BLITAR– Kabar terbaru mengenai penyaluran bansos PKH Februari 2026 membawa angin segar sekaligus tanda tanya bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Memasuki pekan kedua bulan ini, tepatnya pada Senin (9/2), laporan dari lapangan menunjukkan adanya dinamika yang kontras antara pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Di wilayah Todanan, Blora, Jawa Tengah, bantuan PKH tahap 1 dilaporkan telah tersalurkan secara masif dan merata, namun hal serupa belum terjadi pada komponen bantuan lainnya.
Berdasarkan pantauan langsung di mesin ATM Bank BRI dan Mandiri hingga pukul 12.00 WIB siang tadi, bansos PKH Februari untuk komponen lansia dan anak sekolah terpantau sudah sukses mendarat di rekening KKS para KPM. "Untuk PKH alhamdulillah di daerah kami sudah cair merata. Pokoknya yang tahap 4 akhir tahun lalu cair, tahap 1 awal tahun 2026 ini alhamdulillah sudah masuk semua," ujar seorang relawan sosial yang melakukan pengecekan saldo secara live di wilayah Blora.
Meski demikian, keberhasilan pencairan PKH tidak diikuti oleh bantuan BPNT tahap 1 maupun peralihan dari PT Pos. Sejumlah kartu KKS yang dicek, mulai dari terbitan tahun 2017 hingga KKS baru tahun 2021, masih menunjukkan saldo minim atau nol rupiah untuk komponen sembako tersebut. Hal ini menandakan bahwa meskipun dana PKH sudah mulai didistribusikan, sinkronisasi data untuk BPNT kemungkinan besar masih dalam proses finalisasi di tingkat bank penyalur.
Baca Juga: PWI Blitar Raya Tegaskan Perlindungan Hukum bagi Wartawan Pascaputusan MK
BPNT dan Atensi Yapi Masih "Pecah Telur"
Kabar bansos PKH Februari ini juga menyoroti nasib para penerima Atensi Yatim Piatu (Yapi). Hingga siang hari ini, kartu KKS Bank Mandiri yang dikhususkan untuk bantuan atensi tersebut terpantau masih kosong. Belum ada tanda-tanda "pecah telur" atau masuknya saldo ke rekening anak-anak penerima manfaat Yapi, meski harapan masyarakat sangat tinggi agar bantuan ini segera cair bersamaan dengan PKH.
Sama halnya dengan BPNT Murni dan BPNT peralihan PT Pos, saldo yang tertera di mesin ATM masih berkisar di angka Rp20 hingga Rp400-an, yang merupakan sisa saldo dari periode sebelumnya. "Kami pantau BPNT murni maupun BPNT plus PKH, hasilnya masih zonk per tanggal 9 Februari ini di jam 11.57 WIB. Masyarakat diminta bersabar karena proses transfer dana memang dilakukan secara bertahap oleh pemerintah pusat ke masing-masing rekening perbankan," tambah laporan tersebut.
Penyebab Saldo Masih Kosong dan Solusinya
Fenomena di mana bansos PKH Februari sudah cair namun BPNT masih kosong sering kali disebabkan oleh perbedaan waktu penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari Kementerian Sosial. Setiap jenis bantuan memiliki termin dan gelombang pencairan yang berbeda-beda. Selain itu, adanya proses pemutakhiran data atau usulan baru bagi KPM yang sempat terhenti (seperti KKS terbitan Desember 2020 yang belum cair sejak tahap 3 tahun lalu) juga menjadi faktor penghambat aliran dana bantuan.
Pemerintah terus mengingatkan agar para KPM rutin melakukan pengecekan mandiri melalui aplikasi cek bansos atau berkoordinasi dengan pendamping PKH di desa masing-masing. Penting bagi warga untuk memahami bahwa status di SIKS-NG adalah acuan utama. Jika status sudah menunjukkan "SI" (Standing Instruction), dana dipastikan akan masuk dalam hitungan 1 hingga 7 hari kerja. Kegaduhan di mesin ATM diharapkan dapat diminimalisir dengan pemanfaatan teknologi mobile banking untuk memantau saldo tanpa harus bolak-balik ke ATM.
Harapan besar kini tertuju pada jadwal antara tanggal 11 hingga 15 Februari mendatang, yang dirumorkan akan menjadi puncak pencairan bansos PKH Februari secara nasional untuk komponen yang saat ini masih tertunda. Bagi KPM yang sudah menerima saldo PKH, diimbau untuk menggunakan dana tersebut secara bijak guna memenuhi kebutuhan pangan bergizi dan biaya pendidikan, sesuai dengan amanat presiden untuk menjaga daya beli masyarakat di awal tahun 2026 ini. (*)
Editor : Oksania Difa Ilmada