JAKARTA – Optimisme masih terjaga di tubuh Persija Jakarta. Meski baru saja menelan kekalahan pahit, keyakinan bahwa Persija masih berpeluang juara Super League 2025/2026 ditegaskan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia menilai peluang Macan Kemayoran belum tertutup dan masih sangat realistis untuk mengejar puncak klasemen.
Keyakinan tersebut muncul usai Persija takluk 0-2 dari Arema FC pada pekan ke-20. Kekalahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu terasa menyakitkan karena menjadi kekalahan kandang pertama Persija sepanjang musim ini. Namun bagi Pramono, hasil tersebut bukanlah akhir dari segalanya.
Saat ini, Persija tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung. Situasi kian menantang karena pesaing lain seperti Borneo FC Samarinda juga terus meraih hasil positif. Meski demikian, Pramono menekankan bahwa kompetisi masih menyisakan 14 pertandingan, ruang yang cukup lebar untuk membalikkan keadaan dan membuktikan bahwa Persija masih berpeluang juara.
Pramono Anung: Peluang Belum Tertutup
Menurut Pramono Anung, jalannya laga melawan Arema FC sebenarnya berlangsung seimbang. Ia menilai faktor keberuntungan belum berpihak kepada Persija. “Pertandingannya seimbang, tapi nasibnya lagi tidak baik,” ujarnya. Ia pun meminta seluruh elemen tim menjaga mental juara dan konsistensi permainan agar tetap kompetitif hingga akhir musim.
Dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga disebut nyata. Sejumlah BUMD DKI terlibat sebagai sponsor Persija, sebagai bentuk komitmen mendukung prestasi klub ibu kota. Pramono berharap sinergi tersebut menjadi tambahan energi positif di tengah tekanan persaingan Super League.
Persija Terancam Kembali Terusir dari GBK
Di tengah perjuangan mengejar gelar, Persija juga dihadapkan pada persoalan non-teknis. Stadion Utama GBK dipastikan tak bisa digunakan dalam beberapa laga kandang karena agenda Timnas Indonesia pada FIFA Series Maret 2026. Turnamen tersebut menjadi ajang perdana bagi pelatih anyar timnas, John Hertman.
Panitia pelaksana Persija melalui Feri Indra Syarif menyebut manajemen tengah menyiapkan opsi stadion alternatif. Pilihan pertama adalah Jakarta International Stadium, dengan catatan kondisi rumput dinyatakan layak. Jika tidak, Stadion Patriot Candrabhaga menjadi alternatif paling realistis. Kondisi ini tentu bukan situasi ideal, mengingat Persija harus terus beradaptasi dengan atmosfer stadion berbeda di tengah ketatnya persaingan.
Kisah Perpisahan Rio Matsumura
Di sisi lain, kabar emosional datang dari keputusan Persija meminjamkan Rio Matsumura. Gelandang asal Jepang itu menuliskan surat perpisahan yang menyentuh untuk Persija dan Jakmania melalui akun Instagram pribadinya. Rio mengenang masa-masa sulit klub, termasuk problem finansial yang membuat gaji pemain sempat tertunggak berbulan-bulan.
Rio juga mengungkapkan bahwa dukungan Jakmania menjadi kekuatan terbesarnya selama membela Persija. Momen gol pertamanya di GBK disebut sebagai kenangan abadi. Ia turut menyinggung peran Thomas Doll, sosok yang pertama kali membawanya ke Persija pada 2023.
Kini, Rio melanjutkan karier bersama Bhayangkara FC dengan status pinjaman. Meski kontraknya di Persija akan berakhir akhir musim ini, namanya tetap tercatat penting dengan total 72 penampilan, 17 gol, dan 18 assist.
Di tengah dinamika hasil pertandingan, persoalan stadion, hingga perpisahan pemain kunci, satu hal tetap diyakini Pramono Anung: Persija masih berpeluang juara. Dengan konsistensi, mental kuat, dan dukungan penuh semua pihak, Macan Kemayoran masih punya kans besar untuk menyalip Persib di jalur penentuan gelar.
Editor : Novica Satya Nadianti