JAKARTA - Rio Matsumura dipinjamkan ke Bhayangkara FC pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Keputusan ini menandai jeda perjalanan winger asal Jepang tersebut bersama Persija Jakarta setelah hampir tiga musim membela Macan Kemayoran. Namun di balik status peminjaman itu, tersimpan kisah getir soal cedera panjang, minimnya menit bermain, hingga masalah finansial klub.
Rio Matsumura dipinjamkan menyusul situasi skuad Persija yang kelebihan kuota pemain asing. Kedatangan Jan Mota, gelandang asal Brasil yang pernah satu tim dengan Lionel Messi di Inter Miami, membuat jumlah pemain asing Persija menjadi 12, melebihi batas maksimal 11 pemain. Kondisi ini memaksa manajemen mengambil keputusan sulit.
Musim 2025/2026 menjadi periode paling berat bagi Rio. Sejak Agustus 2025, ia harus menepi akibat cedera hamstring yang memaksanya menjalani operasi. Proses pemulihan memakan waktu hampir empat bulan, membuatnya absen panjang sejak fase persiapan musim.
Cedera, Sanksi, dan Minim Kesempatan
Setelah dinyatakan pulih dan siap kembali bermain, nasib Rio belum juga membaik. Pada laga comeback kontra Semen Padang FC, ia justru dijatuhi sanksi Komite Disiplin PSSI berupa larangan bermain empat pertandingan. Sejak saat itu, kesempatan tampil di lapangan tak kunjung datang.
Situasi tersebut membuat masa depan Rio di Persija berada di persimpangan. Meski secara fisik siap, persaingan internal dan regulasi pemain asing membuat posisinya semakin terjepit.
Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa keputusan meminjamkan Rio bukan tanpa pertimbangan.
“Rio punya tempat spesial di Persija. Keputusan ini diambil dengan banyak pertimbangan karena kami menghargai kontribusinya. Kami percaya masa peminjaman ini bisa menjadi ruang baginya untuk bangkit dan terus menjadi versi yang lebih baik,” ujar Bambang.
Curahan Hati Rio Matsumura
Tak lama setelah kepindahannya diumumkan, Rio Matsumura menumpahkan perasaannya melalui unggahan di Instagram. Dalam tulisan panjang tersebut, ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus membuka sisi lain perjalanan Persija yang jarang terungkap ke publik.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari Persija selama hampir tiga tahun sebagai pemain Jepang pertama dalam sejarah klub hebat ini,” tulis Rio.
Ia kemudian menyinggung masa-masa sulit yang dialami Persija, terutama terkait kondisi keuangan klub. Rio mengungkap adanya keterlambatan pembayaran gaji yang berlangsung hingga berbulan-bulan sejak awal musim.
“Ada kalanya gaji tidak dibayarkan selama berbulan-bulan sejak awal musim dan kami bahkan memainkan pertandingan tanpa penonton di tribun,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian publik dan menjadi sorotan tajam di kalangan suporter.
Harapan untuk Masa Depan Persija
Meski mengungkapkan sisi pahit, Rio tidak menutup pesannya dengan nada negatif. Ia justru berharap Persija benar-benar keluar dari bayang-bayang masalah finansial.
“Untungnya musim ini klub dalam kondisi keuangan yang stabil dan saya percaya tim sedang menikmati periode yang sangat positif. Saya sangat berharap momentum baik ini akan berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tulisnya.
Rio menilai Persija memiliki potensi besar untuk kembali stabil dan kompetitif jika masalah non-teknis benar-benar dibereskan.
Babak Baru Bersama Bhayangkara FC
Bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC, Rio Matsumura diharapkan mendapatkan menit bermain reguler untuk mengembalikan performanya. Status pinjaman ini menjadi kesempatan emas bagi sang winger untuk membuktikan bahwa ia masih layak bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Bagi Persija, kepergian sementara Rio menjadi refleksi penting. Bukan hanya soal strategi dan kuota pemain asing, tetapi juga manajemen klub secara keseluruhan.
Sementara bagi Rio Matsumura, peminjaman ini bukan akhir, melainkan awal babak baru untuk bangkit dari musim yang penuh luka.
Editor : Natasha Eka Safrina