JAKARTA – Performa gemilang saat Arema FC pagari Gabriel Silva mulai menjadi isu hangat di kalangan Aremania. Penyerang asal Brasil itu baru sebulan bergabung, namun sudah langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional usai menjadi pahlawan kemenangan Arema FC atas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Gabriel Silva, atau yang akrab disapa Gabi, resmi bergabung dengan Arema FC pada 13 Januari 2026. Meski berstatus rekrutan putaran kedua Super League 2025/2026, kontribusinya langsung terasa signifikan. Dua golnya ke gawang Persija Jakarta pada Minggu (8/2/2026) mengantar Singo Edan menang mengejutkan 2-0 di kandang lawan.
Tak heran jika desakan agar Arema FC pagari Gabriel Silva langsung menggema. Aremania khawatir striker berusia 28 tahun itu menjadi incaran klub-klub kaya di bursa transfer mendatang.
Aremania Ramai Desak Manajemen
Desakan agar kontrak Gabriel Silva segera diperpanjang terlihat jelas di kolom komentar media sosial resmi Arema FC. Banyak suporter meminta manajemen “memagari” Gabi agar tak dibajak pesaing, mengingat kontraknya saat ini hanya berlaku hingga Desember 2026.
Kekhawatiran tersebut cukup beralasan. Jika mampu tampil konsisten hingga akhir musim, Gabriel Silva berpotensi menjadi komoditas panas di bursa transfer awal musim 2026/2027. Klub-klub dengan kekuatan finansial besar diprediksi siap menggelontorkan dana demi mendapatkan jasanya.
Dengan usia emas dan performa yang langsung nyetel, posisi tawar Gabi bisa meningkat drastis dalam waktu singkat.
Performa Menawan di Laga Besar
Pada laga kontra Persija Jakarta, Gabriel Silva tampil sangat merepotkan lini belakang lawan. Gerakannya lincah, penetrasinya tajam, dan penyelesaian akhirnya efektif. Dua gol yang ia cetak pada menit ke-82 dan 90+9 menjadi bukti ketajamannya di laga tekanan tinggi.
Kemenangan tersebut juga menegaskan keberhasilan perubahan taktik Arema FC. Gustavo Franca yang dikembalikan ke posisi gelandang serang mampu menyuplai bola dengan baik, sementara Joel Vinicius dan Dalberto memberi ruang bagi Gabriel Silva untuk menusuk pertahanan Persija.
Kemenangan Mahal: Dua Bek Cedera
Namun kemenangan di GBK harus dibayar mahal. Dua bek utama Arema FC, Hansamu Yama Pranata dan Walison Maya, mengalami cedera dan tak mampu bermain penuh. Hansamu ditarik keluar pada menit ke-53, sementara Walison Maya menyusul pada menit ke-65.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui situasi tersebut memaksanya mengubah komposisi lini belakang.
“Kami kehilangan Hansamu dan Walison karena cedera. Kami terpaksa menarik Matheus dan Betinho ke belakang untuk mengisi posisi stopper,” ujar Santos.
Menariknya, perubahan tersebut justru membuat pertahanan Arema FC semakin solid hingga akhir laga dan berhasil menjaga clean sheet.
Stok Bek Menipis
Cedera Hansamu dan Walison menambah daftar panjang pemain belakang Arema FC yang bermasalah. Sebelumnya, Julian Guevara dan Lukas Frigeri juga masih diragukan tampil. Praktis, opsi bek murni yang tersisa hanya Anwar Rifai, meski Betinho dan Matheus Blade masih bisa menjadi alternatif darurat.
Situasi ini membuat manajemen bergerak cepat memperkuat lini belakang.
Walison Maya Jadi Jawaban Lini Pertahanan
Sebagai langkah antisipasi, Arema FC resmi memperkenalkan bek asing anyar, Walison Moreira Varias Maya. Pemain asal Brasil tersebut didatangkan untuk menambah kedalaman sekaligus kualitas di sektor pertahanan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan perekrutan Walison Maya telah melalui proses evaluasi matang.
“Kami menilai lini belakang membutuhkan tambahan pemain dengan karakter dan pengalaman yang sesuai untuk sisa kompetisi,” ujarnya.
Walison dikenal memiliki kemampuan membaca permainan, duel udara yang kuat, serta pengalaman di level kompetitif. Kehadirannya diharapkan mampu menjaga stabilitas pertahanan Singo Edan.
Gabriel Silva, Aset Berharga Arema FC
Di tengah badai cedera dan ketatnya persaingan Super League, Gabriel Silva kini menjadi aset paling berharga Arema FC. Konsistensi performanya akan sangat menentukan langkah Singo Edan di sisa musim.
Pertanyaannya kini tinggal satu: apakah manajemen segera mengambil langkah strategis untuk mengamankan masa depan sang striker, atau membiarkan saga transfer Gabriel Silva terus menjadi sorotan?
Editor : Novica Satya Nadianti