JAKARTA – Perjalanan karier Jurgen Klopp menjadi salah satu kisah paling inspiratif dalam dunia sepak bola modern. Sosok pelatih asal Jerman itu pernah diragukan ketika pertama kali memulai karier kepelatihannya. Namun, perjalanan karier Jurgen Klopp justru membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi salah satu manajer terbaik di dunia.
Kesuksesan perjalanan karier Jurgen Klopp tidak hanya diukur dari jumlah trofi yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya membangun tim dari nol, mengembangkan pemain muda, hingga mengangkat kembali kejayaan Liverpool sebagai salah satu klub terbesar dunia.
Awal Karier Kepelatihan Tanpa Pengalaman
Perjalanan Klopp sebagai pelatih dimulai pada 17 April 2000 saat ia masih berstatus pemain di klub kasta kedua Bundesliga, FSV Mainz 05. Ketika itu, Mainz kesulitan mencari pelatih baru setelah kepergian Wolfgang Frank, sosok yang dikenal dengan filosofi permainan high pressing dan zonal marking.
Direktur olahraga Mainz kemudian mengambil langkah tidak biasa dengan menunjuk Klopp sebagai pemimpin latihan tim. Meski tanpa pengalaman melatih, Klopp langsung memperkenalkan gaya permainan yang disebut “full throttle football”, yang kemudian dikenal sebagai gegenpressing.
Pendekatan tersebut terbukti efektif. Klopp berhasil membawa Mainz promosi ke Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah klub pada 2004. Meski sempat terdegradasi pada 2007, keberhasilan tersebut membuat Klopp mulai dilirik klub-klub besar.
Bersinar Bersama Borussia Dortmund
Kesuksesan di Mainz membawa Klopp bergabung dengan Borussia Dortmund. Bersama klub tersebut, Klopp berhasil mencetak sejarah dengan meraih dua gelar Bundesliga secara beruntun pada musim 2010-2011 dan 2011-2012.
Selain itu, Klopp juga membawa Dortmund melaju ke final Liga Champions musim 2012-2013. Prestasi tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pelatih dengan filosofi permainan menyerang dan intensitas tinggi.
Proyek Besar Membangun Kembali Liverpool
Pada Oktober 2015, Klopp resmi ditunjuk sebagai manajer Liverpool menggantikan Brendan Rodgers. Saat itu, Liverpool sedang mengalami masa sulit dan bahkan dianggap mulai kehilangan status sebagai klub elite Eropa.
Manajemen klub di bawah kepemilikan Fenway Sports Group (FSG) memilih Klopp dibanding Carlo Ancelotti karena dinilai mampu membangun proyek jangka panjang. Klopp juga dikenal piawai mengembangkan pemain muda dan menerapkan sistem permainan yang jelas.
Namun, musim pertamanya tidak berjalan mudah. Liverpool hanya finis di posisi kedelapan Liga Inggris dan kalah di final Liga Europa melawan Sevilla. Kondisi tersebut membuat Klopp harus melakukan perombakan besar dalam skuad.
Strategi Transfer Cerdas Klopp
Dengan keterbatasan dana transfer, Klopp menunjukkan kecerdasannya dalam membangun tim. Ia mendatangkan sejumlah pemain penting seperti Sadio Mane, Georginio Wijnaldum, Joel Matip, dan mempromosikan Trent Alexander-Arnold ke tim utama.
Langkah tersebut terbukti efektif. Liverpool berhasil kembali menembus Liga Champions setelah finis di posisi empat klasemen Liga Inggris.
Pada musim 2017-2018, Klopp mendatangkan Mohamed Salah dari AS Roma dan membentuk trio lini depan yang dikenal sebagai salah satu yang paling mematikan di Eropa. Meski lini serang tampil produktif, Liverpool masih memiliki kelemahan di sektor pertahanan.
Untuk mengatasinya, Klopp merekrut Virgil van Dijk dengan nilai transfer sekitar 85 juta euro, yang saat itu menjadi rekor klub. Transfer tersebut dibiayai dari penjualan Philippe Coutinho ke Barcelona senilai 135 juta euro.
Liverpool kemudian melengkapi skuad dengan mendatangkan kiper Alisson Becker. Kehadiran Van Dijk dan Alisson membuat pertahanan Liverpool semakin solid.
Era Kejayaan Liverpool Bersama Klopp
Skuad yang dibangun Klopp akhirnya mencapai puncak kejayaan. Liverpool berhasil menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di final musim 2018-2019.
Kesuksesan tersebut dilanjutkan dengan gelar Liga Inggris musim berikutnya, yang mengakhiri penantian 30 tahun Liverpool untuk kembali menjadi juara liga domestik.
Selain itu, Klopp juga membawa Liverpool meraih berbagai trofi lain seperti Piala FA, Piala Liga Inggris, Community Shield, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.
Dampak Besar Klopp di Luar Lapangan
Pengaruh Klopp tidak hanya terlihat dari prestasi di lapangan. Ia juga berperan besar dalam meningkatkan nilai ekonomi klub. Saat FSG membeli Liverpool, nilai klub berada di kisaran 470 juta dolar AS. Dalam era Klopp, nilai tersebut meningkat hingga lebih dari 5 miliar dolar AS.
Liverpool juga mencatatkan keuntungan finansial yang signifikan melalui strategi transfer yang efisien serta peningkatan pendapatan klub.
Alasan Klopp Tinggalkan Liverpool
Setelah bertahun-tahun memimpin Liverpool, Klopp akhirnya memutuskan untuk mundur. Ia mengaku kelelahan setelah menghadapi tekanan besar untuk bersaing di berbagai kompetisi setiap musim.
Meski jumlah trofi Klopp tidak sebanyak beberapa pelatih lain, kontribusinya dalam membangun kembali identitas Liverpool membuatnya dikenang sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah klub.
Editor : Novica Satya Nadianti