SURABAYA – Persebaya Surabaya kembali menghadapi pekerjaan rumah setelah meraih hasil imbang 1-1 melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Meski unggul jumlah pemain sejak menit ke-37 akibat kartu merah lawan, lini depan Bajul Ijo gagal memaksimalkan peluang emas yang tercipta. Fokus kini tertuju pada kebutuhan mendesak tim: kehadiran striker tajam, Ramadan Sananta.
Lini Depan Persebaya Masih Tumpul
Persebaya sejatinya mendominasi penguasaan bola, membangun tempo serangan, dan menciptakan peluang lewat skema serangan cepat. Gol pembuka tercipta di menit ke-23 melalui sundulan Fransisco Rivera setelah menerima umpan Arif Catur Pamungkas. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Kaviatur Rizki menyamakan kedudukan pada menit ke-30, menandai ketajaman lini depan Persebaya masih menjadi masalah.
Situasi semakin menegangkan saat Nick Weivers dari Dewa United dikartu merah. Meski unggul jumlah pemain, Persebaya gagal menambah gol. Mihail Provovic sempat mencetak gol di menit akhir babak kedua, tetapi dianulir wasit. Pelatih Bernardo Tavares mengaku kecewa. “Di babak pertama kami bermain bagus dan menciptakan banyak peluang. Namun di babak kedua, meski unggul satu pemain, kami kurang cepat memindahkan bola,” kata Tavares.
Ramadan Sananta Jadi Opsi Ideal
Kebutuhan akan striker tajam mendorong munculnya rumor Ramadan Sananta. Striker muda Timnas Indonesia ini pernah bekerja sama dengan Bernardo Tavares di PSM Makassar, sehingga karakter dan naluri golnya sudah dikenal pelatih asal Portugal itu. Sananta dikenal agresif di kotak penalti, kuat dalam duel udara, dan memiliki insting gol yang natural, kualitas yang kini dibutuhkan Bajul Ijo untuk memaksimalkan setiap peluang di sepertiga akhir lapangan.
Nama Ramadan Sananta mulai mencuri perhatian publik pada SEA Games 2023 di Kamboja, di mana ia mencetak lima gol termasuk dua gol penting di final melawan Thailand, membawa Indonesia meraih emas. Kariernya terus menanjak, dari Liga 3 bersama PS Harjuna Putra hingga akhirnya direkrut PSM Makassar pada Mei 2022. Kehadirannya diyakini dapat menajamkan lini depan Persebaya dan menambah variasi serangan tim di Super League 2025-2026.
Reaksi Publik dan Pelatih
Rumor kepindahan Sananta ke Persebaya langsung memicu antusiasme suporter Bonek. Mereka menilai striker muda ini tepat untuk mengisi posisi penyerang yang kerap tumpul di pertandingan terakhir. Pelatih Bernardo Tavares memilih bersikap diplomatis. “Jendela transfer masih berlangsung hingga 6 Februari. Bisa saja ada tambahan pemain atau tidak. Yang jelas, setiap tambahan harus selaras dengan struktur tim,” jelasnya.
Laga Kontra Dewa United: Ujian Konsentrasi dan Determinasi
Pertandingan kontra Dewa United juga menjadi ujian konsentrasi dan determinasi bagi Persebaya. Meski tren 11 pertandingan tak terkalahkan memberi modal positif, laga ini menunjukkan bahwa ketajaman lini depan tetap menjadi pekerjaan rumah. Risto Mitrevski menekankan pentingnya kolektivitas dan rasa percaya antar pemain untuk meraih hasil maksimal. “Kami berada dalam jalur kemenangan dan semua pemain akan memberikan 100 persen kemampuan,” ujarnya.
Persebaya kini menempati posisi lima klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan 32 poin. Tantangan berikutnya adalah menghadapi Bali United pada 7 Februari 2026, di mana tim diharapkan bisa memanfaatkan momentum dan menjaga tren positif. Kehadiran Ramadan Sananta diharapkan menjadi solusi untuk lini depan yang lebih klinis dan tajam, serta memperkuat ambisi Persebaya bersaing di papan atas liga.
Editor : Natasha Eka Safrina