BANDUNG – Nasib Persib Bandung AFC Champions League 2 musim 2025–2026 kini benar-benar berada di ujung tanduk. Kekalahan telak 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar membuat langkah Maung Bandung menuju fase berikutnya sangat berat. Namun, peluang belum sepenuhnya tertutup. Dukungan penuh dari federasi hingga keuntungan jadwal membuka celah bagi Persib untuk menciptakan comeback bersejarah.
Dalam laga leg pertama yang digelar Rabu (11/2/2026), Persib Bandung AFC Champions League 2 tampil di bawah tekanan sejak menit awal. Tim tuan rumah dari Thailand mendominasi permainan dan sukses mencetak tiga gol tanpa balas. Hasil ini menjadi kekalahan terbesar Persib di fase gugur kompetisi Asia musim ini, sekaligus menempatkan mereka dalam posisi nyaris mustahil.
Meski demikian, Persib Bandung AFC Champions League 2 belum menyerah. Leg kedua akan dimainkan di kandang sendiri, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), dengan dukungan puluhan ribu Bobotoh. Atmosfer Bandung diyakini bisa menjadi faktor pembeda dalam misi membalikkan agregat.
Skenario Lolos yang Harus Dipahami Bobotoh
Untuk bisa melaju ke perempat final, Persib wajib menang dengan margin besar. Skenario paling aman adalah kemenangan 4-0 yang membuat agregat menjadi 4-3 untuk keunggulan Persib. Jika hanya menang 3-0, agregat akan imbang 3-3 dan laga berlanjut ke extra time, bahkan adu penalti jika skor tak berubah.
Namun jika Persib menang dengan skor 2-0, 2-1, atau 3-1, hasil tersebut tetap menguntungkan Ratchaburi FC. Situasi akan semakin rumit bila tim tamu mencetak satu gol saja di Bandung. Persib akan membutuhkan minimal lima gol untuk membalikkan keadaan. Artinya, efektivitas serangan dan konsentrasi lini belakang menjadi kunci mutlak.
Bantuan PSSI dan Operator Liga Jadi Angin Segar
Kabar baik datang jelang laga krusial tersebut. Persib mendapat dukungan penuh dari PSSI dan operator liga ILeague. Jadwal pertandingan pekan ke-21 Super League 2025–2026 yang semula mempertemukan Persib dengan Borneo FC pada 16 Februari resmi ditunda.
Laga tersebut dijadwalkan ulang ke 15 Maret 2026. Tujuannya jelas: memberi Persib waktu persiapan maksimal menghadapi leg kedua AFC Champions League 2. Dengan perubahan ini, Maung Bandung memiliki jeda hampir satu pekan penuh untuk pemulihan fisik, pematangan taktik, dan fokus total pada misi comeback.
Ratchaburi Hadapi Jadwal Padat
Di sisi lain, Ratchaburi FC justru berada dalam situasi berbeda. Klub asal Thailand itu tetap harus menjalani pertandingan liga domestik akhir pekan ini sebelum bertandang ke Bandung. Tidak ada keringanan jadwal bagi mereka, yang berarti potensi kelelahan dan rotasi pemain tak bisa dihindari.
Kondisi ini menjadi keuntungan tambahan bagi Persib. Tim asuhan Bojan Hodak bisa datang dengan energi penuh, sementara Ratchaburi harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan laga hidup-mati di Asia.
GBLA Jadi Senjata Terakhir Persib
Leg kedua akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, yang dipastikan dipenuhi Bobotoh. Dukungan masif suporter diharapkan mampu mengangkat mental pemain sejak menit pertama.
Persib dituntut bermain agresif namun tetap disiplin. Gol cepat di 20 menit awal menjadi target utama untuk mengubah momentum pertandingan. Jika mampu mencetak gol lebih dulu, tekanan akan beralih ke kubu Ratchaburi. Sebaliknya, jika terlalu lama buntu, waktu bisa menjadi musuh terbesar.
Kini semua akan ditentukan di Bandung. Apakah Persib mampu menciptakan comeback gila di AFC Champions League 2, atau justru langkah mereka harus terhenti di babak 16 besar? Jawabannya akan segera terungkap di GBLA.
Editor : Natasha Eka Safrina