JAKARTA - Laga Bali United vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League 2025-2026 berlangsung panas dan penuh cerita. Pertandingan yang digelar dengan tempo tinggi ini berakhir dengan kemenangan Persebaya Surabaya, sekaligus menegaskan kebangkitan Bajul Ijo dalam persaingan papan atas klasemen.
Sejak awal laga Bali United vs Persebaya Surabaya, tim tamu tampil agresif dengan skema fleksibel. Persebaya menerapkan formasi yang bisa berubah antara 3-4-3 dan 4-3-3, memanfaatkan kemampuan multifungsi sejumlah pemain seperti Yusuf Meilana dan Ricky Fajrin yang sanggup bermain di beberapa posisi.
Sementara itu, Bali United mencoba mengimbangi permainan cepat Persebaya dengan penguasaan bola dan serangan bertahap. Namun, efektivitas serangan menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.
Persebaya Andalkan Perovic sebagai Mesin Gol
Di lini depan, Persebaya Surabaya kembali mempercayakan peran ujung tombak kepada Perovic. Striker asing tersebut didampingi Gali dan Dimas, pemain muda yang kali ini mendapat kepercayaan tampil sejak menit pertama.
Tekanan Persebaya langsung terasa sejak awal babak pertama. Sejumlah peluang tercipta melalui situasi bola mati dan serangan dari sisi sayap. Meski sempat menyia-nyiakan peluang emas di area penalti, Perovic akhirnya menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti.
Gol pembuka lahir dari situasi bola kedua di dalam kotak terlarang. Meski sempat terjatuh dan mengalami benturan di kepala, Perovic tetap tampil tajam. Bola muntah hasil kemelut berhasil dimanfaatkan dengan sempurna untuk menjebol gawang Bali United. Gol tersebut membuktikan naluri gol tinggi striker andalan Persebaya Surabaya.
Bali United Kehilangan Konsentrasi
Tertinggal satu gol, Bali United mencoba bangkit. Serangan dibangun melalui Rivera yang kerap bergerak bebas di lini tengah. Beberapa kali pemain asal Amerika Latin itu sukses melewati penjagaan dan menciptakan peluang.
Namun, solidnya lini belakang Persebaya yang dikomandoi Ernando Ari di bawah mistar membuat Bali United kesulitan mencetak gol. Bahkan, Persebaya kembali menambah keunggulan melalui kejutan dari pemain yang tampil sebagai opsi darurat.
Alfan Taib, pemain muda yang diturunkan dalam kondisi tak terduga, berhasil mencuri perhatian. Bermain tanpa beban, ia memanfaatkan kelengahan pertahanan Bali United dan sukses mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini semakin memukul mental tuan rumah.
Gol Tak Terduga di Pengujung Laga
Persebaya Surabaya belum berhenti menekan. Menjelang akhir pertandingan, pelatih memasukkan dua striker jangkung untuk memaksimalkan duel udara. Strategi ini berbuah manis.
Ricky Mitranski, yang dikenal dengan julukan “Terminator”, sukses mencetak gol lewat situasi bola mati. Hilangnya konsentrasi lini belakang Bali United dihukum dengan sundulan keras yang menambah keunggulan Persebaya. Gol tersebut menjadi salah satu momen paling mengejutkan dalam laga Bali United vs Persebaya Surabaya.
Di sisi lain, Bali United akhirnya mampu mencetak gol hiburan di penghujung pertandingan. Sebuah kemelut di depan gawang Persebaya berhasil dimanfaatkan pemain Bali United, menggagalkan peluang Ernando Ari mencatatkan clean sheet kedelapannya musim ini.
Persebaya Merangsek ke Papan Atas
Meski kebobolan di menit akhir, kemenangan tetap menjadi milik Persebaya Surabaya. Tambahan tiga poin membuat Bajul Ijo perlahan merangsek naik ke papan atas klasemen BRI Super League 2025-2026.
Kemenangan atas Bali United ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Persebaya semakin matang secara taktik dan mental. Perpaduan pemain senior seperti Perovic dengan talenta muda memberi warna baru dalam permainan tim asal Surabaya tersebut.
Sementara bagi Bali United, kekalahan ini menjadi catatan penting untuk memperbaiki konsentrasi dan koordinasi lini belakang, terutama saat menghadapi tekanan di menit-menit krusial.
Laga Bali United vs Persebaya Surabaya pun menjadi salah satu pertandingan paling menarik pekan ini, bukan hanya karena banyaknya gol, tetapi juga munculnya kejutan dari pemain muda dan strategi berani yang menentukan hasil akhir
Editor : Dyah Wulandari