MALANG - Claudio De Jesus kembali ke Arema di Liga 1 2024/2025 dan langsung membangkitkan nostalgia Aremania lawas. Sosok stopper tangguh era 2004–2006 itu resmi bergabung dalam staf kepelatihan sebagai penerjemah pelatih kepala Joel Cornelli.
Kembalinya Claudio De Jesus ke Arema bukan tanpa alasan emosional. Ia Claudio De Jesusadalah bagian penting saat Singo Edan meraih dua trofi bergengsi, yakni Liga Pertamina Divisi 1 2004 dan Piala Indonesia 2005. Kini, Claudio De Jesus kembali ke Arema dengan misi membantu tim kembali bersaing di papan atas Liga 1.
Bagi publik Malang, nama Claudio bukan sekadar mantan pemain asing. Ia adalah simbol kebangkitan Arema ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dua dekade lalu.
Legenda Dua Trofi Juara
Claudio memperkuat Arema pada kurun 2004 hingga 2006. Di musim pertamanya, ia sukses membawa Singo Edan menjuarai Liga Pertamina Divisi 1 2004. Gelar tersebut memastikan Arema promosi kembali ke kasta tertinggi kompetisi nasional.
Tak berhenti di situ, pada musim berikutnya, Claudio turut mengantar Arema meraih trofi Piala Indonesia 2005. Dua gelar dalam dua musim membuat namanya melekat kuat di hati Aremania.
Baca Juga: Ganas! Deretan Pemain Asing Persib Bandung 2026: Dari Eks Bintang PSG Hingga Incaran Striker Spanyol
Sebagai bek tengah, Claudio dikenal memiliki karakter permainan keras, disiplin, dan penuh determinasi. Ia menjadi tembok kokoh di lini belakang serta figur penting dalam membangun mental juara tim.
Kini Jadi Penerjemah Joel Cornelli
Pada Liga 1 2024/2025, Claudio kembali dengan peran berbeda. Pria asal Brasil yang kini berusia 48 tahun itu dipercaya menjadi penerjemah pelatih kepala Joel Cornelli.
Meski hanya berstatus penerjemah dalam struktur resmi tim, Claudio menegaskan dirinya siap memberikan kontribusi maksimal.
“Saya pasti senang sekali bisa berada di Arema lagi. Mungkin saya bisa bantu Arema berada di posisi atas lagi musim ini,” ujar Claudio.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa skuad Arema musim ini memiliki potensi untuk bersaing di papan atas klasemen Liga 1.
“Saya yakin tim ini bisa bersaing di papan atas. Kami akan bekerja keras untuk kasih Arema posisi terbaik. Semoga Arema lebih baik dari musim kemarin,” tegasnya.
Punya Lisensi Kepelatihan
Menariknya, Claudio bukan sekadar mantan pemain yang kembali bernostalgia. Ia telah mengantongi lisensi kepelatihan dan memiliki pengalaman di dunia coaching.
Teman dekat legenda Arema lainnya, Kurniawan Dwi Yulianto, itu pernah menjadi asisten pelatih di Persipura Jayapura dan Perseru Serui. Pengalaman tersebut menjadi modal tambahan dalam membantu staf kepelatihan Arema.
Kehadiran Claudio dinilai bisa menjadi jembatan komunikasi efektif antara pelatih asing dan pemain. Selain memahami kultur sepak bola Indonesia, ia juga mengerti karakter Arema dan tekanan besar dari Aremania.
Suntikan Motivasi untuk Musim Baru
Musim lalu, performa Arema dinilai belum sepenuhnya konsisten. Karena itu, manajemen melakukan sejumlah pembenahan, termasuk dalam komposisi staf pelatih.
Kembalinya Claudio De Jesus ke Arema diharapkan bukan hanya memperlancar komunikasi teknis, tetapi juga menyuntikkan motivasi dan mental juara kepada skuad muda Singo Edan.
Bagi Aremania, kehadiran Claudio adalah simbol harapan. Sosok yang pernah membawa Arema promosi dan meraih trofi kini kembali dengan tekad membantu klub bangkit.
Baca Juga: Gaji PPPK Guru Tak Layak, PGRI Kabupaten Blitar Mengadu ke DPRD
Apakah nostalgia manis 2004–2005 bisa terulang di Liga 1 2024/2025? Jawabannya akan ditentukan di atas lapangan. Namun satu hal yang pasti, Claudio De Jesus kembali ke Arema bukan sekadar reuni, melainkan membawa misi: mengembalikan Singo Edan ke jalur prestasi.
Editor : Dyah Wulandari