah krisis bek tengah, Hubner bisa menjadi solusi jangka menengah. Opsi yang tersedia adalah peminjaman atau menebus sisa kontraknya dari Fortuna Sittard.
Publik Menanti Langkah Nyata Manajemen Singo Edan
Dengan dua nama besar yang tersedia, tekanan kini berada di tangan manajemen Arema FC. Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 masih menyisakan waktu, namun keputusan harus diambil secepat mungkin.
Rumor transfer Arema FC dipastikan akan terus bergulir. Publik Aremania menanti langkah konkret untuk mengatasi krisis di lini belakang, sebelum situasi ini berdampak lebih jauh pada performa tim di lapangan.
Tinggal bilang saja.
Editor : Novica Satya Nadianti