Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Guncang Jawa Timur, BMKG Sebut Termasuk Gempa Megathrust Tapi Tak Berpotensi Tsunami

Novica Satya Nadianti • Selasa, 10 Februari 2026 | 20:34 WIB

Gempa Pacitan magnitudo 6,4 mengguncang Jawa Timur, BMKG sebut termasuk gempa megathrust namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Gempa Pacitan magnitudo 6,4 mengguncang Jawa Timur, BMKG sebut termasuk gempa megathrust namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.

JAKARTA - Gempa Pacitan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan sejumlah daerah sekitarnya pada Jumat, 6 Februari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa Pacitan magnitudo 6,4 tersebut tergolong gempa megathrust, namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data BMKG, gempa Pacitan magnitudo 6,4 berpusat di laut sekitar 89 kilometer tenggara Kota Pacitan dengan kedalaman 58 kilometer. Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, hingga sebagian wilayah Jawa Tengah.

BMKG menjelaskan gempa Pacitan magnitudo 6,4 terjadi akibat aktivitas subduksi atau tumbukan dua lempeng tektonik. Mekanisme ini memicu pergerakan naik pada struktur batuan di bawah permukaan bumi yang menjadi penyebab utama gempa tersebut.

BMKG Jelaskan Mekanisme Gempa Megathrust

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dariono, menjelaskan gempa Pacitan magnitudo 6,4 termasuk kategori gempa megathrust berdasarkan analisis mekanisme sumber gempa. Jenis gempa ini terjadi akibat pergerakan naik atau thrust fault yang dipicu tumbukan dua lempeng tektonik yang saling mendekat.

Menurut Dariono, salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya sehingga memicu pelepasan energi besar yang menghasilkan gempa. Meski termasuk gempa megathrust, BMKG memastikan peristiwa ini tidak memicu tsunami.

Ia menegaskan tidak semua gempa megathrust berpotensi menimbulkan tsunami. Potensi tsunami bergantung pada sejumlah faktor seperti kedalaman gempa, mekanisme pergerakan lempeng, serta deformasi dasar laut yang terjadi.

Guncangan Gempa Terasa di Banyak Wilayah

BMKG mencatat guncangan gempa Pacitan dirasakan hingga sejumlah daerah di Pulau Jawa dengan tingkat intensitas berbeda-beda. Pada skala intensitas IV MMI, guncangan dirasakan cukup kuat oleh banyak orang di dalam rumah, terutama di wilayah Pacitan, Bantul, dan Sleman.

Sementara itu, intensitas III MMI yang ditandai getaran jelas di dalam rumah dirasakan di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, serta Banjarnegara.

Sedangkan intensitas II MMI yang ditandai getaran ringan dan bergoyangnya benda ringan dirasakan di wilayah Tuban dan Jepara.

Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada informasi mengenai kerusakan signifikan maupun korban akibat gempa tersebut. BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas gempa dan potensi dampak lanjutan.

Riwayat Gempa dan Tsunami Pacitan

BMKG mencatat wilayah Pacitan memiliki riwayat gempa yang pernah memicu tsunami pada masa lalu. Berdasarkan data sejarah, gempa di wilayah tersebut pernah menimbulkan tsunami pada tahun 1840 dan 1959.

Meski demikian, BMKG menegaskan karakteristik setiap gempa berbeda. Oleh karena itu, tidak semua gempa di wilayah Pacitan akan menimbulkan tsunami.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diimbau memahami jalur evakuasi dan prosedur penyelamatan diri jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Langkah mitigasi dinilai penting untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material.

BMKG menegaskan pemantauan aktivitas tektonik terus dilakukan untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Dengan kesiapsiagaan dan pemahaman terhadap potensi bencana, dampak gempa diharapkan dapat diminimalkan.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#bmkg #gempa megathrust #gempa jawa timur #gempa pacitan