SURABAYA - Hasil imbang 1-1 yang diraih Persebaya Surabaya saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Bermain melawan tim tamu yang harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain, Bajul Ijo justru gagal mengamankan tiga poin penuh. Situasi ini membuat rumor Ramadan Sananta ke Persebaya kembali menguat.
Dalam laga lanjutan Super League, Minggu (12), Persebaya tampil agresif sejak menit awal. Tim besutan Bernardo Tavares langsung menekan pertahanan Dewa United demi mencetak gol cepat. Namun rapatnya barisan belakang tim tamu membuat sejumlah peluang Persebaya belum membuahkan hasil.
Persebaya Unggul Lebih Dulu, Dewa United Membalas
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23. Persebaya membuka keunggulan lewat gol Francisco Rivera setelah tembakannya gagal dibendung kiper Dewa United, Sony Stevens. Gol tersebut membuat publik GBT bergemuruh dan memberi momentum positif bagi tuan rumah.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Pada menit ke-30, Dewa United justru mampu menyamakan kedudukan. Gelandang serang Kaviatur Rizki melepaskan tembakan keras yang tak mampu diantisipasi Ernando Ari Sutaryadi. Skor berubah menjadi 1-1.
Petaka bagi Dewa United datang di menit ke-37. Bek Nick Kuipers diganjar kartu merah setelah melanggar Malik Risaldi yang berlari bebas menuju gawang. Persebaya pun unggul jumlah pemain hingga laga usai.
Dominasi Tanpa Penyelesaian Akhir
Memasuki babak kedua, Persebaya mendominasi penuh jalannya pertandingan. Hampir seluruh pemain Dewa United bertahan di area sendiri untuk meredam serangan. Meski unggul jumlah pemain, efektivitas lini depan Persebaya kembali menjadi sorotan.
Beberapa peluang tercipta, namun selalu mentah di penyelesaian akhir. Gol Mihalopovic yang sempat tercipta pun dianulir wasit karena pelanggaran lebih dulu. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tak berubah.
Hasil ini membuat Persebaya kembali mendapat kritik, terutama terkait ketajaman lini depan. Dalam konteks inilah rumor Ramadan Sananta ke Persebaya dinilai semakin relevan.
Rumor Transfer Ramadan Sananta Menguat
Persebaya Surabaya dikabarkan tertarik mendatangkan striker timnas Indonesia Ramadan Sananta pada putaran kedua Super League 2025–2026. Kabar tersebut pertama kali mencuat melalui akun transfernews_ft dan langsung menyedot perhatian besar publik, khususnya Bonek.
Baca Juga: Pelayanan Pertanahan Kabupaten Blitar Berjalan Lancar, Warga Diimbau Urus Sertipikat Sendiri
Saat ini Sananta masih berstatus sebagai pemain Brunei DPMM FC di Liga Malaysia. Ia terikat kontrak hingga 30 Juni 2026. Bersama DPMM FC, penyerang berusia 23 tahun itu telah mencatatkan dua gol dan satu assist dari 15 pertandingan di semua kompetisi.
Meski statistiknya belum mencolok, Sananta tetap dinilai memiliki potensi besar. Postur ideal setinggi 1,82 meter, kekuatan fisik, serta insting gol membuatnya cocok dengan karakter permainan intens ala Bernardo Tavares.
Dua Opsi Kepindahan ke Persebaya
Dalam rumor yang beredar, terdapat dua skenario kepindahan Sananta. Opsi pertama adalah transfer pada paruh musim Super League 2025–2026. Opsi kedua, Persebaya bisa menunggu hingga kontraknya berakhir dan merekrutnya secara bebas transfer pada awal musim berikutnya.
Nilai pasar Sananta saat ini diperkirakan mencapai Rp4,78 miliar. Sepanjang karier profesionalnya, ia telah mencetak 31 gol dan tujuh assist dari 109 pertandingan.
Suporter Menaruh Harapan Besar
Hasil imbang melawan 10 pemain Dewa United membuat suporter menilai Persebaya membutuhkan tambahan amunisi di lini depan. Tak heran jika rumor Ramadan Sananta ke Persebaya disambut antusias. Media sosial dipenuhi komentar optimistis dari Bonek yang berharap transfer ini benar-benar terwujud.
Hingga kini, manajemen Persebaya maupun pihak Sananta belum memberikan pernyataan resmi. Namun kegagalan memaksimalkan keunggulan jumlah pemain di GBT menjadi sinyal kuat bahwa Bajul Ijo butuh striker tajam dalam waktu dekat.