JAKARTA – Gejolak kembali menyelimuti Persija Jakarta. Di tengah tekanan hasil buruk di lapangan, satu per satu persoalan lama kembali mencuat. Curhat Rio Matsumura telat gaji saat masih membela Macan Kemayoran, kritik keras terhadap pelatih Mauricio Souza, hingga polemik stadion membuat situasi klub ibu kota kian panas.
Pemain asal Jepang Rio Matsumura menjadi sorotan setelah menulis pesan emosional usai dipinjamkan Persija ke Bhayangkara Presisi Lampung FC. Meski hanya berstatus pinjaman, kepergian Rio terasa berat, baik bagi sang pemain maupun para pendukung Persija.
Dalam pesannya, Rio Matsumura mengungkap rasa cintanya kepada Persija dan Jakmania. Ia juga menyinggung masa-masa sulit yang pernah dialami klub, termasuk keterlambatan pembayaran gaji. Curhat tersebut sontak memantik reaksi publik, mengingat kontribusi besar Rio pada musim lalu saat Persija berada dalam kondisi tak ideal.
Cedera dan Sanksi Jadi Titik Balik Rio
Musim 2025/2026 berjalan berat bagi Rio Matsumura. Cedera hamstring membuatnya absen dalam banyak pertandingan. Saat akhirnya kembali merumput, situasi tak kunjung membaik. Rio harus menerima hukuman larangan bermain empat laga dari Komdis PSSI akibat ucapan tidak sportif kepada perangkat pertandingan.
Kondisi ini membuat posisinya semakin terpinggirkan, terlebih setelah Persija mendatangkan banyak pemain asing baru. Meski demikian, Rio menegaskan cintanya kepada Macan Kemayoran tak pernah pudar. Ia menyebut dukungan Jakmania sebagai kekuatan terbesar selama membela klub ibu kota.
Selebrasi Arema Picu Ketegangan
Di sisi lain, tensi panas juga terjadi usai laga Persija kontra Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pelatih Persija Mauricio Souza sempat mempertanyakan selebrasi penyerang Arema, Gabriel Silva, yang dianggap menyindir kekalahan tuan rumah.
Selebrasi dengan tangan di telinga itu dinilai terinspirasi dari gaya Neymar. Mauricio Souza bahkan mendatangi Gabriel Silva usai laga untuk meminta klarifikasi. Situasi sempat memanas sebelum pelatih Arema Marcos Santos turun tangan menenangkan keadaan.
Melalui Instagram Story, Gabriel Silva menegaskan selebrasinya tidak bermaksud mengejek atau memprovokasi pihak mana pun. Ia menyampaikan permintaan maaf jika ada yang merasa tersinggung dan menegaskan komitmennya menjaga rasa hormat di lapangan.
Mauricio Souza Mulai Digoyang
Di tengah situasi tersebut, posisi Mauricio Souza di kursi pelatih Persija mulai mendapat sorotan tajam. Meski diberi kebebasan penuh merekrut pemain, hasil di lapangan belum sesuai ekspektasi. Persija dinilai belum menunjukkan permainan meyakinkan meski memiliki kedalaman skuad bertabur bintang.
Suporter menilai Souza kerap buntu saat taktik utama gagal. Kritik mulai bermunculan, terutama setelah kekalahan dari Arema FC. Beberapa pihak menyebut Souza berpotensi bernasib sama dengan Carlos Pena, yang dipecat musim lalu usai performa Persija menurun drastis di fase akhir kompetisi.
Cyrus Margono dan Desakan Jakmania
Di tengah tekanan, satu kabar positif datang dari penjaga gawang anyar Cyrus Margono. Ia sudah mengikuti sesi latihan perdana bersama tim, yang diunggah melalui akun resmi Persija pada 10 Februari 2026.
Kehadiran Cyrus langsung disambut antusias Jakmania. Mereka mendesak Mauricio Souza segera memberi kesempatan bermain kepada Cyrus dan pemain lain yang dinilai layak tampil, sebagai bentuk evaluasi atas hasil buruk sebelumnya.
Misteri Rumput JIS
Masalah Persija tak berhenti di lapangan. Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persija, Feri Indra Syarif, mengaku bingung dengan kondisi rumput Jakarta International Stadium yang belum juga siap digunakan.
Padahal, Pramono Anung telah memberi lampu hijau agar segala kebutuhan perbaikan JIS segera dipenuhi. Hingga kini, Persija masih harus bertanding di GBK sambil menunggu kepastian kesiapan stadion tersebut.
Dengan persoalan finansial lama yang kembali terungkap, tekanan suporter, hingga problem stadion, curhat Rio Matsumura telat gaji menjadi potret bahwa Persija masih memiliki pekerjaan rumah besar. Manajemen dan tim pelatih dituntut segera berbenah jika tak ingin krisis ini semakin melebar.
Editor : Novica Satya Nadianti