JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari Turki. Klub voli putri Manisa BBSK resmi mengakhiri kontrak dengan pevoli andalan Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi. Keputusan ini langsung memicu kehebohan di kalangan penggemar voli Tanah Air, mengingat Megawati baru beberapa bulan lalu diumumkan sebagai rekrutan anyar klub tersebut.
Pengumuman pemutusan kontrak Megawati Hangestri Pertiwi disampaikan Manisa BBSK melalui unggahan resmi di media sosial pada 28 Oktober 2025. Dalam pernyataannya, klub asal Turki itu mengungkap alasan detail di balik berakhirnya kerja sama yang sejatinya baru berjalan singkat.
Manisa BBSK menjelaskan bahwa Megawati sebelumnya mendapatkan izin kembali ke Indonesia untuk mengikuti kompetisi Livoli Divisi Utama 2025 bersama klub Bank Jatim. Kepulangan tersebut memang telah disepakati dalam kontrak yang ditandatangani pertengahan tahun 2025.
Namun, persoalan muncul setelah turnamen Livoli berakhir. Dalam kontrak disebutkan bahwa Megawati Hangestri Pertiwi wajib kembali bergabung dengan tim maksimal tiga hari setelah kompetisi selesai. Kewajiban tersebut tidak terpenuhi.
Pernyataan Resmi Manisa BBSK
Dalam pernyataan resminya, Manisa BBSK secara terbuka menyebut adanya pelanggaran kesepakatan waktu bergabung kembali dengan tim.
“Ia diwajibkan untuk bergabung kembali dengan tim kami tiga hari setelah turnamen berakhir sebagaimana tercantum dalam kontraknya. Namun, pemain tersebut gagal memenuhi kewajiban tersebut,” tulis Manisa BBSK.
Meski demikian, klub juga menegaskan bahwa keputusan pemutusan kontrak bukan sepihak. Dalam proses diskusi internal, Megawati Hangestri Pertiwi secara langsung menyampaikan permintaan agar kontraknya diakhiri.
Pilih Fokus Timnas Voli Putri Indonesia
Dalam pembicaraan bersama manajemen klub, Megawati menyatakan tidak ingin kembali ke Turki karena harus menghadapi jadwal yang sangat padat bersama tim nasional voli putri Indonesia selama musim kompetisi berlangsung.
Agenda timnas yang dimaksud mencakup pemusatan latihan jangka panjang hingga persiapan menghadapi SEA Games 2025. Turnamen multievent tersebut menjadi target utama Indonesia, dengan ambisi besar meraih medali emas.
“Pemain menyampaikan keinginannya untuk fokus pada komitmen bersama tim nasional dan meminta agar kontraknya diakhiri,” lanjut pernyataan resmi Manisa BBSK.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, manajemen klub melakukan evaluasi dan memutuskan bahwa pengakhiran kerja sama merupakan langkah terbaik bagi kedua belah pihak.
Tanpa Kompensasi, Tanpa Debut Resmi
Hal lain yang turut mengejutkan publik adalah fakta bahwa pemutusan kontrak ini dilakukan tanpa kompensasi apa pun. Tidak ada denda atau tuntutan finansial yang dibebankan kepada Megawati Hangestri Pertiwi.
Selain itu, Megawati juga belum sempat tampil dalam pertandingan resmi Manisa BBSK. Selama berada di Turki, ia hanya menjalani sesi latihan serta beberapa laga uji coba pramusim sebelum kembali ke Indonesia.
Dengan demikian, kerja sama antara Megawati dan Manisa BBSK berakhir tanpa catatan penampilan resmi di kompetisi liga Turki.
Fokus Merah Putih Jelang SEA Games 2025
Pasca pemutusan kontrak, Megawati Hangestri Pertiwi kini sepenuhnya fokus memperkuat timnas voli putri Indonesia. Ia telah bergabung dalam pemusatan latihan nasional yang digelar sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025.
Megawati diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama tim Merah Putih. Pengalamannya bermain di level internasional dinilai sangat penting untuk mendongkrak performa tim nasional dalam ajang bergengsi Asia Tenggara tersebut.
Meski kontraknya di Turki berakhir lebih cepat, status Megawati sebagai salah satu pevoli terbaik Indonesia tidak tergoyahkan. Banyak penggemar justru menilai keputusan ini sebagai langkah strategis demi kepentingan jangka panjang tim nasional.
Di tengah berbagai dinamika, publik voli Indonesia berharap Megawati dapat tampil maksimal, bebas dari beban, dan membawa Indonesia meraih prestasi tertinggi di pentas internasional.
Editor : Dyah Wulandari