Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ricuh Persija vs Arema FC Usai Selebrasi Gabi, Mauricio Souza Tuding Eks Anak Asuhnya Tidak Hormat di BRI Super League 2025/2026

Novica Satya Nadianti • Selasa, 10 Februari 2026 | 15:45 WIB

Ricuh Persija vs Arema FC terjadi usai selebrasi Gabi, Mauricio Souza menilai aksi pemain Arema tidak menghormati lawan.
Ricuh Persija vs Arema FC terjadi usai selebrasi Gabi, Mauricio Souza menilai aksi pemain Arema tidak menghormati lawan.

JAKARTA - Ricuh Persija vs Arema FC terjadi usai pertandingan pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Keributan dipicu selebrasi Gabriel Silva alias Gabi setelah mencetak gol kedua Arema FC yang membuat Persija Jakarta kalah 0-2 dari tim tamu.

Ricuh Persija vs Arema FC menjadi sorotan setelah pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengungkap kronologi kejadian tersebut. Menurut Souza, selebrasi Gabi dianggap menunjukkan sikap tidak menghormati timnya, terutama karena pemain asal Brasil itu pernah menjadi anak asuhnya.

Ricuh Persija vs Arema FC terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Ketegangan terlihat antara Mauricio Souza dengan Gabi serta pelatih Arema FC Marcos Santos yang berada di pinggir lapangan.

Brace Gabi Bawa Arema FC Menang

Pertandingan antara Persija Jakarta dan Arema FC berlangsung sengit sejak awal laga. Kedua tim menunjukkan permainan terbuka dengan sejumlah peluang tercipta sepanjang pertandingan.

Arema FC akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-82 melalui Gabriel Silva. Pemain berusia 28 tahun tersebut sukses memanfaatkan peluang dan membawa Singo Edan unggul lebih dulu.

Situasi semakin sulit bagi Persija Jakarta ketika Arema FC kembali menambah keunggulan pada menit ke-99. Gol kedua kembali dicetak Gabriel Silva sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi tim tamu.

Penampilan gemilang Gabi membuatnya menjadi bintang lapangan dalam pertandingan tersebut. Namun selebrasi gol keduanya justru memicu kontroversi yang berujung ketegangan antara kedua tim.

Mauricio Souza Anggap Selebrasi Gabi Tidak Pantas

Mauricio Souza menilai selebrasi Gabi usai mencetak gol kedua sebagai tindakan tidak sopan. Ia mengungkapkan bahwa pemain Arema FC tersebut melakukan selebrasi dengan menoleh ke arah bangku cadangan Persija Jakarta.

Menurut Souza, gestur tersebut terkesan mengejek timnya. Ia mengaku kecewa karena Gabi pernah menjadi pemain yang dilatihnya saat masih menangani tim Flamengo U-20 pada periode 2017 hingga 2018.

Souza menyebut hubungan masa lalu tersebut seharusnya membuat Gabi menunjukkan sikap yang lebih menghormati. Ia bahkan mengaku langsung meminta striker Arema FC, Dalberto Luelo, untuk menasihati rekannya agar lebih menjaga sikap di lapangan.

Meski kecewa, Mauricio Souza tetap mengakui kemenangan Arema FC dalam pertandingan tersebut. Ia menyebut ketegangan yang terjadi sebagai bagian dari dinamika dalam sepak bola.

Hubungan Tegang Souza dan Marcos Santos

Selain menyoroti selebrasi Gabi, Mauricio Souza juga mengungkap ketegangan dengan pelatih Arema FC Marcos Santos. Ia menyebut konflik serupa pernah terjadi pada pertemuan putaran pertama musim ini.

Souza menilai Marcos Santos sempat menunjukkan sikap tidak menyenangkan terhadap staf kepelatihannya. Ia mengungkap bahwa asistennya pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat laga berlangsung di kandang Arema FC.

Meski demikian, Souza menegaskan bahwa rivalitas tersebut merupakan bagian dari atmosfer pertandingan antara dua tim besar. Ia tetap memberikan ucapan selamat kepada Arema FC atas kemenangan yang diraih.

Persaingan Super League Semakin Memanas

Kemenangan Arema FC atas Persija Jakarta tidak hanya berdampak pada klasemen, tetapi juga meningkatkan tensi rivalitas antar tim. Singo Edan berhasil menunjukkan performa solid dengan memanfaatkan peluang secara efektif.

Sementara itu, kekalahan di kandang sendiri menjadi pukulan bagi Persija Jakarta yang sedang berusaha menjaga posisi di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026. Macan Kemayoran dituntut segera bangkit untuk menjaga peluang bersaing dalam perebutan gelar juara.

Kontroversi yang muncul dalam pertandingan ini juga menjadi perhatian publik sepak bola nasional. Rivalitas antara kedua tim diprediksi akan semakin menarik pada pertemuan selanjutnya, terutama jika keduanya kembali bersaing dalam laga penting.

Dengan persaingan kompetisi yang semakin ketat, profesionalitas pemain dan pelatih menjadi kunci dalam menjaga sportivitas pertandingan. Situasi panas seperti yang terjadi dalam laga Persija Jakarta melawan Arema FC menjadi pengingat pentingnya menjaga etika dalam kompetisi sepak bola profesional.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#persija jakarta #BRI Super League 2025/2026 #mauricio souza #gabriel silva #Arema FC