JAKARTA - Persija Jakarta tertinggal dari Persib Bandung di klasemen sementara Super League 2026 setelah tumbang dari Arema FC. Kekalahan tersebut tak hanya menyisakan kekecewaan bagi Jakmania, tetapi juga membuat jarak dengan rival abadi semakin melebar di papan atas.
Saat ini, Persija Jakarta tertinggal dari Persib Bandung hingga enam poin. Maung Bandung kukuh di puncak klasemen dengan koleksi 47 angka. Sementara itu, Macan Kemayoran juga harus melihat Borneo FC berada di posisi kedua dengan 46 poin, atau unggul lima angka dari tim ibu kota.
Situasi ini jelas menambah tekanan dalam perburuan gelar Super League 2026. Namun, pelatih Persija, Mauricio Souza, memilih bersikap tenang. Alih-alih larut dalam hasil negatif, ia justru melontarkan pesan tegas kepada anak asuhnya agar tidak terpengaruh jarak poin di klasemen.
Mauricio Souza: Kompetisi Masih Panjang
Mauricio Souza menegaskan bahwa kompetisi belum berakhir. Menurutnya, masih ada 14 pertandingan tersisa yang sangat mungkin mengubah peta persaingan di papan atas.
“Laga ini memang sangat penting karena tim di atas kami menang,” ujarnya.
Mantan pelatih Madura United itu menilai fokus tim tak boleh terpecah hanya karena selisih angka. Ia meminta para pemain tetap menjaga konsentrasi dan mental bertanding. Dalam pandangannya, tekanan adalah bagian dari kompetisi, dan respons tim terhadap situasi sulit akan menentukan nasib di akhir musim.
Persija sejatinya masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan. Dengan sisa laga yang cukup banyak, konsistensi menjadi kunci utama. Setiap kehilangan poin akan semakin mempersulit langkah menuju tangga juara.
Ketegangan Usai Laga Kontra Arema FC
Selain soal klasemen, Mauricio Souza juga buka suara terkait keributan yang terjadi setelah laga melawan Arema FC. Pelatih asal Brasil berusia 50 tahun itu membeberkan versinya mengenai insiden di lapangan.
Ia menilai salah satu pemain lawan, Gabi, menunjukkan sikap yang dianggap tidak sopan. Meski demikian, Mauricio tak ingin polemik tersebut berlarut-larut dan mengganggu fokus tim dalam menghadapi laga berikutnya.
Kekalahan dari Arema memang menjadi pukulan telak. Tidak hanya karena dampaknya terhadap posisi klasemen, tetapi juga karena terjadi di momen krusial ketika para pesaing utama meraih kemenangan. Hasil tersebut membuat jarak Persija Jakarta tertinggal dari Persib Bandung semakin nyata dalam perburuan gelar musim ini.
Tujuh Rekrutan Baru, Saatnya Pembuktian
Manajemen Persija tak tinggal diam melihat situasi ini. Direktur Persija, Muhammad Prapanca, secara terbuka meminta Mauricio Souza membuktikan kapasitasnya setelah klub mendatangkan tujuh pemain baru di putaran kedua.
Langkah agresif di bursa transfer tersebut menunjukkan keseriusan manajemen. Tidak hanya menambah kekuatan pemain lokal, Persija juga merekrut tiga legiun asing dengan rekam jejak yang cukup mentereng.
Kehadiran pemain baru diharapkan mampu menambah kedalaman skuad sekaligus meningkatkan kualitas permainan. Dengan tambahan amunisi tersebut, tekanan terhadap Mauricio semakin besar. Target juara bukan sekadar wacana, melainkan tuntutan nyata dari manajemen dan suporter.
“Selesai, sudah waktunya buktiin,” tulis Muhammad Prapanca melalui akun Instagram pribadinya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa manajemen menaruh ekspektasi tinggi pada sang pelatih. Kombinasi pemain baru dan skuad lama harus segera padu agar Persija bisa kembali ke jalur kemenangan.
Persaingan Ketat Papan Atas
Super League 2026 musim ini memang berlangsung ketat. Persib Bandung tampil konsisten dan mampu menjaga tren positif. Di sisi lain, Borneo FC juga terus menempel ketat di posisi kedua.
Persija tidak punya banyak ruang untuk melakukan kesalahan. Setiap laga kini bernilai final. Jika ingin memangkas selisih poin dan menyalip rival, Macan Kemayoran harus segera menemukan performa terbaiknya.
Para pendukung tentu berharap pesan menohok Mauricio Souza menjadi titik balik kebangkitan. Dengan 14 laga tersisa, peluang memang masih terbuka. Namun, konsistensi, disiplin, dan mental juara menjadi syarat mutlak.
Kini, tantangannya jelas: apakah Persija mampu menjawab tekanan dan membalikkan keadaan? Atau justru semakin tertinggal dari Persib Bandung dalam perburuan gelar Super League 2026?
Editor : Dyah Wulandari