Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia Disebut 70 Persen, Tapi Terancam Faktor Nonteknis dan Isu Lobi Negara Timur Tengah

Novica Satya Nadianti • Jumat, 13 Februari 2026 | 16:40 WIB

Peluang Timnas Indonesia lolos Piala Dunia disebut mencapai 70 persen, namun terancam faktor nonteknis dan lobi negara pesaing.
Peluang Timnas Indonesia lolos Piala Dunia disebut mencapai 70 persen, namun terancam faktor nonteknis dan lobi negara pesaing.

JAKARTA - Peluang Timnas Indonesia lolos Piala Dunia kembali menjadi perbincangan hangat usai pengamat sepak bola menyebut kans skuad Garuda sebenarnya cukup besar. Namun, peluang Timnas Indonesia lolos Piala Dunia dinilai tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis di lapangan, melainkan juga potensi pengaruh nonteknis seperti lobi hingga dugaan ketimpangan penyelenggaraan pertandingan.

Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau Coach Justin menilai peluang Timnas Indonesia lolos Piala Dunia mencapai 60 hingga 70 persen jika hanya melihat kekuatan teknis. Menurutnya, performa tim nasional menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Sepak bola itu olahraga probabilitas. Secara teknis kita bisa bersaing. Kalau faktor nonteknis bisa diabaikan, peluang Timnas Indonesia lolos Piala Dunia ada di kisaran 60 sampai 70 persen,” ujarnya dalam sebuah diskusi sepak bola.

Peluang Timnas Indonesia lolos Piala Dunia semakin mendapat perhatian karena tim Merah Putih akan menghadapi negara-negara kuat Timur Tengah pada putaran kualifikasi berikutnya, seperti Arab Saudi, Qatar, Oman, serta Uni Emirat Arab.

Kekuatan Teknis Dinilai Sudah Kompetitif

Coach Justin menilai Indonesia sebenarnya memiliki catatan positif saat menghadapi tim Timur Tengah. Ia mencontohkan hasil pertandingan melawan Arab Saudi maupun Bahrain yang menunjukkan Indonesia mampu memberi perlawanan bahkan meraih kemenangan.

Ia menambahkan, kondisi cuaca di Timur Tengah tidak lagi menjadi kendala besar bagi Indonesia. Menurutnya, suhu sekitar 30-35 derajat Celsius masih mirip dengan kondisi di Indonesia, meski kelembapan udara di sana lebih rendah.

Selain itu, peningkatan kualitas permainan tim nasional menjadi indikator bahwa Indonesia tidak lagi sekadar bertahan, tetapi mampu menguasai permainan.

“Bukan hanya soal menang atau kalah, tapi cara bermain kita sudah unggul. Itu tanda perkembangan positif,” ujarnya.

Ancaman Faktor Nonteknis dan Dugaan Ketimpangan

Meski optimistis, Coach Justin menyoroti potensi kendala nonteknis yang dapat memengaruhi peluang Timnas Indonesia lolos Piala Dunia. Ia menyinggung dugaan ketimpangan dalam penyelenggaraan pertandingan yang melibatkan federasi sepak bola Asia.

Ia mencontohkan keputusan penunjukan venue pertandingan netral yang justru digelar di negara peserta kualifikasi. Hal ini dinilai tidak lazim dalam sepak bola internasional.

Menurutnya, sponsor utama putaran kualifikasi seperti Aramco dan Qatar Airways juga memicu sorotan publik.

Baca Juga: Berwisata di Penangkaran Rusa Blitar, Rasakan Sensasi Interaksi Langsung dengan Rusa

Coach Justin menyebut federasi harus aktif melakukan diplomasi ke FIFA maupun AFC. Ia menilai lobi internasional menjadi faktor penting dalam sepak bola modern.

Ia juga menilai hubungan Ketua Umum Erick Thohir dengan petinggi FIFA dapat menjadi modal diplomasi bagi PSSI.

Persiapan Timnas dan Agenda Uji Coba

Dari sisi persiapan, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Lebanon dan Kuwait. Pertandingan tersebut dinilai penting untuk menguji strategi tim.

Coach Justin menegaskan hasil uji coba bukan target utama. Ia lebih menekankan kesiapan taktik serta skenario alternatif menghadapi kualifikasi.

“Yang penting tim punya plan B dan plan C. Saat ini Indonesia masih minim pengalaman menghadapi variasi situasi pertandingan,” jelasnya.

Pentingnya Konsistensi Program Sepak Bola Nasional

Selain peluang jangka pendek, Coach Justin menekankan pentingnya keberlanjutan program pembinaan sepak bola nasional. Ia berharap program naturalisasi pemain dan pembinaan liga tetap berjalan konsisten.

Ia menilai sistem sepak bola Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Namun, perubahan kepemimpinan di federasi sering kali berisiko menghentikan program jangka panjang.

Coach Justin juga menegaskan prestasi instan melalui naturalisasi tetap penting selama berjalan beriringan dengan pengembangan pemain lokal.

Dukungan untuk Pelatih Baru Timnas

Dalam kesempatan itu, Coach Justin juga mengajak publik mendukung pelatih baru Timnas Indonesia, yakni Patrick Kluivert, yang menggantikan Shin Tae-yong.

Ia menilai pergantian pelatih merupakan bagian dari dinamika sepak bola. Publik diminta memberi waktu kepada pelatih baru untuk membangun sistem permainan.

Menurutnya, sepak bola adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran serta dukungan semua pihak.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#kualifikasi piala dunia #Naturalisasi Pemain Timnas #peluang timnas indonesia lolos piala dunia #timnas indoensia #PSSI