JAKARTA - Persik Kediri tampil ganas dan efektif pada pekan terakhir kompetisi Super League 2025/2026 yang digelar di waktu normal sore hingga malam hari. Bermain penuh determinasi, Macan Putih sukses menundukkan PSIM Yogyakarta dalam laga yang sarat intensitas, gol, dan drama. Nama-nama seperti Ezra Walian, John Toral, hingga Ezekiel Vidal menjadi aktor utama kemenangan Persik Kediri yang berdampak langsung pada peta persaingan papan atas.
Sejak menit awal, Persik Kediri langsung mengambil inisiatif serangan. Pelatih Marcelo Rospide menurunkan komposisi terbaiknya dengan mengandalkan Ezra Walian dan Adrian Luna sebagai kreator serangan. Tekanan demi tekanan diberikan ke lini pertahanan PSIM Yogyakarta, yang tampak kesulitan mengimbangi tempo permainan.
Dominasi Persik Kediri akhirnya berbuah hasil lewat kombinasi apik di ruang sempit. John Toral, pemain muda lulusan akademi Arsenal, mencetak gol pembuka setelah memaksimalkan pergerakan tanpa bola yang cerdas. Gol tersebut menjadi gol keduanya secara beruntun bagi Persik Kediri dan langsung mengubah atmosfer pertandingan.
Gol Cepat dan Momentum Macan Putih
Setelah unggul 1-0, Persik Kediri kian percaya diri. Penguasaan bola terjaga, sementara PSIM lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Namun, lini tengah Persik yang dikomandoi Ezra Walian mampu memutus alur permainan lawan.
Puncak tekanan terjadi di babak kedua ketika wasit menunjuk titik putih usai John Toral dilanggar di kotak penalti. Ezra Walian yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penaltinya mengecoh penjaga gawang PSIM dan membawa Persik Kediri unggul 2-0.
Gol tersebut membuat mental PSIM semakin tertekan. Persik Kediri memanfaatkan situasi dengan terus menekan melalui sektor sayap dan bola mati, yang menjadi salah satu kekuatan utama tim musim ini.
Ezekiel Vidal Menyempurnakan Kemenangan
Tak berhenti sampai di situ, Persik Kediri menambah penderitaan PSIM lewat gol Ezekiel Vidal. Penyerang asing tersebut lolos dari pengawalan dan menyambut umpan matang hasil serangan bertubi-tubi. Sundulannya tak mampu dibendung kiper PSIM dan mengubah skor menjadi 3-0.
Ezekiel Vidal bahkan mencatatkan dua gol dalam laga ini, menjadikannya salah satu penampilan paling impresif sepanjang musim. Kombinasinya dengan Raka Cahyana terbukti efektif dalam membongkar pertahanan lawan yang mulai kehilangan konsentrasi.
Dengan permainan agresif dan disiplin, Persik Kediri mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.
PSIM Gagal Bangkit, Persik Naik Peringkat
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta mencoba bangkit melalui sejumlah peluang dari Irfan dan Fareza Valente. Namun solidnya lini belakang Persik Kediri membuat semua upaya tersebut gagal berbuah gol. Beberapa penyelamatan penting juga dilakukan kiper Persik dalam situasi genting.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi PSIM yang sebelumnya berharap memperbaiki posisi klasemen. Sebaliknya, tambahan tiga poin membuat Persik Kediri berhasil menyalip Persita Tangerang dan naik ke peringkat keenam klasemen sementara Super League 2025/2026.
Hasil ini juga menjaga jarak Persik Kediri dengan tim-tim besar seperti Arema FC dan PSIM dalam persaingan papan atas.
Sinyal Kuat Persik Kediri di Papan Atas
Kemenangan telak ini menjadi sinyal bahwa Persik Kediri bukan sekadar penggembira di musim 2025/2026. Konsistensi permainan, variasi serangan, serta kedalaman skuad membuat Macan Putih semakin diperhitungkan sebagai penantang serius.
Dengan performa impresif di pekan terakhir ini, Persik Kediri menutup fase penting kompetisi dengan penuh percaya diri. Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin Persik Kediri akan terus menekan tim-tim papan atas dan menciptakan kejutan hingga akhir musim.
Editor : Natasha Eka Safrina