JAKARTA - Persija datangkan Jian Mota menjadi sinyal kuat keseriusan Macan Kemayoran dalam membangun skuad mewah demi target juara Liga Indonesia. Gelandang asal Brasil berusia 32 tahun itu resmi dikontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan satu tahun. Tak berhenti di situ, Persija juga merekrut penjaga gawang naturalisasi Ciros Margono sebagai investasi jangka panjang.
Persija datangkan Jian Mota yang terakhir bermain di Serie B Liga Brasil bersama Vila Nova. Dalam satu musim, Mota mencatatkan 28 penampilan dengan kontribusi dua gol dan tiga assist. Meski statistiknya tak terlalu mencolok, pengalaman dan latar belakang karier sang pemain menjadi sorotan utama.
Nama Jian Mota mendadak viral di media sosial setelah beredar foto dirinya merangkul Lionel Messi saat masih membela Inter Miami. Foto tersebut kembali ramai diperbincangkan seiring kepindahannya ke Persija Jakarta, memperkuat narasi bahwa Macan Kemayoran benar-benar serius mendatangkan pemain berkelas internasional.
Bukan Pemain Sembarangan
Persija datangkan Jian Mota bukan tanpa alasan. Gelandang bertipe central midfielder ini dikenal memiliki pengalaman bermain di level tinggi, termasuk Major League Soccer (MLS). Ia bahkan pernah menjadi bagian dari skuad Inter Miami ketika Lionel Messi bergabung, sebuah pengalaman yang tidak dimiliki banyak pemain.
Dalam kariernya, Mota lebih sering beroperasi sebagai gelandang tengah (nomor 8), bukan gelandang serang murni seperti yang ramai disebut di media sosial. Data menunjukkan ia tampil sebagai central midfielder sebanyak 86 kali, sementara peran attacking midfielder dijalani 37 kali. Sisanya tersebar di berbagai posisi lain, termasuk bek kiri, gelandang bertahan, hingga sayap.
Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi pelatih Mauricio Souza, yang mengusung gaya permainan berbasis penguasaan bola, satu-dua sentuhan, dan progresi dari lini tengah.
Tantangan Fisik Liga Indonesia
Meski kaya pengalaman, Jian Mota tetap menghadapi tantangan besar di Liga Indonesia yang dikenal memiliki intensitas fisik tinggi. Pada usia 32 tahun, aspek stamina dan duel fisik menjadi sorotan utama. Karena itu, peran gelandang bertahan yang kuat secara fisik akan sangat penting untuk menutupi kekurangan Mota.
Baca Juga: PKH BPNT 2026 Cair Lagi! Warga Sidoarjo hingga Bogor Terima Saldo KKS, Nominal Capai Rp1,5 Juta
Namun, Mota memiliki keunggulan lain: kemampuan membaca permainan dan tendangan jarak jauh. Dalam situasi lawan bertahan rapat, kemampuan ini diharapkan menjadi solusi Persija untuk memecah kebuntuan.
Dari sisi finansial, nilai pasar Jian Mota memang menurun. Saat bermain di Inter Miami, ia disebut menerima gaji sekitar Rp13–15 miliar per tahun. Setelah meninggalkan MLS, nilainya turun menjadi sekitar Rp5,5 miliar. Meski angka kontraknya di Persija tidak dipublikasikan, jelas Mota kini bermain lebih didorong oleh passion dan tantangan baru.
Ciros Margono, Proyek Masa Depan
Selain Mota, Persija juga resmi mengontrak Ciros Margono, kiper naturalisasi yang belum pernah mendapat kesempatan tampil bersama Timnas Indonesia. Kontrak berdurasi 2,5 tahun menegaskan bahwa Margono bukan rekrutan jangka pendek.
Selama ini, nama Ciros Margono kerap menjadi perdebatan publik. Ada yang menilai potensinya besar, namun tak sedikit pula yang menyebut performanya belum stabil. Bergabungnya Margono ke Liga Indonesia bersama Persija akan menjadi panggung pembuktian.
\Baca Juga: Arema FC Kalahkan Persija Jakarta 2-0, Brace Gabi Antar Singo Edan Naik Klasemen Super League 2025/2026
Dengan bermain reguler di kompetisi domestik, performa Margono akan lebih mudah dipantau publik dan pelatih Timnas. Ini menjadi kesempatan emas bagi sang kiper untuk menjawab kritik dan membuktikan kualitasnya.
Skuad Mewah, Target Tak Bisa Rendah
Langkah Persija datangkan Jian Mota dan Ciros Margono menambah panjang daftar pemain anyar yang dikontrak jangka panjang. Sebelumnya, Persija juga mengamankan tanda tangan Shin Tae-yong? (Patinama), Fajar Fathurrahman, hingga Mauro Zijlstra dengan durasi kontrak di atas dua tahun.
Menariknya, langkah agresif ini terjadi setelah Persija sempat diterpa isu finansial dan menjadi sorotan publik. Kini, Macan Kemayoran justru menunjukkan kebangkitan luar biasa dengan komposisi skuad yang tergolong mewah.
Dengan materi pemain seperti ini, target Persija jelas tak bisa lagi sekadar bersaing di papan atas. Gelar juara menjadi tuntutan realistis, sekaligus ujian bagi Mauricio Souza untuk menyatukan potensi besar dalam satu sistem yang solid.
Editor : Natasha Eka Safrina