JAKARTA - Keputusan mengejutkan datang dari Liga Voli Turki. Klub Manisa BBSK secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pevoli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi. Pemutusan kontrak tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi klub di media sosial dan langsung memantik reaksi luas dari penggemar voli Tanah Air.
Dalam keterangannya, Manisa BBSK menjelaskan bahwa Megawati Hangestri Pertiwi sebelumnya telah memperoleh izin kembali ke Indonesia untuk mengikuti kompetisi Livoli Divisi Utama musim 2025–2026. Kepulangan tersebut disebut telah sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam kontrak antara pemain dan klub.
Masalah muncul setelah kompetisi domestik tersebut berakhir. Berdasarkan perjanjian, Megawati seharusnya kembali ke Turki pada 22 Oktober 2025, atau maksimal tiga hari setelah Livoli selesai digelar. Namun, hingga batas waktu tersebut, Megawati tidak kunjung kembali bergabung dengan tim.
Pilih Timnas Ketimbang Kembali ke Turki
Alih-alih terbang ke Turki, Megawati Hangestri Pertiwi justru tercatat bergabung dengan pemusatan latihan tim nasional voli putri Indonesia pada 23 Oktober 2025. TC tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi SEA Games 2025 yang akan digelar akhir tahun.
Dalam pembicaraan internal antara pemain dan manajemen klub, Megawati disebut menyampaikan keputusannya untuk tidak kembali ke Turki. Alasan utama yang dikemukakan adalah padatnya agenda di Indonesia, khususnya terkait kewajiban bersama tim nasional.
Baca Juga: Legenda Kuliner Depot Es Mini Blitar Tetap Eksis, Manjakan Pelanggan Setia sejak 1975
Situasi ini membuat Manisa BBSK melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komitmen sang pemain. Klub menilai ketidakhadiran Megawati sebagai pelanggaran terhadap profesionalisme yang telah disepakati sejak awal kontrak.
Dinilai Merugikan Citra Klub dan Pemain
Dalam pernyataan resminya, Manisa BBSK secara tersirat menyayangkan keputusan Megawati Hangestri Pertiwi. Klub menilai tindakan tersebut tidak hanya merugikan secara teknis, tetapi juga berpotensi mencoreng citra profesional pemain di kancah internasional.
Baca Juga: Geger! Dejan Tumbas Dilepas Persebaya, Ternyata Semangat 'Ngeyel' Saja Jadi Bumerang di Mata Pelatih
Manisa BBSK menegaskan bahwa setiap pemain asing yang direkrut diharapkan mematuhi jadwal serta komitmen kontraktual, terutama di tengah ketatnya persaingan Liga Voli Turki. Ketidakhadiran tanpa kepastian dianggap mengganggu stabilitas tim.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, manajemen klub akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Megawati. Pemutusan kontrak dilakukan tanpa kompensasi finansial atau pesangon, mengingat sang pemain belum sempat tampil dalam pertandingan resmi.
Belum Sempat Debut di Liga Turki
Fakta lain yang turut menjadi sorotan publik adalah Megawati Hangestri Pertiwi belum pernah mencatatkan penampilan resmi bersama Manisa BBSK. Selama berada di Turki, ia hanya menjalani sesi latihan pramusim dan laga uji coba sebelum kembali ke Indonesia.
Dengan demikian, kerja sama antara Megawati dan Manisa BBSK berakhir bahkan sebelum sang pemain menjalani debut di kompetisi Liga Voli Turki musim 2025–2026.
Klarifikasi dari Megawati Hangestri Pertiwi
Di hari yang sama dengan pengumuman klub, Megawati memberikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya. Dalam pernyataannya, ia tidak menanggapi secara langsung tudingan Manisa BBSK terkait ketidakhadirannya.
Megawati menegaskan bahwa berakhirnya kontrak dengan klub Turki tersebut murni atas keinginannya sendiri. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar yang mungkin merasa kecewa atas keputusan tersebut.
Selain itu, Megawati Hangestri Pertiwi berharap insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang dan meminta publik untuk menghormati pilihannya fokus membela tim nasional Indonesia.
Tetap Jadi Andalan Merah Putih
Terlepas dari polemik yang terjadi, Megawati tetap menjadi salah satu pemain kunci timnas voli putri Indonesia. Pengalamannya bermain di liga luar negeri dinilai tetap memberi nilai tambah bagi tim Merah Putih.
Kini, fokus Megawati sepenuhnya tertuju pada SEA Games 2025. Publik voli Indonesia pun berharap polemik ini tidak mengganggu konsentrasi sang pemain dalam membawa Indonesia meraih prestasi di level regional.
Editor : Dyah Wulandari