Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Legenda Arema FC Nostalgia ke Malang, Sebut Kunci Kebangkitan Singo Edan Ada di Armania: “Satu Hati, Satu Jiwa!”

Dyah Wulandari • Kamis, 12 Februari 2026 | 16:05 WIB

Legenda Arema FC kembali ke Malang dan bongkar kunci kebangkitan Singo Edan: Armania harus satu hati!
Legenda Arema FC kembali ke Malang dan bongkar kunci kebangkitan Singo Edan: Armania harus satu hati!

MALANG - Legenda Arema FC kembali menyapa Malang dan Armania. Dalam kunjungan terbarunya ke Kota Apel, sosok yang pernah membawa Arema FC juara itu mengungkapkan rasa rindunya sekaligus memberikan pesan penting bagi tim yang kini tengah berjuang keluar dari zona merah.

Kehadiran legenda Arema FC tersebut langsung membangkitkan nostalgia. Ia mengaku bangga melihat perkembangan Malang yang semakin maju, sekaligus terharu karena masih mendapat sambutan hangat dari Armania meski sudah 14 tahun meninggalkan klub.

“Malang tetap separuh daripada hati saya dan jiwa saya. Makanya setiap tahun saya sering datang ke sini,” ujarnya.

Baca Juga: Hasil Persib Bandung Terbaru: Maung Bandung Tumbang di Thailand, Misi Balas Dendam 4-0 di GBLA Menanti!

Ia juga menegaskan, keberhasilan Arema FC di masa lalu bukan semata karena kualitas individu pemain, melainkan kekuatan solidaritas seluruh elemen tim dan suporter.

Malang Makin Maju, Sepak Bola Harus Ikut Berkembang

Dalam kunjungannya, legenda Arema FC itu sempat berkeliling kota. Ia mengaku takjub dengan perubahan signifikan yang terjadi.

“Kotanya makin maju. Dulu beda, sekarang lebih banyak toko dan tempat hiburan. Perkembangannya luar biasa,” katanya.

Baca Juga: Hasil Persib Bandung Terbaru: Mimpi Buruk 45 Menit di Thailand, Maung Bandung Tumbang 3-0!

Menurutnya, kemajuan kota seharusnya sejalan dengan perkembangan prestasi sepak bola. Ia berharap Arema FC bisa kembali bangkit dan menorehkan kejayaan seperti di era sebelumnya.

“Semoga sepak bolanya juga lebih maju daripada masa-masa saya. Saya doakan terus,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif pembangunan arena untuk anak-anak muda yang dinilainya bisa menjadi wadah pembinaan generasi penerus Timnas Indonesia. Baginya, investasi terhadap pemain muda adalah fondasi penting untuk masa depan sepak bola nasional.

Baca Juga: Jadwal Persib Bandung di ACL 2 Lawan Port FC: Marc Klok dan Gustavo Franca Absen, Maung Bandung Siap Tempur di Thailand!

Pesan Tegas untuk Armania: Harus Bersatu

Saat ditanya soal kondisi Arema FC yang kini berada di zona merah, ia memberikan jawaban singkat namun penuh makna.

“Cuma satu, harus satu hati. Dulu kita juara bukan karena individu, tapi karena kota Malang satu hati, satu jiwa dengan tim,” tegasnya.

Menurutnya, kekompakan antara pemain, pelatih, manajemen, dan Armania adalah kunci utama kebangkitan Singo Edan. Tanpa persatuan, sulit bagi tim untuk kembali ke performa terbaik.

Baca Juga: Prediksi Persib vs Ratchaburi FC di AFC Champions League 2: Maung Bandung Diambang Kemenangan Bersejarah!

“Termasuk Armania, tim pelatih, semuanya. Salam Satu Jiwa,” tambahnya.

Pernyataan itu seolah menjadi suntikan moral bagi Arema FC yang tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen.

Masih Diikuti Armania, Buka Peluang Kembali

Meski telah lama meninggalkan Arema FC, ia mengaku masih mengikuti perkembangan tim. Bahkan, keluarganya masih terlibat dalam dunia sepak bola.

Baca Juga: Prediksi Persib vs Ratchaburi FC: Misi Pangeran Biru Ukir Sejarah di 16 Besar ACL 2!

Ia pun tak menutup kemungkinan suatu hari kembali ke Indonesia, termasuk ke Malang.

“Kita enggak tahu kan? Semoga satu hari nanti ada peluang kembali ke sini. Kalau bisa, saya kembali. Kalau tidak, saya tetap kontribusi untuk negara saya,” ungkapnya.

Saat ini, ia diketahui berkarier sebagai pelatih sekaligus manajer di Tanjung Pagar, Singapura. Ia bahkan telah hampir empat tahun terlibat dalam struktur tim nasional di sana.

Baca Juga: Hasil Persib Bandung Terbaru di ACL 2: Pangeran Biru Tumbang di Thailand, Misi Remontada di GBLA Menjadi Harga Mati!

Namun, cintanya kepada Malang dan Arema FC tampak belum luntur.

Armania Tetap Setia, Meski 14 Tahun Berlalu

Yang menarik, ia mengaku masih sering mendapat sambutan hangat dari Armania saat bertemu di pusat perbelanjaan atau tempat makan.

“Mereka masih ingat, masih mendukung, walaupun sudah 14 tahun. Sudah besar-besar juga, sudah pensiun juga, tapi masih dihargai,” katanya sambil tersenyum.

Baca Juga: Cara Cek Saldo Tapera Online Lewat HP bagi ASN dan Karyawan di Blitar, Ternyata Mudah dan Bisa Dicairkan!

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pemain dari Singapura tertarik bermain di Indonesia karena atmosfer Liga 1 dan fanatisme suporter seperti Armania.

“Mereka lihat supporter dan serunya liga di sini. Itu yang bikin mereka pengin datang,” jelasnya.

Menurutnya, atmosfer sepak bola Indonesia, khususnya di Malang, masih menjadi daya tarik tersendiri dibanding beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Baca Juga: Banyak PNS Belum Tahu! Begini Cara Cek Saldo Tapera Secara Online lewat HP, Segera Pastikan Tabungan Perumahan Anda Aman!

Di akhir perbincangan, ia kembali menekankan pentingnya persatuan, tidak hanya untuk Arema FC tetapi juga untuk Indonesia secara umum.

“Indonesia harus bersatu juga,” pesannya.

Ucapan itu menjadi refleksi sekaligus harapan agar Arema FC segera bangkit. Sebab, seperti yang pernah dibuktikan di masa lalu, ketika Malang bersatu, Singo Edan bisa menjadi kekuatan yang menakutkan di kancah sepak bola nasional

Editor : Dyah Wulandari
#singo edan #legenda #aremania #liga 1 indonesia #Arema FC