BLITAR – Persib vs Ratchaburi FC kembali menyita perhatian jelang laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League 2. Dua hari sebelum pertandingan krusial itu, skuad Maung Bandung menggelar sesi latihan pagi di area Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (15/2/2026), dengan atmosfer yang berbeda dari biasanya.
Latihan Persib vs Ratchaburi FC kali ini berlangsung di tengah aktivitas warga karena area GBLA dipadati pasar kaget akhir pekan. Meski situasi sekitar ramai, fokus pemain Persib tetap terjaga. Sesi ini menjadi bagian penting dari persiapan akhir Maung Bandung jelang laga hidup-mati yang akan digelar Rabu (18/2/2026) malam.
Pertandingan Persib vs Ratchaburi FC bukan sekadar duel sepak bola biasa. Setelah kalah 0-3 pada leg pertama, Persib berada dalam posisi terdesak dan wajib memburu kemenangan besar demi menjaga asa melangkah ke babak berikutnya di kompetisi Asia.
Latihan Pagi di Tengah Keramaian GBLA
Skuad Persib Bandung tampak menjalani latihan dengan suasana cair namun tetap serius. Sejumlah pemain datang ke lapangan dengan cara sederhana, bahkan ada yang mengendarai sepeda motor, mencerminkan kedekatan tim dengan lingkungan sekitar Bandung.
Beberapa nama pemain tampak mengikuti latihan, mulai dari pilar senior hingga pemain muda. Kapten tim menunjukkan kepemimpinan dengan menjaga semangat rekan-rekannya. Kombinasi pemain lokal, diaspora, dan legiun asing menjadi kekuatan tersendiri yang coba dimaksimalkan tim pelatih menjelang laga krusial Persib vs Ratchaburi FC.
Latihan ini sekaligus menjadi momentum menjaga kebugaran tanpa menguras tenaga berlebihan. Intensitas latihan dikontrol agar kondisi fisik pemain tetap optimal saat hari pertandingan tiba.
Mentalitas Pemain Jadi Sorotan
Selain aspek teknis, mentalitas pemain menjadi perhatian utama. Sejumlah pengamat internal tim menilai kepercayaan diri skuad Persib mulai terbentuk. Kehadiran pemain berpengalaman di lini belakang dinilai mampu menjadi penyeimbang ketika Persib harus tampil agresif sejak menit awal.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Sadil Ramdani, yang terlihat aktif berinteraksi dengan rekan setimnya. Pergerakan cepat dan energi pemain sayap ini diharapkan menjadi salah satu kunci dalam membongkar pertahanan lawan.
Mental baja dinilai sangat dibutuhkan dalam laga Persib vs Ratchaburi FC, mengingat tekanan besar untuk mengejar defisit tiga gol. Kesalahan kecil saja bisa berdampak fatal terhadap peluang lolos Persib.
GBLA dan Bobotoh sebagai Faktor Pembeda
Bermain di kandang sendiri memberi harapan besar bagi Persib. Stadion Gelora Bandung Lautan Api diprediksi akan dipenuhi Bobotoh yang siap memberikan dukungan penuh.
Atmosfer GBLA dikenal mampu memberikan tekanan psikologis kepada tim tamu. Dalam banyak kesempatan, dukungan Bobotoh membuat Persib tampil lebih berani dan agresif. Faktor inilah yang diharapkan kembali muncul saat menghadapi Ratchaburi FC.
Dukungan dari tribun diyakini dapat meningkatkan determinasi pemain sekaligus memengaruhi mental lawan. Kombinasi tekanan stadion dan intensitas permainan tinggi menjadi senjata utama Persib dalam misi remontada.
Target Gol Cepat dan Disiplin Pertahanan
Untuk bisa membalikkan keadaan, Persib dituntut mencetak gol cepat. Gol di awal laga diyakini mampu mengangkat moral pemain dan membuka peluang mengejar agregat secara bertahap. Namun agresivitas harus diimbangi dengan disiplin lini belakang.
Kebobolan satu gol saja akan membuat misi Persib semakin berat. Karena itu, keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi fokus utama dalam persiapan laga Persib vs Ratchaburi FC.
Pelatih Bojan Hodak diperkirakan akan menyiapkan skema permainan fleksibel, dengan variasi serangan dan pressing ketat sejak awal pertandingan.
Malam Penentuan Maung Bandung
Kini seluruh perhatian tertuju pada Rabu malam di Bandung. Laga Persib vs Ratchaburi FC akan menjadi penentu nasib Maung Bandung di Asia musim ini. Dengan persiapan matang, mentalitas kuat, dan dukungan penuh Bobotoh, Persib berharap GBLA menjadi saksi kebangkitan dramatis.
Jika semua elemen menyatu, bukan tidak mungkin Persib menciptakan salah satu comeback paling emosional dalam sejarah perjalanan mereka di AFC Champions League 2.
Editor : Izahra Nurrafidah