SURABAYA – Persebaya Surabaya kembali gagal memaksimalkan peluang penting saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Hasil imbang 1-1 membuat suasana stadion campur aduk karena peluang menang terbuka lebar bagi tuan rumah, terutama setelah tim tamu harus bermain dengan 10 pemain.
Persebaya Dominan, tapi Gol Dibatalkan
Sejak awal babak pertama, Dewa United justru tampil menekan. Persebaya memilih skema serangan balik cepat, memanfaatkan umpan lambung untuk mencetak peluang. Gol pembuka lahir pada menit ke-23 melalui Francisco Rivera setelah menerima umpan rapi dari Arif Catur Pamungkas yang melakukan overlap di sisi lapangan. Skor berubah 1-0.
Keunggulan ini tak bertahan lama. Dewa United meningkatkan tekanan, dan pada menit ke-30, Kaviatur Rizki berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Situasi pertandingan pun semakin terbuka, terutama ketika Nick Kipers dikartu merah pada menit ke-37 akibat menarik Malik Risaldi, sehingga Dewa United harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain.
Meski unggul jumlah pemain, Persebaya gagal memanfaatkan kelebihan ini. Babak pertama berakhir dengan skor imbang, dan babak kedua berlangsung ketat. Sundulan Mihailo Perovic sempat membawa Persebaya unggul, tetapi gol dianulir setelah tinjauan VAR.
Pelatih Tavares Kecewa tapi Tetap Apresiatif
Pelatih Bernardo Tavares mengaku kecewa dengan hasil pertandingan. "Kami memiliki banyak peluang bagus, transisi ofensif dan defensif yang rapi, tetapi gagal memaksimalkan jumlah pemain lebih banyak," ujarnya. Tavares menekankan bahwa hasil ini bukan karena alasan eksternal, tetapi evaluasi internal tim. Dengan tambahan satu poin, Persebaya bertahan di posisi kelima klasemen sementara Super League, sementara Dewa United menempati peringkat ke-10.
Rumor Ramadan Sananta Jadi Sorotan
Di luar lapangan, rumor transfer Ramadan Sananta mencuat dan menjadi topik hangat. Striker muda Timnas Indonesia ini dikabarkan masuk radar Persebaya untuk putaran kedua Super League 2025-2026. Kabarnya, klub tertarik untuk menambah daya dobrak lini depan dengan karakter agresif dan kemampuan duel fisik Sananta.
Informasi ini pertama kali muncul dari akun @transfernews._ft, yang menjelaskan bahwa komunikasi awal telah dilakukan, meski statusnya masih rumor. Sananta saat ini bermain di DPM FC (Liga Malaysia) dan terikat kontrak hingga 30 Juni 2026. Dalam 15 pertandingan bersama DPM FC, ia mencatat dua gol dan satu asis.
Jika transfer terwujud, kehadiran Sananta berpotensi memperkuat lini depan Persebaya, menambah variasi serangan, dan meningkatkan daya saing tim di papan atas. Opsi kepindahan bisa terjadi pada paruh musim Super League Indonesia 2025-2026 atau awal musim 2026-2027.
Analisis Laga dan Tantangan Persebaya
Pertandingan ini menegaskan bahwa Persebaya Surabaya masih menghadapi tantangan dalam memaksimalkan momentum, terutama saat menghadapi tim yang berada dalam tekanan. Transisi ofensif cepat dan koordinasi lini depan menjadi sorotan utama. Meski gagal pesta gol, kerja keras pemain mendapat apresiasi dari pelatih, terutama dalam menjaga ritme permainan dan penguasaan bola saat menekan lawan.
Hasil imbang ini memberikan pelajaran berharga bagi Bajul Ijo untuk lebih tajam dalam memanfaatkan situasi superioritas pemain. Evaluasi menyeluruh dari tim pelatih Tavares diprediksi akan menjadi bahan persiapan jelang laga-laga berikutnya.
Harapan dan Target Persebaya
Dengan posisi lima besar, Persebaya masih memiliki peluang bersaing untuk menembus papan atas klasemen. Kehadiran pemain baru seperti Ramadan Sananta diharapkan bisa menambah daya dobrak lini depan, memaksimalkan peluang, dan memperkuat strategi ofensif tim. Kombinasi evaluasi internal, latihan intensif, dan tambahan amunisi baru diyakini dapat membawa Persebaya Surabaya ke jalur kemenangan di putaran kedua Super League 2025-2026.
Editor : Natasha Eka Safrina