Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Noor Alam Shah Menangis Lawan Arema: Pengakuan Cinta Sang Legenda Duo Singapura yang Bikin Aremania Haru

Dyah Wulandari • Kamis, 12 Februari 2026 | 16:00 WIB

Noor Alam Shah menangis lawan Arema. Pengakuan cinta legenda Duo Singapura ini bikin Aremania terharu
Noor Alam Shah menangis lawan Arema. Pengakuan cinta legenda Duo Singapura ini bikin Aremania terharu

JAKARTA - Momen Noor Alam Shah menangis lawan Arema saat membela Persib Bandung masih membekas kuat di ingatan Aremania. Tangisan striker asal Singapura yang akrab disapa Along itu menjadi bukti betapa besar cintanya kepada Arema FC dan Kota Malang, klub yang pernah ia bawa meraih gelar juara Liga Indonesia.

Dalam sebuah wawancara santai, Noor Alam Shah akhirnya buka suara soal momen emosional tersebut. Ia menegaskan, air mata itu bukan dibuat-buat. Ada ikatan batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

“Saya besar di Singapura, tapi hati saya ada di Malang juga. Arema itu beda,” ujarnya.

Baca Juga: Sangat Mudah! Begini Cara Cek Saldo Tapera Lewat HP, Peserta di Blitar Wajib Tahu Biar Nggak Bingung

Tangisan itu terjadi ketika ia tak bisa membela Arema karena situasi kontrak dan cedera, lalu harus berhadapan sebagai lawan. Perasaan campur aduk tak terhindarkan. Di satu sisi ia profesional, di sisi lain ada kenangan juara dan kebersamaan yang tak terlupakan.

Dari Jalanan ke Timnas Singapura

Cerita perjalanan karier Noor Alam Shah sendiri terbilang unik. Ia tak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah sepak bola (SSB). Kariernya justru dimulai dari nongkrong bersama teman-temannya.

Baca Juga: Cara Cek Saldo Tapera Online Lewat HP bagi ASN dan Karyawan di Blitar, Ternyata Mudah dan Bisa Dicairkan!

Tahun 1996 menjadi titik balik. Seorang pelatih asal India yang menangani klub Woodlands Wellington melihatnya bermain saat uji coba. Along dan lima temannya diajak ikut seleksi dadakan.

“Hanya main sebentar, tapi langsung lolos,” kenangnya.

Dari situlah karier profesionalnya dimulai. Ia sempat membela Sembawang Rangers dan naik level dengan cepat, bahkan melompat dari kelompok usia 16 tahun ke U-23. Klub tersebut dikenal sebagai gudang pemain muda Singapura.

Baca Juga: ⁠Dishub Kabupaten Blitar Pastikan Tahun Ini Tidak Ada Pengadaan Kamera Pengawas Baru, Ini Alasannya

Mental juaranya terbentuk dari lingkungan yang keras. Banyak pemain dan pelatih Thailand di klubnya saat itu. Thailand yang sedang dominan di Asia Tenggara menularkan psikologi pemenang kepada Along muda.

Menolak Inggris, Pilih Indonesia

Tak banyak yang tahu, Noor Alam Shah sempat menjalani uji coba di Inggris bersama Notts County serta mendapat tawaran dari klub Latvia. Namun persoalan izin kerja dan kondisi keluarga membuatnya batal berkarier di Eropa.

Baca Juga: Tok! MK Batalkan UU Tapera, Gaji Pekerja dan Buruh Tak Lagi Dipotong Paksa

“Itu keputusan yang paling saya sesali. Klub Latvia itu main di kualifikasi Liga Champions,” ungkapnya.

Setelah meraih sukses bersama Tampines Rovers pada 2004 dan 2005, ia akhirnya memilih tantangan baru di Liga Indonesia. Awalnya hanya berniat satu musim, namun kisahnya di Malang justru menjadi legenda.

Membangun Mental Juara Arema

Saat tiba di Arema, ia melihat tim belum solid. Ada sekat antara pemain lokal Malang dan luar daerah. Along mengambil inisiatif menggelar acara barbecue dan makan bersama demi membangun kekompakan.

Baca Juga: Mulai 1 Juli 2025, Pencairan Gaji Pensiunan PNS Golongan Ini Tak Bisa Lagi di Bank, Wajib Pindah ke Kantor Pos!

“Susah bangun mental juara. Tapi kalau sudah menyatu, semua jadi mudah,” katanya.

Debutnya di Bontang langsung mencuri perhatian. Dua gol spektakuler ia cetak di laga tandang berat. Kemenangan itu menjadi sinyal bahwa Arema tak bisa diremehkan.

Puncaknya terjadi saat Arema mengunci gelar di Pekanbaru melawan PSPS. Noor Alam Shah mencetak gol penting yang memastikan langkah tim menuju tangga juara.

Baca Juga: Dicap Main Membosankan, Taktik Parkir Bus Persib Ala Bojan Hodak Justru Kunci Juara Paruh Musim

Tak hanya itu, ia juga pernah memborong empat gol dalam satu laga melawan PSPS di Kanjuruhan. Aremania pun semakin mengidolakan sosok striker bertubuh kekar tersebut.

Cinta yang Tak Pernah Hilang

Meski karier membawanya kembali ke Singapura dan sempat berseragam klub lain, kecintaannya pada Arema tak pernah pudar. Ia mengaku paling merindukan suasana perjalanan menuju Stadion Kanjuruhan dan dukungan fanatik Aremania.

Baca Juga: Cicilan Cuma Rp 1 Jutaan! Ini Cara Ajukan KPR Subsidi FLPP via Aplikasi Sikasep, DP Hanya 1 Persen

“Kalau kangen, saya kangen perjalanan ke Kanjuruhan. Atmosfernya beda,” ucapnya.

Momen Noor Alam Shah menangis lawan Arema menjadi simbol bahwa sepak bola bukan sekadar profesi, melainkan soal hati. Ia mungkin lahir di Singapura, tetapi sebagian jiwanya tertinggal di Malang.

Kini, dengan lisensi kepelatihan yang telah dikantongi, Along membuka peluang kembali ke Indonesia sebagai pelatih. Ia ingin menularkan mental juara yang dulu ia bangun bersama generasi emas Arema.

Baca Juga: Isu Gaji Pensiun Naik 12 Persen Cair Maret? PT TASPEN Kediri Bongkar Fakta PP Nomor 11 2025 dan Jadwal THR

Bagi Aremania, satu hal pasti: Along bukan sekadar mantan pemain. Ia adalah bagian dari sejarah emas yang tak tergantikan.

Editor : Dyah Wulandari
#liga indonesia #aremania #nor alam #Arema FC