Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Arema FC Kalahkan Persija Jakarta Meski Penguasaan Bola Cuma 18 Persen, Marcos Santos Bongkar Strategi di GBK

Novica Satya Nadianti • Jumat, 13 Februari 2026 | 15:00 WIB

 

Arema FC kalahkan Persija Jakarta di GBK meski hanya kuasai bola 18 persen. Marcos Santos bongkar strategi bertahan efektif Singo Edan.
Arema FC kalahkan Persija Jakarta di GBK meski hanya kuasai bola 18 persen. Marcos Santos bongkar strategi bertahan efektif Singo Edan.

JAKARTA – Kemenangan mengejutkan berhasil diraih Arema FC kalahkan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Dalam laga yang digelar Sabtu (8/2), Singo Edan pulang membawa tiga poin penuh meski hanya mencatatkan penguasaan bola sekitar 18 persen sepanjang pertandingan.

Hasil ini langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Sebab, Arema FC kalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-0 di kandang sendiri, di hadapan puluhan ribu suporter Jakmania. Dua gol telat dari Gabriel Silva pada menit ke-82 dan 90+9 menjadi pembeda dalam laga sarat tekanan tersebut.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tak menampik sejak awal timnya memang bersiap menghadapi situasi sulit. Ia sadar betul Persija akan tampil dominan dengan penguasaan bola tinggi dan dukungan penuh dari suporter tuan rumah.

Strategi Bertahan Jadi Kunci

Marcos Santos menegaskan kemenangan ini bukan kebetulan. Ia mengaku sudah memprediksi Persija Jakarta akan menekan sejak menit awal, sehingga Arema FC memilih pendekatan bertahan disiplin dan menunggu celah serangan balik.

“Sejak awal kami tahu pertandingan akan sangat berat. Atmosfer GBK luar biasa, tekanan dari suporter sangat besar. Tapi pemain menjalankan taktik sesuai rencana,” ujar Santos dalam konferensi pers usai laga.

Sepanjang pertandingan, Persija memang menguasai jalannya laga. Namun rapatnya lini belakang Arema FC membuat serangan Macan Kemayoran kerap mentah di sepertiga akhir. Kiper Adi Satrio tampil solid dan mencatatkan clean sheet yang krusial.

Gol Telat yang Menyakitkan Tuan Rumah

Dominasi Persija akhirnya runtuh di menit-menit akhir. Gabriel Silva memecah kebuntuan pada menit ke-82 lewat skema serangan balik cepat. Gol tersebut membuat mental tuan rumah goyah, sebelum Silva kembali mencetak gol kedua pada menit ke-90+9.

Dua gol tersebut memastikan Arema FC kalahkan Persija Jakarta secara dramatis. Statistik menunjukkan kontras mencolok: Persija unggul penguasaan bola, sementara Arema lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Bagi publik GBK, hasil ini terasa menyakitkan. Apalagi dua mantan pemain Persija, Rio Fahmi dan Hansamu Yama, turut berkontribusi besar dalam solidnya pertahanan Arema FC.

Apresiasi untuk Aremania

Marcos Santos juga memberikan pujian khusus kepada Aremania yang hadir langsung di stadion. Meski bermain di kandang lawan, dukungan suporter Arema disebutnya sangat terasa dan memberi energi tambahan bagi pemain.

“Mereka datang dari berbagai kota, bukan hanya Malang. Dukungan mereka luar biasa dari awal sampai akhir pertandingan,” katanya.

Atmosfer panas di stadion justru menjadi motivasi tambahan bagi Singo Edan untuk tampil disiplin dan fokus sepanjang laga.

Debut Wallisson Maya di Laga Besar

Selain kemenangan tim, laga ini juga menjadi momen debut bagi Wallisson Morera Varia Maya bersama Arema FC. Pemain anyar tersebut mengaku bangga bisa menjalani debut di pertandingan sebesar ini, meski tak bermain penuh selama 90 menit.

“Saya sangat senang dan bangga bisa debut di laga besar seperti ini. Atmosfernya luar biasa,” ujar Wallisson.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter karena belum mampu tampil penuh. Namun Wallisson berjanji akan meningkatkan kondisi fisiknya agar bisa berkontribusi maksimal pada laga berikutnya.

Fokus ke Laga Selanjutnya

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Arema FC untuk menatap pertandingan selanjutnya melawan Semen Padang. Marcos Santos menegaskan timnya tak boleh larut dalam euforia.

“Kami harus tetap fokus. Masih banyak pertandingan ke depan dan kami harus konsisten,” tegasnya.

Dengan hasil ini, Arema FC membuktikan efektivitas taktik bisa mengalahkan dominasi penguasaan bola. Laga di GBK menjadi bukti bahwa disiplin, kesabaran, dan efisiensi tetap menjadi kunci dalam sepak bola modern.

Editor : Novica Satya Nadianti
#persija jakarta #liga indonesia #Arema FC #Marcos Santos #stadion gelora bung karno