Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rekor Angker Stadion GBLA Persib Bandung Tak Terbendung, 10 Laga Kandang Sapu Bersih di BRI Super League 2025-2026

Novica Satya Nadianti • Minggu, 8 Februari 2026 | 12:00 WIB

Rekor angker Stadion GBLA Persib Bandung makin kuat usai sapu bersih 10 laga kandang BRI Super League 2025-2026.
Rekor angker Stadion GBLA Persib Bandung makin kuat usai sapu bersih 10 laga kandang BRI Super League 2025-2026.

JAKARTA - Rekor angker Stadion GBLA Persib Bandung kembali jadi sorotan setelah Maung Bandung menyapu bersih kemenangan kandang di BRI Super League 2025-2026. Teranyar, Malut United menjadi korban keganasan Persib saat bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), yang semakin mempertegas dominasi tuan rumah di hadapan Bobotoh.

Rekor angker Stadion GBLA Persib Bandung tak hanya menjadi mitos. Statistik menunjukkan, stadion kebanggaan masyarakat Bandung tersebut benar-benar menjadi benteng kokoh bagi skuad asuhan Bojan Hodak. Dalam laga pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026, Persib sukses menundukkan Malut United dengan skor meyakinkan 2-0.

Kemenangan tersebut semakin menegaskan bahwa rekor angker Stadion GBLA Persib Bandung masih sulit dipatahkan tim lawan. Dua gol kemenangan Maung Bandung masing-masing dicetak Thom Haye dan Saddil Ramdani, yang memastikan Malut United pulang tanpa membawa poin.

Awal Musim Persib Sempat Tertatih

Persib Bandung sebenarnya tidak langsung tampil dominan pada awal musim BRI Super League 2025-2026. Ambisi meraih gelar juara secara beruntun setelah sukses pada musim 2023-2024 dan 2024-2025 membuat tekanan terhadap tim semakin besar.

Situasi semakin menantang karena terjadi perubahan besar dalam komposisi pemain. Persib harus melepas sejumlah bintang seperti Nick Kuipers, Ciro Alves, dan David da Silva. Kehilangan pemain kunci membuat tim harus melakukan perombakan skuad dengan mendatangkan sejumlah pemain anyar.

Proses adaptasi pemain baru tidak berjalan instan. Persib sempat kesulitan menemukan konsistensi permainan, bahkan hanya mampu meraih tiga kemenangan dari beberapa laga awal. Kondisi tersebut membuat Maung Bandung sempat tercecer dari papan atas klasemen.

Selain itu, Persib juga harus menghadapi jadwal padat karena berlaga di kompetisi Asia. Beban pertandingan yang meningkat sempat memengaruhi performa tim secara keseluruhan.

Kebangkitan Persib dan Peran Pemain Baru

Momentum kebangkitan Persib mulai terlihat setelah melewati fase sulit di awal musim. Kekalahan dari Malut United pada putaran pertama justru menjadi titik balik bagi Maung Bandung untuk bangkit.

Kehadiran pemain baru seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders memberikan energi segar bagi lini permainan Persib. Keduanya mampu menghadirkan keseimbangan di sektor tengah sekaligus meningkatkan kreativitas serangan tim.

Selain itu, sejumlah pemain rekrutan lain seperti Federico Pardo, Patricio Matricardi, hingga Franz Putros juga mulai menunjukkan performa stabil. Kombinasi pemain lama dan baru membuat Persib kembali menemukan identitas permainan yang solid.

Perlahan namun pasti, Persib merangkak naik ke papan atas klasemen. Konsistensi performa membuat Pangeran Biru kembali bersaing ketat dengan klub-klub kuat seperti Borneo FC dan Persija Jakarta dalam perebutan gelar juara.

Stadion GBLA Jadi Benteng Tak Tertembus

Salah satu faktor utama kebangkitan Persib adalah performa impresif mereka saat bermain di kandang. Rekor angker Stadion GBLA Persib Bandung sudah terbukti dalam beberapa musim terakhir.

Pada musim 2023-2024, Persib hanya mengalami satu kekalahan di kandang. Catatan tersebut berlanjut pada musim 2024-2025 dengan 12 kemenangan dari 17 laga kandang.

Dominasi tersebut bahkan meningkat pada musim 2025-2026. Hingga pekan ke-20, Persib mencatatkan 10 kemenangan dari 10 pertandingan kandang. Statistik ini menjadikan GBLA sebagai stadion paling sulit ditaklukkan di kompetisi domestik.

Keangkeran stadion tidak hanya berlaku di liga lokal. Persib juga belum terkalahkan dalam tiga laga kandang di kompetisi ACL Elite dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Dukungan Bobotoh Jadi Kunci Atmosfer Mencekam

Atmosfer Stadion GBLA dikenal sangat intimidatif bagi tim tamu. Kehadiran Bobotoh yang memberikan dukungan total sepanjang pertandingan menjadi faktor penting dalam kesuksesan Persib menjaga rekor kandang.

Bagi masyarakat Jawa Barat, Persib bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol kebanggaan daerah. Sejarah panjang klub yang berdiri sejak 1919 membuat hubungan emosional antara tim dan suporter semakin kuat.

Budaya kekeluargaan yang dibangun Bobotoh turut memotivasi para pemain. Energi dukungan suporter kerap memberikan semangat tambahan bagi Maung Bandung, sekaligus menciptakan tekanan psikologis bagi tim lawan.

Tantangan Menjaga Rekor Sempurna

Persib masih berpeluang mempertahankan rekor sempurna kandang hingga akhir musim. Sejumlah klub seperti Persita Tangerang, Madura United, Persik Kediri, dan Bali United berpotensi menjadi korban berikutnya di Stadion GBLA.

Namun, tantangan terbesar kemungkinan datang dari kompetisi Asia. Persib dijadwalkan menghadapi klub kuat Thailand, Ratchaburi FC, dalam laga penting yang berpotensi menentukan nasib mereka di turnamen regional.

Jika mampu menjaga konsistensi performa dan mempertahankan keangkeran Stadion GBLA, Persib berpeluang besar mewujudkan ambisi meraih gelar juara domestik sekaligus mencatat prestasi di level Asia.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#bojan hodak #persib bandung #stadion gbla