BLITAR - Kabar yang dinantikan oleh jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akhirnya tiba. Memasuki pekan kedua Februari 2026, proses pencairan bantuan sosial (Bansos) untuk Saldo PKH dan BPNT Tahap 1 2026 terpantau sudah mulai membanjiri rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di berbagai bank himpunan milik negara (Himbara). Tidak hanya itu, angin segar juga datang dari Perum Bulog yang berencana menyalurkan bantuan pangan tambahan berupa beras dan minyak goreng.
Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, saldo bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) telah mulai masuk secara bertahap sejak malam tadi, khususnya bagi para pemegang KKS Bank BNI. Di berbagai daerah, KPM melaporkan adanya dana masuk dengan nominal yang bervariasi mulai dari Rp225.000 hingga Rp950.000, tergantung pada komponen keluarga yang dimiliki. Selain BNI, penyaluran di Bank BSI (khusus wilayah Aceh), Bank BRI, dan Bank Mandiri juga dilaporkan terus bergerak progresif.
Update Pencairan di Berbagai Bank Himbara
Meskipun arus pencairan kian deras, para pendamping sosial mengingatkan agar masyarakat tetap bersabar. Mengingat jumlah penerima di seluruh Indonesia yang sangat besar, proses transfer dana dilakukan secara termin atau bergelombang. Bagi KPM yang saldonya masih kosong, sangat disarankan untuk melakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi mobile banking guna menghindari antrean panjang di mesin ATM.
"Untuk KKS Bank BNI, sejak tadi malam sudah mulai terisi saldo bantuan PKH. Sementara untuk Bank BSI di Aceh, terpantau baik PKH maupun BPNT sudah mulai disalurkan dengan nominal Rp600.000 untuk periode tertentu," ungkap sumber dari Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan. Ia juga menambahkan bahwa untuk Bank Mandiri dan BRI, status pada sistem sudah menunjukkan instruksi pencairan (SI), sehingga dana akan segera masuk ke rekening masing-masing secara bertahap.
Solusi Jika Saldo Masih Nol
Bagi KPM yang hingga akhir Februari nanti bantuannya tak kunjung cair, jangan terburu-buru berprasangka buruk. Langkah terbaik adalah melakukan koordinasi dengan pendamping sosial setempat atau operator SIKS-NG di tingkat desa/kelurahan. Hal ini penting untuk memastikan apakah status kepesertaan Anda masih aktif, masuk dalam kategori exclude, atau terdapat kendala gagal cek rekening yang menghambat penyaluran dana.
Sikap positif dan doa menjadi kunci bagi para keluarga penerima manfaat di tengah proses birokrasi ini. Jika status di SIKS-NG sudah menunjukkan keterangan "Standing Instruction" (SI), maka dapat dipastikan dana tersebut hanya tinggal menunggu waktu untuk mendarat di dompet digital KPM.
Baca Juga: Persib Bandung Bidik Perempat Final Liga Asia, Layvz Kurzawa Jadi Senjata Rahasia Bojan Hodak
Kejutan dari Bulog: Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Di tengah euforia pencairan Saldo PKH dan BPNT Tahap 1 2026, Perum Bulog membawa kabar gembira tambahan. Melalui pengumuman resminya, Bulog menyatakan siap menyalurkan bantuan pangan untuk periode Februari hingga Maret 2026. Target penyaluran ini menyasar sekitar 33,2 juta KPM di seluruh pelosok negeri.
Bantuan pangan kali ini tergolong istimewa karena tidak hanya berupa beras, tetapi juga didampingi oleh minyak goreng. Estimasi untuk dua bulan penyaluran tersebut, setiap keluarga akan menerima total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng merk Minyakita. Langkah strategis ini diambil pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi pangan menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Mekanisme pembagian bantuan pangan ini rencananya akan tetap melibatkan PT Pos Indonesia serta pendistribusian langsung di balai desa atau titik-titik kelurahan. Masyarakat diminta untuk mulai menyiapkan berkas administrasi seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli, sembari menunggu surat undangan resmi yang akan dibagikan oleh pihak desa dalam waktu dekat. (*)
Editor : Muhammad Adib Falih Rifly