JAKARTA – Persija Jakarta sukses mencuri kemenangan penting saat bertandang ke markas Bali United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Namun duel panas tersebut tak hanya menyisakan euforia kemenangan bagi Macan Kemayoran, tetapi juga diwarnai insiden flare suporter yang membuat pertandingan sempat dihentikan.
Kemenangan Persija Jakarta atas Bali United menjadi sorotan publik. Selain hasil akhir yang krusial dalam perebutan papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026, laga ini juga menyisakan catatan terkait keamanan stadion. Insiden tersebut berpotensi merugikan kedua tim jika berujung sanksi dari operator liga.
Di menit ke-86, pertandingan Bali United kontra Persija Jakarta terpaksa dihentikan sementara oleh wasit. Penyebabnya adalah flare yang dinyalakan suporter di tribun belakang gawang yang dijaga Persija. Asap tebal yang mengganggu pandangan memaksa perangkat pertandingan menunda laga hingga situasi kembali kondusif.
Laga Sempat Terhenti Akibat Flare
Aksi penyalaan flare itu langsung menyita perhatian. Wasit tak punya pilihan selain menghentikan pertandingan demi keselamatan pemain dan ofisial. Beberapa pemain terlihat menunggu di tengah lapangan sebelum akhirnya laga dilanjutkan.
Insiden tersebut dinilai bisa berdampak buruk bagi Bali United sebagai tuan rumah. Regulasi BRI Super League 2025/2026 secara tegas melarang penggunaan flare karena berisiko terhadap keamanan dan keselamatan.
Meski sempat terhenti, Persija Jakarta mampu menjaga fokus hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi skuad asuhan Mauricio Souza dalam menjaga asa bersaing di jalur juara.
Pramono Anung Disorot karena Persija
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia mengaku kerap mendapat kritik karena dinilai terlalu mengurusi Persija Jakarta.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara silaturahmi akbar kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026). Dalam sambutannya, Pramono menegaskan keinginannya menjadikan Betawi sebagai identitas kota yang kuat.
Namun, ia juga menyinggung soal Persija Jakarta. Dengan nada bercanda, Pramono mengaku sulit tidur ketika Macan Kemayoran kalah 0-2 dari Arema FC. Ia bahkan berseloroh merasa sebal saat bertemu Ketua Umum The Jakmania, Dicky Sumarno, usai kekalahan tersebut.
Pernyataan itu langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan suporter. Sebagian menilai itu sebagai bentuk kecintaan, sementara lainnya menganggap gubernur seharusnya fokus pada urusan pemerintahan.
Mauricio Souza Disorot Jack Mania
Di tengah situasi tersebut, pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza turut menjadi sorotan. The Jakmania mempertanyakan komposisi tim pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Beberapa pemain anyar yang didatangkan pada bursa transfer paruh musim dinilai belum mendapat kesempatan bermain secara rutin. Padahal, mereka direkrut untuk memperkuat kedalaman skuad dan menjaga peluang juara.
Souza menjelaskan bahwa persaingan di internal tim sangat ketat. Ia menegaskan hanya pemain yang benar-benar siap dan mampu memenangkan persaingan yang akan diturunkan.
“Mereka pemain baru harus berjuang keras,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa tak ada jaminan tempat bagi pemain baru maupun lama. Semua harus membuktikan diri dalam sesi latihan maupun saat diberi kesempatan tampil.
Baca Juga: Megawati Hangestri Menggila di Proliga 2026, Dipuji Marcelo Bonaza hingga Dilirik Liga Voli Korea
Momentum Kebangkitan Macan Kemayoran
Kemenangan atas Bali United menjadi momentum penting bagi Persija Jakarta. Selain mendongkrak posisi di klasemen BRI Super League 2025/2026, hasil ini juga menjawab keraguan usai kekalahan dari Arema FC sebelumnya.
Namun, tantangan belum usai. Evaluasi tetap diperlukan, terutama terkait konsistensi performa dan rotasi pemain. Ditambah lagi, potensi sanksi akibat insiden flare bisa berdampak pada atmosfer kompetisi ke depan.
Bagi The Jakmania, kemenangan ini menjadi pengobat kekecewaan sekaligus harapan baru. Persija Jakarta kini dituntut menjaga stabilitas permainan jika ingin benar-benar bersaing hingga akhir musim.
Putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dipastikan makin panas. Persija Jakarta tak hanya berjuang di lapangan, tetapi juga menghadapi tekanan ekspektasi suporter dan sorotan publik ibu kota.
Editor : Dyah Wulandari