Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 9-10 Februari 2026, Puluhan Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga Longsor

Novica Satya Nadianti • Selasa, 10 Februari 2026 | 20:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem 9-10 Februari 2026, puluhan wilayah berpotensi hujan lebat, banjir, longsor, dan gempa bumi.
BMKG keluarkan peringatan dini cuaca ekstrem 9-10 Februari 2026, puluhan wilayah berpotensi hujan lebat, banjir, longsor, dan gempa bumi.

JAKARTA - BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk 9-10 Februari 2026 yang berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat di puluhan wilayah Indonesia. Dalam laporan terbaru, BMKG menegaskan potensi cuaca ekstrem tersebut dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, genangan air, hingga tanah longsor.

Peringatan dini cuaca ekstrem 9-10 Februari 2026 ini didasarkan pada analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah. BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta rutin memantau perkembangan informasi cuaca guna mengurangi risiko bencana.

Selain peringatan dini cuaca ekstrem 9-10 Februari 2026, BMKG juga melaporkan adanya dua gempa bumi dengan magnitudo kecil di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Selatan. Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi dampak gempa susulan.

Wilayah Terdampak Peringatan Cuaca Ekstrem

BMKG mencatat pada 9 Februari 2026 terdapat sejumlah wilayah yang masuk kategori waspada terhadap hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga sejumlah wilayah Papua.

Sementara itu, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku di Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, serta Papua Selatan. BMKG juga mengeluarkan peringatan angin kencang khusus untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal tersebut.

Pada 10 Februari 2026, cakupan wilayah terdampak cuaca ekstrem semakin meluas. Wilayah seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat turut masuk dalam daftar daerah yang harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat. Meski tidak ada peringatan angin kencang, BMKG menekankan potensi dampak hidrometeorologi masih tinggi.

Gempa Magnitudo 3,4 di Halmahera Barat

Selain cuaca ekstrem, BMKG juga melaporkan gempa bumi magnitudo 3,4 yang terjadi di barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara, pada 9 Februari 2026. Gempa tersebut tercatat terjadi sekitar pukul 14.01 WIB dengan kedalaman 11 kilometer dan tergolong gempa dangkal.

Pusat gempa berada di koordinat 2,04 lintang utara dan 126,73 bujur timur atau sekitar 122 kilometer barat laut Halmahera Barat. Hingga laporan tersebut disusun, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Gempa lain juga terjadi di wilayah Tenggara Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dengan magnitudo 3,3 pada hari yang sama. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman dua kilometer dan juga tidak menimbulkan potensi tsunami maupun laporan kerusakan.

Imbauan BMKG dan Tips Menghadapi Gempa

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.

Saat gempa terjadi, masyarakat disarankan berlindung di tempat aman seperti di bawah meja untuk menghindari benda jatuh. Jika berada di luar ruangan, warga diminta menjauhi bangunan, tiang listrik, serta mencari area terbuka.

Bagi masyarakat yang berada di kawasan pegunungan, penting untuk menghindari lereng yang berpotensi longsor. Sementara itu, jika gempa terjadi di wilayah pesisir atau laut, warga diminta segera menuju dataran tinggi guna mengantisipasi potensi tsunami.

BMKG juga menjelaskan bahwa getaran gempa diukur menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yang menggambarkan dampak gempa berdasarkan tingkat kerusakan dan getaran yang dirasakan masyarakat.

BMKG menegaskan seluruh informasi gempa yang disampaikan bersifat sementara karena dipublikasikan dengan mengutamakan kecepatan. Data dapat berubah sesuai pembaruan hasil analisis lanjutan.

Masyarakat di seluruh wilayah Indonesia diharapkan meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan aktivitas gempa bumi. Langkah antisipasi dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak kerugian maupun risiko keselamatan.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#bmkg #Gempa bumi Indonesia #peringatan dini cuaca ekstrem #Bencana hidrometeorologi #Hujan lebat Indonesia