JAKARTA – Drawing Piala Asia U-17 2026 resmi digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 12 Februari 2026. Turnamen kelompok umur tersebut menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia U-17 dalam persiapan tampil di level Asia.
Turnamen yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 7 hingga 24 Mei 2026 itu diikuti 16 negara peserta. Negara-negara tersebut dibagi ke dalam empat pot berdasarkan performa dalam tiga edisi terakhir turnamen.
Indonesia U-17 tergabung di pot kedua bersama Tajikistan, Australia, dan Yaman. Posisi tersebut didapat setelah skuad Garuda Asia mampu menembus babak perempat final pada edisi sebelumnya.
Sementara pot pertama diisi negara kuat seperti tuan rumah Arab Saudi, Korea Selatan, Jepang, dan Uzbekistan. Adapun pot keempat ditempati Korea Utara, Uni Emirat Arab, Qatar, serta Myanmar.
Masuknya Korea Utara ke pot keempat dinilai menjadi ancaman tersendiri bagi Indonesia. Pada pertemuan sebelumnya, skuad Garuda Asia harus mengakui keunggulan Korea Utara dalam turnamen level Asia.
Saat ini tim U-17 terus mempersiapkan diri melalui sejumlah laga uji coba, termasuk menghadapi China. Persiapan tersebut akan berada di bawah arahan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto yang dipercaya membentuk kekuatan tim menuju turnamen.
Mauro Zijlstra Pilih Berkarier di Liga Indonesia
Di sisi lain, dinamika sepak bola nasional juga diwarnai keputusan pemain diaspora muda Mauro Zijlstra yang memilih berkarier di Indonesia. Penyerang keturunan Belanda-Indonesia tersebut memutuskan bergabung dengan Persija Jakarta setelah sebelumnya berkiprah bersama FC Volendam.
Zijlstra mengaku awalnya ingin melanjutkan karier di Eropa. Namun minimnya kesempatan bermain membuatnya mempertimbangkan tawaran klub Indonesia yang memberikan jaminan menit bermain reguler.
Selain faktor finansial, proyek pengembangan pemain serta peluang tampil di hadapan suporter fanatik Persija menjadi pertimbangan penting. Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah realistis untuk meningkatkan pengalaman bertanding di usia muda.
Sejumlah Diaspora Disarankan Bertahan di Eropa
Meski demikian, sejumlah pemain diaspora lainnya justru dinilai lebih baik bertahan berkarier di Eropa demi menjaga kualitas permainan. Salah satu nama yang mencuat adalah Miliano Jonathan yang tampil impresif bersama Excelsior Rotterdam.
Selain itu, bek muda Jay Idzes juga disebut masih memiliki peluang besar berkembang di kompetisi Eropa. Pemain yang pernah memperkuat Sassuolo tersebut bahkan sempat dikaitkan dengan klub besar Italia.
Nama lain yang turut disorot adalah Kevin Diks yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa. Para pemain tersebut dinilai membutuhkan atmosfer kompetisi dengan standar fisik dan taktik tinggi agar tetap kompetitif saat membela tim nasional.
Striker Muda Masuk Radar Pelatih Timnas
Perkembangan positif juga datang dari talenta muda keturunan Indonesia, Jael Pawirodiharjo. Penyerang berusia 18 tahun itu mencuri perhatian setelah mencetak gol debut profesional bersama MVV Maastricht di kasta kedua Liga Belanda.
Gol penentu kemenangan yang dicetak Pawirodiharjo menunjukkan potensi besar striker muda tersebut. Dengan latar belakang keturunan Indonesia, peluangnya untuk dipantau tim nasional semakin terbuka.
Performa pemain muda diaspora menjadi perhatian khusus pelatih John Herdman yang tengah membangun skuad kompetitif. Kehadiran striker muda dengan pengalaman kompetisi Eropa dianggap dapat menjadi solusi jangka panjang lini depan tim nasional.
Persaingan Ketat Menuju Level Asia
Kombinasi pembinaan pemain lokal, pemantauan diaspora, serta persiapan turnamen kelompok umur menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun kekuatan sepak bola nasional.
Piala Asia U-17 2026 menjadi ajang penting untuk mengukur perkembangan generasi muda sepak bola Indonesia. Sementara itu, pemantauan pemain diaspora diharapkan mampu memperkuat skuad nasional di masa depan.
Dengan jadwal kompetisi internasional yang semakin padat, proses seleksi dan pengembangan pemain dinilai akan menjadi kunci keberhasilan tim nasional dalam menghadapi persaingan sepak bola Asia.
Editor : Novica Satya Nadianti